Connect with us

EKONOMI

Februari 2019, NTT Alami Deflasi 0,51 Persen

Published

on

Ilustrasi/ foto: net

Kupang, Penatimor.com – Pada bulan Februari 2019, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami deflasi sebesar 0,51 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 134,30.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Maritje Pattiwaellapia sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Jumat (1/3/2019).

Maritje menyebutkan, dari dua kota IHK di NTT, Kota Kupang mengalami deflasi sebesar 0,66 persen sedangkan Kota Maumere mengalami inflasi sebesar 0,48 persen.

Deflasi Februari 2019 di NTT terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada 4 kelompok pengeluaran, dimana kelompok Transpor mengalami penurunan terbesar yaitu sebesar 1,2 persen dan bahan makanan sebesar 1,08 persen.

“Sedangkan kelompok kesehatan dan perumahan mengalami kenaikan indeks harga sebesar 0,42 dan 0,11 persen,” ungkapnya.

Menurut Maritje, pada Februari 2019, dari 82 kota sampel IHK Nasional, sebanyak 13 kota mengalami inflasi, sementara 69 kota mengalami deflasi.

“Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 2,98 persen dan terendah terjadi di Kota Kendari dengan inflasi sebesar 0,03 persen. Deflasi terbesar terjadi di Kota Merauke sebesar 2,11 persen dan terendah di Kota Serang sebesar 0,02 persen,” tutup Maritje. (R2)

Advertisement
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI

Naik 7,9 Persen, Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 5.426 Triliun

Published

on

Ilustrasi rupiah dan dolar. Foto: JPNN

Jakarta, penatimor.com – Utang luar negeri (ULN) Indonesia hingga akhir triwulan pertama 2019 mencapai USD 387,6 miliar atau setara Rp 5.426 triliun.

Angka tersebut naik 7,9 persen secara year-on-year (YoY) jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Direktur Eksekutif-Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko menuturkan, ULN itu terdiri atas utang pemerintah dan bank sentral USD 190,5 miliar.

Selain itu, ada juga utang swasta, termasuk BUMN, sebesar USD 197,1 miliar.

”Utang luar negeri Indonesia masih terkendali dengan struktur yang sehat,” kata Onny di Jakarta, Jumat (17/5).

Peningkatan ULN terutama bersumber dari sektor swasta, sedangkan ULN pemerintah relatif stabil.

Dia menguraikan, hingga akhir triwulan I 2019, ULN pemerintah tercatat USD 187,7 miliar atau tumbuh 3,6 persen (YoY) jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Perkembangan tersebut dipengaruhi kenaikan arus masuk dana investor asing di pasar surat berharga negara (SBN).

”Hal ini menunjukkan kepercayaan investor asing yang tinggi terhadap prospek perekonomian Indonesia,” urainya.

Dia menekankan, struktur ULN Indonesia tetap sehat. Kondisi itu tecermin dari rasio terhadap PDB pada akhir triwulan I 2019 yang relatif stabil, yakni 36,9 persen.

Selain itu, struktur ULN Indonesia didominasi jangka panjang yang memiliki porsi 86,1 persen.

Peneliti INDEF Eko Listiyanto menyatakan, pertumbuhan ULN relatif terkendali. Namun, produktivitas ULN pemerintah dan swasta belum optimal dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

”Tampak dari pertumbuhan kuartal I 2019 yang tidak banyak meningkat,” jelasnya.

Pada kuartal II, ULN diprediksi meningkat seiring dengan momentum Lebaran. Peningkatan tersebut disebabkan kenaikan permintaan produksi yang diikuti dengan pinjaman di sektor swasta.

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah mengatakan, pertumbuhan utang sebenarnya adalah konsekuensi dari defisit APBN yang ditetapkan pemerintah dan DPR.

Ukuran untuk mengatakan apakah utang masih baik atau berbahaya diawali dengan melihat APBN dan defisitnya.

”Kalau kami lihat APBN dan defisitnya, saya harus mengatakan masih sangat baik bahkan dapat dikategorikan terlalu konservatif,” jelasnya.

Untuk memaksimalkan fungsi APBN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, semestinya APBN tidak konservatif dengan batasan defisit 3 persen APBN.

Seharusnya, APBN mempunyai ruang kapan defisit boleh lebih dari 3 persen dan kapan di bawah 3 persen.

”Apabila strategi pengelolaan APBN ini kami pilih, utang pemerintah seharusnya tidak lagi menjadi isu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dia menyatakan, rasio utang terhadap PDB masih di kisaran 30 persen PDB, yakni jauh di bawah batas aman 60 persen.

Yang perlu menjadi sedikit perhatian adalah debt service ratio yang masih tinggi. Namun, itu tidak terlalu buruk karena pemerintah tidak pernah gagal bayar.

”Sejauh ini pemerintah belum maksimal memanfaatkan APBN sesuai fungsinya itu. Pertumbuhan ekonomi terjebak di kisaran 5 persen, justru ini yang bahaya,” paparnya. (ken/nis/c12/oki/R4)

Continue Reading

EKONOMI

Agresif Perkuat Jaringan, XL Axiata Garap Pasar Indonesia Timur, Termasuk NTT

Published

on

XL Axiata. Foto: XL

Jakarta, penatimor.com – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus meningkatkan kualitas jaringan data di kawasan timur Indonesia.

