Connect with us

HUKRIM

Tersangka Kasus Pemilu, Polisi Cari Caleg Bernard Bait

Published

on

Bernard Paulus Thomas Welem Bait

Kupang, penatimor.com – Penyidik Satreskrim Polres Kupang sedang menangani kasus dugaan tindak pidana pemilihan umum (Pemilu).

Dalam proses hukum kasus ini, penyidik telah menetapkan seorang tersangka, yaitu Bernard Paulus Thomas Welem Bait (54).

Tersangka yang merupakan warga RT 001/RW 001, Desa Oesusu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang itu hingga saat ini masih dalam pencarian penyidik.

Penyidik bahkan sampai mencari tersangka dengan cara membuat pengumuman resmi di media massa.

Kapolres Kupang AKBP Indera Gunawan, SIK., membenarkan bahwa pihaknya sedang mencari tersangka dimaksud.

Dijelaskan, tersangka diduga melakukan tindak pidana Pemilu dimana setiap pelaksana, peserta, dan atau tim kampanye Pemilu yang dengan sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada peserta kampanye Pemilu secara langsung ataupun tidak langsung, melanggar Pasal 523 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Sekadar tahu, Bernard Paulus Thomas Welem Bait atau biasa disapa Bernad Bait itu sebelumnya adalah anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Fraksi PDIP.

Bernard kemudian mengundurkan diri karena maju bertarung di Pilkada Kabupaten Kupang tahun 2018, menjadi calon wakil bupati mendampingi calon Bupati Kupang Nelson Obed Matara.

Kasus ini merupakan tindak lanjut penyidik Polres Kupang atas laporan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Kupang terkait dugaan pelanggaran tahapan kampanye.

Penyidik telah menetapkan satu orang calon anggota legislatif (caleg), yaitu Bernard Bait sebagai tersangka.

Saat ini berkas tahap pertama sudah dikirim ke Kejari Kabupaten Kupang dan jika dinyatakan lengkap (P21) maka segera dilimpahkan.

Menurut Kapolres Indera, terkait tahapan pelaksanaan kampanye pemilu, pihaknya mendapat satu laporan dari Gakkumdu Kabupaten Kupang.

Dalam laporan itu ada dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum caleg Bernard Bait di Desa Oh Aem, Kecamatan Amfoang Selatan.

Dugaannya, oknum caleg bersangkutan membagikan listik solar cell kepada warga pemilih di desa setempat.

Terhadap temuan itu, Panwas desa menyampaikan laporan ke Bawaslu Kabupaten Kupang dilakukan penyelidikan lebih lanjut dan laporan diteruskan ke Polres Kupang.

“Kita baru tangani satu laporan soal dugaan pelanggaran yang dilakukan satu oknum caleg berinisial BB. Untuk darimana asal partai itu kita tidak bisa masuk terlalu kedalam karena ini pribadi,” katanya.

Menurut Indera, oknum caleg Bernard Bait sudah ditetapkan sebagai tersangka dan berkaspun sudah dikirim ke kejaksaan. Belum tahu apakah sudah lengkap atau belum karena minimal tiga hari berkas di kejaksaan.

“Kalau sudah dinyatakan lengkap maka segera kita limpahkan. Sampai saat ini baru satu tersangka belum ada tambahan,” tegas Indera.

Untuk diketahui, Gakkumdu Kabupaten Kupang menindaklanjuti hasil temuan dugaan pelanggaran kampanye di Kabupaten Kupang. Dugaan pelanggaran dilakukan oknum calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Kupang dari PDIP ini ditemukan Panwas di Desa Oh Aem, Kecamatan Amfoang Selatan.

Hasil laporan itu kemudian dibahas tim Sentra Gakkumdu dan ada bukti kuat terjadi dugaan pelanggaran tindak pidana sehingga siap dilimpahkan ke Polres Kupang.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Kabupaten Kupang yang juga Koordinator Divisi Penindakan, Martony Reo, menyampaikan hal ini kepada wartawan di Oelamasi, Senin (18/2) lalu.

Turut mendampingi, Koordinator Sentra Gakkumdu, IPTU Daeng Djumadi, juga tiga komisioner Bawaslu Kupang.

Martony mengatakan, terkait pelaksanaan kampanye pemilu 2019 di Kabupaten Kupang, pihaknya mendapat laporan dari Panwas Desa Oh Aem di Kecamatan Amfoang Selatan bahwa pada tanggal 18 Januari 2019, oknum caleg DPRD Kabupaten Kupang dari PDIP, diduga melakukan pelanggaran kampanye.

Dugaannya, oknum caleg bersangkutan membagikan listik solar cell kepada warga pemilih di desa setempat.

Terhadap temuan itu, Panwas desa
menyampaikan laporan ke Bawaslu Kabupaten Kupang dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dikatakannya, laporan itu kemudian disampaikan ke Sentra Gakkumdu Kabupaten Kupang yang unsur di dalamnya dari Polres Kupang,  Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang dan Bawaslu.

