Connect with us

UTAMA

Plt. Kadis Nakertrans Sebut Gubernur Mendukungnya

Published

on

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat menyambangi gedung kantor Dinas Nakertrans di Jl. Frans Seda sekira pukul 09.00, Senin (14/1).

Kupang, penatimor.com – “Pak Gubernur katakan jalankan tugas sebagaimana biasanya dan tidak boleh mundur, kalau ada apa-apa saya (Gubernur) yang di depan”.

Hal ini diungkapkan Plt. Kadis Naketrans NTT Sisilia Sona kepada wartawan di kantornya usai disambangi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, sekira pukul 09.00, Senin (14/1).

Gubernur hanya beberapa menit berada di kantor tersebut.

Menurut Sisilia, kedatangan gubernur ke kantornya itu untuk memberikan penguatan dan dukungan kepada dia dan stafnya dalam menghadapi aksi massa mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kemanusiaan.

Sisilia mengaku segala proses tetap berjalan sesuai prosedur, dan ditegaskan juga bahwa Satgas Anti Trafficking sudah menjalankan tugas sesuai dengan protap.

Sementara mengenai tuntutan massa aksi, menurut Sisilia pada prinsipnya tetap dihadapi seraya terus membenahi.

Sisilia Sona menjelaskan segala sesuatu yang dilakukan oleh petugas Satgas Anti Trafficking berdasarkan aturan-aturan. Artinya bahwa semua yang dilakukan sudah berdasarkan protap atau SOP.

“Oleh sebab itu biarlah proses ini berjalan sesuai prosedur,” ungkapnya.

Berdasarkan SK moratorium perdagangan orang Gubernur NTT, menurut Sisilia, petugas di lapangan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dalam rangka untuk mencegah terjadinya human trafficking.

Ditegaskan juga oleh Sisilia bahwa petugasnya di lapangan tidak merobek tiket milik Selfiana Etidena dan tidak ada tindakan diskriminasi.

“Kami saat ini masih berproses untuk menyelesaikan kasus ini,”pungkas Sisilia Sona. (R1)

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UTAMA

Pemuda GMIT Klasis Kota Kupang Gelar Prosesi Jalan Salib

Published

on

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore didampingi Ketua Klasis Kota Kupang Pdt. Ellyano Manu-Nalle, Ketua UPP Klasis Kota Kupang Pdt. Johannes Ratu, Ketua Pemuda GMIT David Natun, Ketua Pemuda Klasis Kota Kupang Erens Blegur dan pengurus pemuda lainnya, melepas rombongan prosesi jalan salib pemuda Klasis Kota Kupang di Taman Nostalgia, Kamis (18/4).

Kupang, penatimor.com – Pemuda GMIT Klasis Kota Kupang menggelar prosesi jalan salib VII.

Kegiatan religi ini dibuka oleh Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore, didampingi Ketua Klasis Kota Kupang Pdt. Ellyanor Manu-Nalle, Ketua UPP Klasia Kota Kupang Pdt. Johannes Ratu, Ketua Pemuda GMIT David Natun, Ketua Pemuda Klasis Kota Kupang Erens Blegur dan pengurus pemuda lainnya.

Prosesi jalan salib Pemuda Klasis Kota Kupang ini dimulai dari Taman Nostalgia dan finish di Gereja Syalom Airnona.

Rute prosesi jalan salib dimulai dari Taman Nostalgia, menuju ke Gereja GMIT Kota Baru, GMIT Talitakumi Pasir panjang, GMIT Ebenhezer Oeba, GMIT Koinonia, GMIT Anugrah El Tari, Polda NTT, dan finish di GMIT Syalom Airnona.

Pdt. Ellyanor Manu-Nalle mengatakan, sekalipun Yesus mati di kayu salib, Yesus tetap setia dengan kehendak Bapa-Nya.

Ini pelajaran berharga bagi semua manusia, terutama kaum muda yang harus menjadikan Yesus sebagai teladan dan mau setia mengikuti kehendak Tuhan.

“Di zaman sekarang ini, anak muda menjadi tulang punggung daerah dan bangsa, generasi muda harus mulai menata masa depannya sejak dini, menjadi pengikut Kristus yang setia dengan teladan Yesus,” katanya.

Dia mengatakan, ada isu penting yang menjadi perhatian, dimana kondisi laut sangat memperihatinkan. Laut dijadikan sebagai gerbang sampah dan semua sampah bermuara di laut.

Lalu bagaimana dengan kehidupan di laut, tentunya ini menjadi tugas bersama, baik gereja, pemerintah dan masyarakat untuk menuntaskan masalah sampah di laut.

“Anak muda harus mencintai laut, jangan hanya menikmati keindahan dan kekayaan di laut, tetapi harus menjadi penggerak dan menjadi pelaku kebersihan di laut dan di darat,” katanya.

Dia mengatakan, untuk menjaga kekayaan alam di Kota Kupang terutama di laut, pemerintah harus bekerja sama dengan anak-anak muda gereja, dan semua masyarakat, untuk menjadikan laut sebagai tempat wisata yang bersih dan indah.

“Jadilah anak-anak muda yang mampu membangun relasi dengan Tuhan, membangun relasi dengan sesama, pemerintah, dan hal penting lainnya adalah relasi dengan alam,” kata Pdt. Ellyanor.

