Connect with us

PENDIDIKAN

88.399 Siswa SMK/SMA di NTT Ikut UNBK 2019

Published

on

Rapat dengar pendapat Komisi V DPRD NTT dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, di ruang komisi itu, Senin (18/2/2019).

Kupang, Penatimor.com – Sebanyak 88.399 siswa SMK dan SMA/MA yang tersebar di 650 sekolah menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019, sedangkan yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Pensil Kertas (UNPK) sebanyak 15.257 yang tersebar di 85 sekolah baik negeri maupun swasta.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Benyamin Lola sampaikan ini dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPRD NTT, Senin (18/2/2019).

Benyamin menguraikan, jumlah SMK dan SMA/MA yang ada di NTT sebanyak 735 sekolah, yang terdiri dari SMK sebanyak 252 sekolah dan SMA/MA sebanyak 483 sekolah. Dari jumlah sekolah yang ada, yang menyelenggarakan UNBK sebanyak 650 sekolah yang terdiri dari SMK ada 230 sekolah atau sebanyak 21.481 siswa dan SMA/ MA ada 420 sekolah atau sebanyak 56.918 siswa.

Sementara itu, lanjutnya, jumlah SMK dan SMA/SMK yang menyelenggarakan UNPK sebanyak 85 sekolah yang terdiri dari SMK sebanyak 22 sekolah atau 2.534 siswa dan SMA/MA sebanyak 63 sekolah atau 12.723 siswa. Jika dipersentasekan, maka SMK yang menyelenggarakan UNBK sebesar 82,44 persen dan SMA/MA sebesar 470,32 persen. Sementara itu, yang menyelenggarakan UNPK, untuk SMK sebesar 1,56 persen dan SMA/MA sebesar 29,68 persen.

“Dari data yang ada, terjadi kenaikan dan penurunan jumlah sekolah yang menyelenggarakan UNBK dan UNPK bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 30,16 persen untuk SMK dan 36,34 persen untuk SMA/MA,” kata Benyamin.

Dia menyampaikan, pemerintah pusat menargetkan pada tahun ini pelaksanaan UN sudah berbasis komputer. Namun ada sejumlah kendala yang masih dihadapi, sehingga target yang ditetapkan itu belum tercapai. Memang untuk mengatasi kendala soal sarana- prasarana, pemerintah memberi ruang kepada sekolah untuk meminjam laptop agar bisa digunakan pada saat pelaksanaan UN.

Selain itu, menggunakan fasilitas komputer di sekolah lain dengan radius paling jauh lima kilometer. Pemerintah tidak memaksakan agar semua sekolah harus menyelenggarakan UNBK untuk merealisasikan target yang ditetapkan. Ini sangat bergantung pada kesiapan masing- masing sekolah penyelenggara UN.

“Kendala yang kita hadapi dalam merealisasikan target UNBK karena sekolah diberi ruang untuk mendaftar secara langsung melalui online. Sedangkan Dinas Pendidikan, hanya diberitahu bahwa sekolah tersebut sudah mendaftar sebagai peserta UNBK,” terang Benyamin.

Dia berpendapat, walau sekolah diberi ruang yang seluas- luasnya untuk melakukan pendaftaran secara online, tapi pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan pihak sekolah. Ini untuk memastikan sejauhmana kesiapan masing- masing sekolah dalam menghadapi UNBK, terutama aspek sarana- prasarana, jaringan internet dan listrik.

Ketua Komisi V DPRD, Jimi Sianto pada kesempatan itu meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk terus melakukan pemantauan, koordinasi dan pengawasan terkait pelaksanaan UN, baik yang berbasik komputer maupun pensil kertas. Untuk menuntaskan persoalan pendidikan, harus menyampaikan secara komprehensif tentang data masing- masing sekolah, baik negeri maupun swasta. (R2)

Advertisement
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PENDIDIKAN

Rayakan Kelulusan, Berkendara Tanpa Helm, Ratusan Motor Diamankan

Published

on

Petugas Satlantas Polres Kupang Kota tampak menilang pengendara yang melakukan pelanggaran di Jl. Prof.W.Z. Yohanes Kupang, Senin (14/5).

Kupang, penatimor.com – Aksi corat coret seragam mewarnai perayaan kelulusan siswa SMA di Kota Kupang, Selasa (14/5).

Tak hanya seragam yang dicoret dengan spidol dan cat semprot, namun ada sebagian besar pelajar yang mencat seluruh wajah dan rambut.

Mereka juga melakukan konvoi kendaraan. Selain aksi ini menyebabkan kemacetan, mereka tampak mengabaikan keselamatan dengan tidak memakai helm.

Kebanyakan pelajar yang tidak memiliki SIM dan membawa serta STNK, serta berboncengan tiga orang.

Aparat kepolisian dari Sat Lantas Polres Kupang Kota pun sigap melakukan penindakan dengan menilang para pelajar yang berkendara tanpa helm tersebut.

Tidak sedikit sepeda motor yang diamankan, dan pemiliknya diberikan surat tilang.

Sepeda motor yang diamankan langsung diangkut menggunakan truk dan pikap ke kantor Satlantas di Jl. Nangka, Oebobo.

Selain pihak Satlantas, sejumlah personel Satuan Shabara Polres Kupang Kota juga ikut memantau situasi perayaan kelulusan di sejumlah SMA.

Seperti Hiler Henuk yang mengendarai sepeda motor Honda Beat, ditilang polantas lantaran berkendara tanpa mengenakan helm dan membonceng dua temannya.