Tim kemudian melakukan penyelidikan di lapangan untuk mengumpulkan bahan dan keterangan selama kurun waktu 14 hari kerja.

“Dari hasil penyelidikan ini, dugaan pelanggaran memenuhi unsur sesuai pasal yang dikenakan. Makanya Sentra Gakkumdu akan menindaklanjuti dengan melimpahkan penyidikan lebih lanjut oleh penyidik di Polres Kupang,”  katanya. (R1)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Lidik Kasus Tanah Jonas Salean, Jaksa Periksa 3 Notaris

Published

on

Mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean saat mendatangi kantor Kejati NTT, pekan lalu.

Kupang, penatimor.com – Tim penyelidik Bidang Pidsus Kejati NTT terus mengembangkan penyelidikan perkara dugaan korupsi terkait lahan milik mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean.

Dalam sepekan terakhir, tim penyidik terus melakukan pemeriksaan saksi.

Saksi yang diperiksa termasuk tiga orang notaris di Kota Kupang, masing-masing Zantje Tomasowa, Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Ketiga notaris ini diperiksa terpisah. Zantje diperiksa terlebih dahulu, kemudian disusul Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Zantje saat itu diperiksa dari pukul 15.00-18.00, selaku notaris yang membuat akta jual beli dengan Mourest Patty.

Saat ditanyakan, apakah ada maksud lain di antara Jonas Salean dan Mourest Patty dalam pembuatan akta jual beli tersebut, Zantje mengaku tidak tahu.

Zantje saat diwawancarai usai pemeriksaan, kepada wartawan, mengaku diperiksa terkait perkara dugaan penyerobotan tanah milik mantan Wali Kota Kupang.

“Saya dipanggil penyidik dan sudah berikan keterangan,” kata Zantje sambil berlalu meninggalkan gedung kantor Kejati NTT. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Jaksa Periksa Lee, Suami Linda Liudianto

Published

on

Amos Cadu Hina, SH. (kiri) bersama Lee di kantor Kejati NTT, Senin (24/6).

Kupang, penatimor.com – Penyidik Kejati NTT memeriksa Lee, suami tersangka Linda Liudianto yang terjerat perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair.

Lee memenuhi panggilan penyidik dengan mendatangi kantor Kejati NTT di Jl. Adhyaksa No. 1, pukul 09.00.

Dia didampingi kuasa hukum istrinya, Amos Cadu Hina, SH.

Lee saat diwawancarai mengatakan dirinya siap memberikan keterangan ke penyidik.

“Ada panggilan jadi saya datang memberikan keterangan,” kata Lee.

Sementara, Amos Cadu Hina, menambahkan, suami kliennya tersebut sama sekali tidak terlibat dalam proyek NTT Fair.

“Dia hanya dampingi istri nya saat temui pak Hadmen waktu itu,” kata Amos.

Terpantau, penyidik Kejati NTT hari ini kembali memeriksa tambahan tiga orang tersangka perkara dugaan korupsi NTT Fair, masing-masing Yuli Afra, Dona Toh dan Ferry Jonson Pandie. Mereka diperiksa mulai pukul 13.00. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Heboh di Amarasi Timur, Menantu Tewas di Tangan Mertua

Published

on

Ilustrasi penikaman (NET)

Kupang, penatimor.com – Warga Desa Enoraen, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang dibuat geger dengan kasus dugaan pembunuhan.

Kasus ini terjadi pada Minggu (23/6), pukul 13.45, dan dilaporkan ke Polsek Amarasi Timur dengan Laporan Polisi Nomor: LP/02/VI/2019/Sek Amtim pukul 15.10.

Korban nya adalah Gunawan Kaesnube (25), warga RT 03/RW 02, Desa Enoraen.

Penganiayaan ini terjadi di halaman rumah milik Meynar Aruan, Desa Enoraen, dengan pelaku Adiyanto Takain (46), warga RT 06/RW 03, Desa Enoraen.

Adapun para saksi dalam kasus ini, yang juga warga setempat, masing-masing Ronaldo Dairo, Fance Junedi Ruku (21) dan Aplonius Runesi (27).

Informasi yang dihimpun wartawan, menyebutkan, kasus ini berawal pada saat pelaku menyimpan dendam terhadap korban.

Korban adalah anak menantu dari pelaku, dikarenakan korban menelantarkan anak dan cucu dari pelaku di Kupang.

Sehingga pada saat korban hadir pada acara pesta di Desa Enoraen, pelaku melihat korban kemudian langsung mendekati korban dan menusuk korban menggunakan sebilah pisau tepat pada dada korban sebanyak satu kali.

Akibat dari penusukan tersebut korban langsung terjatuh dan meninggal dunia.

Aparat kepolisian Polsek Kupang Timur yang menerima laporan masyarakat, langsung melakukan tindakan kepolisian, menerima laporan, membuat LP, mendatangi TKP, memasang police line pada TKP dan mengevakuasi korban.

Korban pada saat sekarang sementara dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang guna dilaksanakan autopsi. (wil)

Continue Reading




Loading...

Trending

error: Content is protected !!