Connect with us

HUKRIM

1.785 Liter Sopi Seharga Rp 40,6 Juta Dimusnahkan di Manggarai Barat

Published

on

Kapolsek Kuwus Ipda Alvian Hidayat dan Camat Kuwus Fransiskus Pria serta aparat pemerintah setempat lainnya memusnahkan miras dengan cara ditumpahkan ke tanah di halaman Mapolsek Kuwus, Senin (11/2).

Labuan Bajo, penatimor.com – Pihak Polsek Kuwus, Polres Manggarai Barat, memusnahkan ribuan liter minuman keras beralkohol jenis sopi di halaman Mapolsek Kuwus, Senin (11/2).

Kapolsek Kuwus Ipda Alvian Hidayat pada kesempatan itu, mengatakan, penyitaan dan pemusnahan miras tersebut dilakukan dalam rangka cipta kondisi jelang Pemilu Serentak 2019 yang aman dan damai di wilayah Kabupaten Manggarai Barat.

Menurut Kapolsek, operasi miras akan terus dilakukan untuk meminimalisir peredaran miras di wilayah hukum Polsek Kuwus.

“Sopi ini sebenarnya digunakan untuk acara adat, tetapi banyak yang menyalahgunakan untuk mabuk-mabukan,” ungkap Kapolsek Alvian Hidayat.

“Kami minta warga melapor jika ditemukan minuman keras dalam jumlah besar, karena bisa memicu kriminalitas di masyarakat,” lanjut dia.

Kapolsek katakan, sopi yang disita dari para penjual sebanyak 1.785 liter dan jika diuangkan mencapai Rp 40.600.000.

Pemusnahan ribuan liter miras lokal tersebut dilakukan dengan cara dituangkan di dalam lubang tanah, selanjutnya lubang tersebut ditimbun.

Turut hadir dalam acara pemusnahan miras tersebut, Camat Kuwus Fransiskus Pria, Camat Kuwus Barat Vitus Supardji, Camat Ndoso Fransiskus Pria, Babinsa 1612-08 Sertu Fabianus Gabi beserta tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. (R3)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Bawa Lari Gadis 16 Tahun Lalu Setubuhi, Pemuda di Kupang Terancam 15 Tahun Penjara

Published

on

Ilustrasi (NET)

Kupang, penatimor.com – Seorang pemuda di Kupang dipolisikan atas dugaan pencabulan anak di bawah umur.

Terlapor bernama Jems M (19), sementara korban nya berinisial MB (16) yang berstatus pelajar di salah satu SMA swasta di Kota Kupang.

Kapolsek Oebobo Kompol I Ketut Saba  yang dikonfirmasi di ruangan kerjanya, membenarkan.

Menurut Kapolsek, kasus ini berawal saat korban pergi dari rumah pada (24/5), dan nginap di rumah temannya di belakang super market Dutalia, Kelurahan Oesapa.

Korban lalu mengirim pesan via messenger ke terlapor pada (28/5) untuk bertemu.

Keesokan hari nya terlapor membawa pergi MB ke kos yang beralamat Jl. Bhakti Karang, RT 37/RW 11, Kelurahan Oebobo.

“Selama tinggal bersama di tempat kos, korban dan pelaku berhubungan badan layak nya suami istri,” sebut Kapolsek.

Selanjutnya pada (4/6), korban pulang ke rumah untuk mengambil pakaiannya karena waktu keluar dari rumah dia tidak membawa pakaian.

Sesampai di rumah nya, korban juga menipu orangtua nya bahwa selama ini dia pergi mencari kerja sebagai sales.

Selanjutnya, pada (8/6), korban pergi lagi dari rumah untuk bertemu dengan terlapor di kost tersebut.

Atas kepergian korban, orangtua nya mencurigai terlapor yang membawa putri mereka, sehingga orangtua korban membawa foto korban untuk mencari di kost terlapor, dan mendapati korban berada di salah satu kamar kost.

Orangtua korban kemudian membuat laporan polisi Nomor:LP/B/85/VI/2019 tanggal 12 Juni 2019.

“Pelaku sudah ditangkap dan diamankan di Polsek Oebobo. Berkas perkara dalam minggu ini dikirim ke Kejaksaan,” terang Kapolsek.

Terlapor dikenakan Pasal 81 Ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan dari UU Pasal 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Sub Pasal 64 Ayat 1 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. (wil)

Continue Reading

HUKRIM

Lidik Kasus Tanah Jonas Salean, Jaksa Periksa 3 Notaris

Published

on

Mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean saat mendatangi kantor Kejati NTT, pekan lalu.

Kupang, penatimor.com – Tim penyelidik Bidang Pidsus Kejati NTT terus mengembangkan penyelidikan perkara dugaan korupsi terkait lahan milik mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean.

Dalam sepekan terakhir, tim penyidik terus melakukan pemeriksaan saksi.

Saksi yang diperiksa termasuk tiga orang notaris di Kota Kupang, masing-masing Zantje Tomasowa, Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Ketiga notaris ini diperiksa terpisah. Zantje diperiksa terlebih dahulu, kemudian disusul Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Zantje saat itu diperiksa dari pukul 15.00-18.00, selaku notaris yang membuat akta jual beli dengan Mourest Patty.

Saat ditanyakan, apakah ada maksud lain di antara Jonas Salean dan Mourest Patty dalam pembuatan akta jual beli tersebut, Zantje mengaku tidak tahu.

Zantje saat diwawancarai usai pemeriksaan, kepada wartawan, mengaku diperiksa terkait perkara dugaan penyerobotan tanah milik mantan Wali Kota Kupang.

“Saya dipanggil penyidik dan sudah berikan keterangan,” kata Zantje sambil berlalu meninggalkan gedung kantor Kejati NTT. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Jaksa Periksa Lee, Suami Linda Liudianto

Published

on

Amos Cadu Hina, SH. (kiri) bersama Lee di kantor Kejati NTT, Senin (24/6).

Kupang, penatimor.com – Penyidik Kejati NTT memeriksa Lee, suami tersangka Linda Liudianto yang terjerat perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair.

Lee memenuhi panggilan penyidik dengan mendatangi kantor Kejati NTT di Jl. Adhyaksa No. 1, pukul 09.00.

Dia didampingi kuasa hukum istrinya, Amos Cadu Hina, SH.

Lee saat diwawancarai mengatakan dirinya siap memberikan keterangan ke penyidik.

“Ada panggilan jadi saya datang memberikan keterangan,” kata Lee.

Sementara, Amos Cadu Hina, menambahkan, suami kliennya tersebut sama sekali tidak terlibat dalam proyek NTT Fair.

“Dia hanya dampingi istri nya saat temui pak Hadmen waktu itu,” kata Amos.

Terpantau, penyidik Kejati NTT hari ini kembali memeriksa tambahan tiga orang tersangka perkara dugaan korupsi NTT Fair, masing-masing Yuli Afra, Dona Toh dan Ferry Jonson Pandie. Mereka diperiksa mulai pukul 13.00. (R1)

Continue Reading




Loading...

Trending

error: Content is protected !!