Connect with us

PENDIDIKAN

Pastikan Kesiapan UNBK, Winston Rondo Kunjungi Lima Sekolah di TTS

Published

on

Anggota DPRD NTT, Winston Neil Rondo saat kunker di SMAN Oeleu, di Kecamatan Kolbano, TTS beberapa waktu lalu.

Kupang, Penatimor.com – Anggota Komisi V DPRD NTT, Winston Neil Rondo dalam kunjungan kerja (Kunker) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), berkesempatan mengunjungi lima sekolah di daerah itu.

Kepada wartawan di Kupang, Winston mengatakan, kunker tersebut dalam rangka memastikan kesiapan sekolah maupun siswa dalam menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019.

Lima sekolah yang dikunjungi, yaitu SMKN Batu Putih di Kecamatan Batu Putih, SMAN Kusi di Kecamatan Kuanfatu, SMAN Oeleu di Kecamatan Kolbano, SMAN Noebeba di Kecamatan Kuanfatu, SMA GMIT Tunas Harapan di Desa Olais, Kecamatan Kuanfatu, TTS.

“Sekolah-sekolah ini masih berkutat dengan persoalan izin dan belum memiliki fasilitas, atau sarana dan prasarana yang layak,” ungkap Winston.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD NTT ini menyebutkan, kondisi SMAN Kusi yang baru dibangun sekitar satu atau dua tahun terakhir masih menggunakan gedung darurat dan juga meminjam ruangan di SMPN Kusi.

“Di sana kami lihat sekolah ini karena baru buka sehingga siswanya berjumlah sekira 40 orang, dan masih berkutat dengan persoalan izin. Karena itu, kami minta kepala sekolahnya segera koordinasi¬†dengan pemerintah dalam hal ini dinas pendidikan untuk segera mendapatkan izin sekolah filial,” sebutnya.

Sementara SMAN Oeleu, lanjut Winston, sekolah ini baru dibuka pada tahun 2018 atau baru setahun yang lalu, dengan jumlah siswa 30 sampai 40 orang. Aparat desa setempat telah membangun ruang kelas sementara atau darurat, dan juga sudah ada guru yang mengajar.

“Masyarakat telah menghibahkan lahan seluas 1 hektare, tetapi mereka masih mengurus izin sehingga kami melihat langsung lokasi tersebut, dan kami meminta dan berharap dinas pendidikan setempat dapat melakukan assessment dan memberikan izin sebagaiman telah diusulkan,” kata Winston.

Dia mengungkapkan, Kecamatan Kolbano dan beberapa kecamatan lain di Kabupaten TTS merupakan daerah terisolir (remote area), jarak antara satu desa dengan desa yang lain sekitar 7 sampai 10 kilometer, dengan kondisi berbukit dan lembah.

“Jadi kami mengunjungi beberapa sekolah yang baru dibuka, kami memantau langsung, berdialog dengan masyarakat. Ada SMA GMIT Tunas Harapan di Desa Olais, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten TTS. Ini betul-betul kecamatan terisolasi, siswa sekitar 30 orang,” jelasnya.

“Kami sudah ketemu, dialog, semangat belajarnya tinggi, guru-gurunya, kita harap mereka segera mengurusi izinnya. Sekolah ini memiliki sekolah pendukung 3 SMP, lahan sudah ada, komite juga sudah dibentuk,” imbuhnya.

Sebagai anggota DPRD NTT, Winston mengapresiasi tingginya minat masyarakat untuk mendekatkan fasilitas atau sarana dan prasarana pendidikan ke permukiman warga. Karena selama ini tingkat anak putus sekolah di daerah itu sangat tinggi.

“Karena memang jaraknya bukan main, lumayan jauh dari ibu kota kecamatan di Kuanfatu dengan medan cukup terjal. Dan sekolah-sekolah ini dibangun di batas-batas kecamatan sehingga desa atau kecamatan lain bisa gabung,” katanya.

Dia menyampaikan, banyak anak-anak yang memiliki potensi dalam pendidikan tetapi justru tidak bisa bersekolah, ataupun kalau sekolah mereka terpaksa harus tinggal dengan orang lain, dan karena tinggal dengan orang itu, mereka disuruh bekerja keras sehingga banyak yang tidak bisa bersekolah dengan baik.

“Karena itu, inisiatif ini datangnya dari desa, dan gereja yang kemudian mendorong sehingga sekolah- sekolah ini dibangun,” ujar Winston yang juga adalah Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi NTT itu.