Selain Jawa Timur (Jatim) dan Bali, peningkatan mutu dilakukan di Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi.

XL Axiata agresif memperkuat jaringan seiring dengan tumbuhnya traffic dan naiknya jumlah pelanggan di kawasan tersebut.

Group Head XL Axiata East Region Mochamad Imam Mualim menyebutkan, kawasan Indonesia Timur memiliki lebih dari 32 ribu BTS. Termasuk sekitar 8.300 BTS 4G.

’’Total pelanggan kami sekitar 12,6 juta di area Jatim, Bali, NTB, NTT, dan Sulawesi,’’ ujarnya, Rabu (15/5).

Akibat banyaknya pelanggan, traffic layanan di kawasan itu juga tinggi. Data XL Axiata mencatat bahwa pertumbuhan traffic setahun terakhir mencapai 58 persen.

’’Capaian ini tentu kami imbangi dengan pembangunan infrastruktur jaringan yang memadai agar kualitas layanan tetap prima,’’ kata Imam.

Sementara itu, khusus menyambut libur Lebaran yang makin dekat, XL Axiata menyiapkan produk layanan dan kapasitas jaringan di Indonesia Timur yang meliputi 10 provinsi.

’’Kapasitas jaringan di seluruh area rata-rata sudah ditingkatkan menjadi dua kali lipat untuk mengantisipasi kenaikan traffic,’’ ungkapnya.

Imam memprediksi kenaikan traffic mencapai 43 persen. Khusus Jatim, peningkatan tertinggi diperkirakan terjadi di Sampang dan Banyuwangi seperti tahun lalu.

Di Bali, kenaikan tertinggi tercatat di Buleleng. Di NTB, lonjakan yang cukup signifikan terjadi di Lombok Timur.

’’Kemudian, kalau berbicara jaringan, selain meningkatkan kapasitas secara umum sesuai dengan kebutuhan, kami telah menyiapkan dukungan mobile BTS (MBTS) di sejumlah wilayah yang memerlukan,’’ paparnya. (car/c14/hep/R4)

Continue Reading

EKONOMI

Lion Air Tawarkan Tarif Promo 50 Persen

Published

on

Pesawat Lion Air (NET)

Jakarta, penatimor.com – Maskapai Lion Air Group memberikan diskon 50 persen bertajuk #rindukampunghalaman khusus rute penerbangan domestik.

“Lion Air menawarkan pelanggan, pebisnis maupun wisatawan (travelers) dalam mempersiapkan rencana perjalanan udara saat momen terbaik Lebaran dan liburan tahun ini,” ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro.

Harga jual tiket 50 persen di bawah tarif normal mulai 16 Mei hingga 15 Juni 2019, tersedia dengan jumlah kursi terbatas serta mengikuti syarat dan ketentuan.

Bagi travelers dapat memperoleh tarif promo melalui transaksi pembelian di website resmi www.lionair.co.id , Mobile App Lion Air, kantor penjualan tiket Lion Air Group atau agen perjalanan (online dan korporasi).

“Tarif yang berlaku belum termasuk pelayanan jasa penumpang udara (PSC), pajak pertambahan nilai (PPN) dan biaya asuransi (Iuran Wajib Jasa Raharja/ IWJR),” jelas Danang.

Kehadiran promo 50 persen merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada travelers selama ini atas kepercayaan terbang bersama Lion Air dan telah mendukung Lion Air meningkatkan kinerja ketepatan waktu operasional (on time performance/ OTP).

Pencapaian tingkat OTP terbaru yakni 85,2 persen sepanjang April 2019 dengan total 12.300 penerbangan dari rata-rata 400-420 frekuensi terbang per hari, yang dilayani ke lebih dari 51 kota tujuan domestik dan internasional.

OTP April tahun ini menunjukkan angka tertinggi atau meningkat 23 persen dibandingkan 69,2 persen di bulan yang sama pada 2018 dan 64,9 persen pada 2017.

Selain itu, tarif promo #rindukampunghalaman adalah salah satu wujud kesungguhan Lion Air dalam menjawab tingginya permintaan pasar penerbangan dan wisata sejalan tren baru di dunia traveling sejak beberapa tahun belakangan.

Lion Air berharap dengan diskon 50 persen, travelers memiliki kesempatan untuk mengunjungi kampung halaman atau berbagai kota semakin besar, yang menyuguhkan potensi bisnis serta destinasi instagramable sesuai tren perjalanan kekinian.

Sejalan menghadirkan tarif promo 50 persen #rindukampunghalaman, Lion Air menawarkan tren perjalanan udara simpel.

“Apabila travelers akan membawa bagasi saat bepergian maka bisa membeli bagasi. Sebaliknya, bila berangkat tanpa bagasi, maka tidak perlu membayar bagasi. Konsep ini memberikan nilai lebih ekonomis serta terjangkau yang disesuaikan kebutuhan,” tandas Danang.(chi/jpnn/R4)

Continue Reading




Loading...

Trending

error: Content is protected !!