Dia ditahan polisi di Jl. Prof. W.Z. Yohanes, tepatnya depan SMK Negeri 1 Kupang.

Hiler sempat berusaha menghindari polantas, namun akhirnya menyerahkan diri.

“Saya dari SMA 1 dengar kelulusan dan mau pulang rumah di Sikumana,” kata Hiler yang pasrah sepeda motornya diamankan polisi. (R3)

Continue Reading

PENDIDIKAN

Microscope Dancer Juarai Lomba Tari Kreasi Tradisional di Pensi Unwira Kupang

Published

on

Microscope Dancer

Kupang, penatimor.com – Acara penutupan kegiatan pekan ilmiah dan seni (Pensi) ke-3 Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang berlangsung meriah di Aula Informatika Unwira, Jl. San Juan, Penfui, Sabtu (11/5).

Rektor Unwira Kupang Pater. Dr. Philipus Tule, SVD., menyampaikan terima kasih, kepada panitia, juri, sponsor, media patner, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, dan para peserta lomba.

Rektor juga secara resmi menutup kegiatan ini yang ditandai dengan menabuh gong.

Penutupan kegiatan ini juga ditandai dengan pembagian hadiah dan piala kepada para juara.

Ketua Panitia Umpriadus Umbu Paji, dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih, karena acara tersebut boleh berlangsung dengan baik, aman, lancar serta meriah.

“Semarak eforia acara pembukaan, rangkaian kompentensi dalam nuansa kohevisitas sehingga sukacita dalam acara puncak Pisma ke-3,” kata Umpriadus.

Dia mengucapkan terima kasih kepada para peserta di setiap kampus yang berada di Kota Kupang. “Kepada para juara saya ucapkan selamat,” imbuhnya.

Acara juga dimeriahkan dengan penampilan salah satu pemenang lomba tarian kreasi tradisional, Microscope Dancer, dari Analisis Kesehatan Poltekkes Kupang.

Menampilkan Tarian Anui Isei dari Alor, mereka membuat para hadirin terpesona.

“Ini adalah lomba perdana di luar kampus yang kami ikuti. Kami cuma latihan sebulan, tapi bisa juara 1. Kami semua merasa sangat senang,” ungkap Ketua Tim Microscope Dancer. (R3)

Continue Reading

PENDIDIKAN

Unwira Kupang Gelar Pisma Ke-3

Published

on

Kegiatan Pisma ke-3 berlangsung di Aula Informatika Unwira Kupang, Jl. San Juan, Penfui, Kamis (2/5).

Kupang, penatimor.com – Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang, menggelar kegiatan Pekan Ilmiah dan Seni Mahasiswa (Pisma) ke- 3.

Tema yang diusung adalah Budaya Lokal dan Kemajuan Teknologi, Tantangan Peluang Bagi Generasi Milenial.

Pembukaan kegiatan tersebut ditandai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya diiringi alunan musik Sasando, sekira pukul 18.00.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Informatika Unwira Kupang, Jl. San Juan, Penfui, Kamis (2/5).

Rektor Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang Pater. Dr. Philipus Tule, SVD., dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih karena kegiatan Pekan Ilmiah dan Seni Mahasiswa ditanggapi dengan baik oleh seluruh universitas di Kota Kupang.

“Melalui tema kali ini, Budaya Lokal dan Kemajuan Teknologi, Tantangan dan Peluang, memang suatu tema yang sangat penting dan sangat mendesak,” kata Philipus.

Menurut Rektor, karena kita selalu berpikir bahwa ini masalah peluang dan tantangan, dimana dua hal yang selalu kita sadari akan peluang ini.

Karena kesadaran budaya lokal sangat penting dan harus dijaga, supaya kita jangan terbawa oleh arus perkembangan teknologi zaman now atau perkembangan teknologi zaman millenial.

Sementara, Ketua Senat Unwira Kupang, Emanuel Kosat, mengungkapkan tema yang diangkat dalam Pisma, bahwa mahasiswa saat ini harus dapat mendidik dirinya sendiri, dan budi pekerti, dalam membagun karakter pada budaya bangsa.

Kegiatan Pisma Unwira ke-3 dibuka oleh Adilino Soares mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT.

Ketua Panitia Umpriadus Umbu Paji kepada wartawan, mengatakan, kegiatan Pisma dilaksanakan dari tanggal 2-11 Mei 2019.

Jenis kegiatan yang dilombakan adalah, lomba tarian tradisional, lomba puisi, lomba menulis essay, lomba debat, pidato berbahasa Inggris, lomba membuat film pendek.

Kegiatan Pisma ini melibatkan mahasiswa Unwira di setiap Prodi dan universitas di Kota Kupang.

Terpantau, usai acara pembukaan, dilanjutkan dengan lomba pidato berbahasa Inggris.

Kegiatan ini juga didukung oleh Pemerintah Provinsi NTT, dengan media partner iNews Kupang, Timor Express, Victory News, Vox NTT,
Pena Timor, dan Garda Indonesia.

Pisma Unwira ini juga disponsori oleh Bank BNI, Bank Bukopin, Angelo Bakery, Komunitas Leko, Grapari Telkomsel Kupang, dan Akuavit.

“Untuk semuanya ini kami sampaikan banyak terima kasih,” tutup Philipus. (R3)

Continue Reading




Loading...

Trending

error: Content is protected !!