Winston berargumen, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak membantu masyarakat memiliki sekolah. Pasalnya, syarat- syarat sangat terpenuhi misalkan untuk sekolah atau SMP pendukung, atau urusannya dengan jarak minimal 5 kilometer, lahan/lokasi sekolah yang sudah tersedia, dihibahkan oleh masyarakat.

“Dengan mengunjungi sekolah- sekolah ini, saya ingin melakukan akselerasi atau percepatan, mempertemukan keinginan kuat masyarakat membangun pendidikan, dengan proses izin dengan memfasilitasi pemerintah untuk sarana dan prasarana pendidikan,” katanya.

Dia berharap, Pemerintah bersama DPRD bisa mendorong percepatan pembangunan khususnya bidang pendidikan, agar inisiatif dan harapan masyarakat untuk memperolah hak pendidikan jangan sampai kandas di tengah jalan.

“Jangan sampai kemudian yang terjadi, inisiatif masyarakat ini tidak dikonfirmasi oleh dinas, dan pada saat berjalan, makin banyak siswanya terus disuruh tutup lagi, seperti kejadian-kejadian yang lalu di tempat lain,” katanya.

Winston menyatakan, DPRD NTT mendukung penuh inisiatif masyarakat untuk mendapatkan kemudahan terhadap akses pendidikan. DPRD juga siap memperjuangkan agar sekolah-sekolah ini bisa memenuhi persyaratan dan mendapatkan proses perizinan, sehingga pada akhirnya bisa mendapatkan sarana dan prasarana pendidikan yang layak.

“Bagi kami, ini merupakan sebuah proses penting yang harus diapresiasi, karena inisiatif ini lahir dari rahim masyarakat, mereka rela menyerahkan tanahnya dengan sukarela, bahkan mereka bangun sendiri gedung-gedung sekolah darurat hanya demi anak-anak mereka bisa nyaman mendapatkan ilmu di bangku pendidikan,” ujarnya.

Dia menambahkan, tugas anak-anak adalah belajar, dan tugas guru- guru mengajar dengan baik dan nyaman serta terjamin kesejahteraannya. Sedangkan tugas pemerintah adalah menyediakan fasilitas, sarana dan prasarana yang memadai untuk dalam kerangka memenuhi hak masyarakat memperoleh pendidikan yang layak. (R2)

Advertisement
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PENDIDIKAN

Rayakan Kelulusan, Berkendara Tanpa Helm, Ratusan Motor Diamankan

Published

on

Petugas Satlantas Polres Kupang Kota tampak menilang pengendara yang melakukan pelanggaran di Jl. Prof.W.Z. Yohanes Kupang, Senin (14/5).

Kupang, penatimor.com – Aksi corat coret seragam mewarnai perayaan kelulusan siswa SMA di Kota Kupang, Selasa (14/5).

Tak hanya seragam yang dicoret dengan spidol dan cat semprot, namun ada sebagian besar pelajar yang mencat seluruh wajah dan rambut.

Mereka juga melakukan konvoi kendaraan. Selain aksi ini menyebabkan kemacetan, mereka tampak mengabaikan keselamatan dengan tidak memakai helm.

Kebanyakan pelajar yang tidak memiliki SIM dan membawa serta STNK, serta berboncengan tiga orang.

Aparat kepolisian dari Sat Lantas Polres Kupang Kota pun sigap melakukan penindakan dengan menilang para pelajar yang berkendara tanpa helm tersebut.

Tidak sedikit sepeda motor yang diamankan, dan pemiliknya diberikan surat tilang.

Sepeda motor yang diamankan langsung diangkut menggunakan truk dan pikap ke kantor Satlantas di Jl. Nangka, Oebobo.

Selain pihak Satlantas, sejumlah personel Satuan Shabara Polres Kupang Kota juga ikut memantau situasi perayaan kelulusan di sejumlah SMA.

Seperti Hiler Henuk yang mengendarai sepeda motor Honda Beat, ditilang polantas lantaran berkendara tanpa mengenakan helm dan membonceng dua temannya.

Dia ditahan polisi di Jl. Prof. W.Z. Yohanes, tepatnya depan SMK Negeri 1 Kupang.

Hiler sempat berusaha menghindari polantas, namun akhirnya menyerahkan diri.

“Saya dari SMA 1 dengar kelulusan dan mau pulang rumah di Sikumana,” kata Hiler yang pasrah sepeda motornya diamankan polisi. (R3)

Continue Reading

PENDIDIKAN

Microscope Dancer Juarai Lomba Tari Kreasi Tradisional di Pensi Unwira Kupang

Published

on

Microscope Dancer

Kupang, penatimor.com – Acara penutupan kegiatan pekan ilmiah dan seni (Pensi) ke-3 Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang berlangsung meriah di Aula Informatika Unwira, Jl. San Juan, Penfui, Sabtu (11/5).

Rektor Unwira Kupang Pater. Dr. Philipus Tule, SVD., menyampaikan terima kasih, kepada panitia, juri, sponsor, media patner, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, dan para peserta lomba.

Rektor juga secara resmi menutup kegiatan ini yang ditandai dengan menabuh gong.

Penutupan kegiatan ini juga ditandai dengan pembagian hadiah dan piala kepada para juara.

Ketua Panitia Umpriadus Umbu Paji, dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih, karena acara tersebut boleh berlangsung dengan baik, aman, lancar serta meriah.

“Semarak eforia acara pembukaan, rangkaian kompentensi dalam nuansa kohevisitas sehingga sukacita dalam acara puncak Pisma ke-3,” kata Umpriadus.

Dia mengucapkan terima kasih kepada para peserta di setiap kampus yang berada di Kota Kupang. “Kepada para juara saya ucapkan selamat,” imbuhnya.

Acara juga dimeriahkan dengan penampilan salah satu pemenang lomba tarian kreasi tradisional, Microscope Dancer, dari Analisis Kesehatan Poltekkes Kupang.

Menampilkan Tarian Anui Isei dari Alor, mereka membuat para hadirin terpesona.

“Ini adalah lomba perdana di luar kampus yang kami ikuti. Kami cuma latihan sebulan, tapi bisa juara 1. Kami semua merasa sangat senang,” ungkap Ketua Tim Microscope Dancer. (R3)

Continue Reading

PENDIDIKAN

Unwira Kupang Gelar Pisma Ke-3

Published

on

Kegiatan Pisma ke-3 berlangsung di Aula Informatika Unwira Kupang, Jl. San Juan, Penfui, Kamis (2/5).

Kupang, penatimor.com – Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang, menggelar kegiatan Pekan Ilmiah dan Seni Mahasiswa (Pisma) ke- 3.

Tema yang diusung adalah Budaya Lokal dan Kemajuan Teknologi, Tantangan Peluang Bagi Generasi Milenial.

Pembukaan kegiatan tersebut ditandai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya diiringi alunan musik Sasando, sekira pukul 18.00.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Informatika Unwira Kupang, Jl. San Juan, Penfui, Kamis (2/5).

Rektor Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang Pater. Dr. Philipus Tule, SVD., dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih karena kegiatan Pekan Ilmiah dan Seni Mahasiswa ditanggapi dengan baik oleh seluruh universitas di Kota Kupang.

“Melalui tema kali ini, Budaya Lokal dan Kemajuan Teknologi, Tantangan dan Peluang, memang suatu tema yang sangat penting dan sangat mendesak,” kata Philipus.

Menurut Rektor, karena kita selalu berpikir bahwa ini masalah peluang dan tantangan, dimana dua hal yang selalu kita sadari akan peluang ini.

Karena kesadaran budaya lokal sangat penting dan harus dijaga, supaya kita jangan terbawa oleh arus perkembangan teknologi zaman now atau perkembangan teknologi zaman millenial.

Sementara, Ketua Senat Unwira Kupang, Emanuel Kosat, mengungkapkan tema yang diangkat dalam Pisma, bahwa mahasiswa saat ini harus dapat mendidik dirinya sendiri, dan budi pekerti, dalam membagun karakter pada budaya bangsa.

Kegiatan Pisma Unwira ke-3 dibuka oleh Adilino Soares mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT.

Ketua Panitia Umpriadus Umbu Paji kepada wartawan, mengatakan, kegiatan Pisma dilaksanakan dari tanggal 2-11 Mei 2019.

Jenis kegiatan yang dilombakan adalah, lomba tarian tradisional, lomba puisi, lomba menulis essay, lomba debat, pidato berbahasa Inggris, lomba membuat film pendek.

Kegiatan Pisma ini melibatkan mahasiswa Unwira di setiap Prodi dan universitas di Kota Kupang.

Terpantau, usai acara pembukaan, dilanjutkan dengan lomba pidato berbahasa Inggris.

Kegiatan ini juga didukung oleh Pemerintah Provinsi NTT, dengan media partner iNews Kupang, Timor Express, Victory News, Vox NTT,
Pena Timor, dan Garda Indonesia.

Pisma Unwira ini juga disponsori oleh Bank BNI, Bank Bukopin, Angelo Bakery, Komunitas Leko, Grapari Telkomsel Kupang, dan Akuavit.

“Untuk semuanya ini kami sampaikan banyak terima kasih,” tutup Philipus. (R3)

Continue Reading




Loading...

Trending

error: Content is protected !!