Menurutnya, terlaksananya prosesi jalan salib VII ini memang sangat luar biasa, semua atas kerja keras semua pemuda Klasis Kota Kupang, pemuda lintas agama dan semua pengurus pemuda Klasis Kota Kupang.

“Diharapkan dengan terlaksananya prosesi jalan salib VII ini, pemuda gereja semakin terpanggil untuk menjadi pelayan Tuhan, pemuda harus menggunakan masa mudanya untuk melayani Tuhan dengan berbagai talenta yang Tuhan berikan,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore, mengatakan, prosesi jalan salib yang dilakukan Pemuda GMIT Klasis Kota Kupang ini sangat menginspirasi Pemerintah Kota Kupang untuk menjadikannya sebagai wisata rohani.

“Jadi jika di Larantuka ada Semana Santa, maka di Kota Kupang ada prosesi jalan salib pemuda Klasis Kota Kupang, dan juga ada pawai paskah pemuda GMIT. Ini adalah kesempatan emas yang harus dimanfaatkan secara baik. Kreatifitas orang muda harus menjadi sesuatu hal penting dalam daerah ini,” katanya.

Wali Kota mengaku, Pemkot Kupang sangat membutuhkan dukungan dan bantuan dari gereja, khususnya kaum muda, untuk turut memberikan sumbangsi pikiran dan ide-ide kreatif untuk membangun Kota Kupang lebih baik.

“Pemerintah selalu membuka diri untuk menerima semua kritik dan saran serta ide-ide kreatif pemuda, karena orang muda menjadi bagian penting dari pembangunan di daerah, orang muda harus mampu menyalurkan bakat dan telantanya untuk hal-hal yang positif,” katanya.

Menurut Jefri, salah satu tempat pembentukan karakter anak bangsa adalah di rumah ibadah. Di GMIT sendiri, sangat membuka diri dan memberikan kesempatan sebesar-besarnya untuk kaum muda berkreasi.

Gereja menyadari bahwa pemuda adalah masa depan gereja dan bangsa ini, maka sejak dini, pemuda sudah dilibatkan dalam berbagai kegiatan, agar melatih mental dan kemampuannya dalam berpikir, bertindak, dan mampu menjadi agen perubahan.

Mantan anggota DPR RI dua periode ini juga meminta pemuda GMIT dan pemuda lintas agama, agar dapat membantu pemerintah dalam menyelesaikan masalah sampah di Kota Kupang.

“Masalah sampah perlu menjadi perhatian bersama, pemerintah membutuhkan kerja sama semua pihak untuk menangani masalah sampah. Berbagai upaya telah dilakukan, namun yang terpenting adalah tekad bersama untuk menuntaskan masalah sampah,” katanya.

Dia berharap, prosesi jalan salib ini dapat berlangsung dengan aman, dan semua peserta bisa mengikutinya dengan menghayati makna yang terkandung dalam prosesi ini.

“Pemerintah senantiasa mendukung kegiatan gereja. Mari kita bersama-sama membangun daerah ini menjadi lebih baik lagi,” kata Wali Kota Kupang. (R1)

Continue Reading

UTAMA

Kronologi Meninggalnya Brigjen Syaiful Zachri Saat Pantau Pemilu di Labuan Bajo

Published

on

(Dok. Ist/jpnn)

Kupang, Penatimor.com – Polri harus kehilangan salah satu prajurit terbaiknya yakni Brigjen Syaiful Zachri. Pasalnya, perwira tinggi yang menjabat Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri itu meninggal saat sedang bertugas.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, Syaiful Zachri meninggal karena serangan jantung pada Jumat (19/4/2019) siang tadi.

“Benar, beliau gugur dalam tugas saat melaksanakan pengamanan wilayah untuk mengecek tempat pemungutan suara (TPS),” ujar Dedi saat dikonfirmasi, Jumat (19/4).

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah ini menerangkan, mulanya Syaiful bertugas dengan sejumlah anggota Polri lain. Rombongan ini berangkat dari Pelabuhan Pelni Labuan Bajo, Jumat pagi sekitar pukul 06.00.

Rombongan kemudian tiba di Pulau Rinca pukul 08.00 dan langsung melakukan pendakian.

Lalu, pada pukul 10.00, rombongan kembali ke Labuan Bajo. Pukul 10.30, Syaiful dan rombongan menuju Pulau Kelor.

Kemudian, ketika di perjalanan, Syaiful mengeluhkan sesak napas dan pusing, diduga karena kelelahan.

Atas kejadian itu, Syaiful lantas dibawa ke RS Siloam Labuan Bajo. Namun nahas, nyawa Syaiful tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 11.40 waktu setempat.

Selanjutnya jenazah almarhum diterbangkan dari Bandara Komodo, Labuan Bajo menuju Bandara Soekarno Hatta, Jakarta pada pukul 14.00. (R2/jpnn)

Continue Reading

UTAMA

10 Polisi Meninggal saat Bertugas di Pemilu 2019, Salah Satunya Anggota Polres Kupang

Published

on

Dok. Ist

Kupang, Penatimor.com – Sebanyak 10 anggota Polri dikabarkan meninggal dunia saat bertugas mengamankan jalannya proses Pemilu Serentak 2019. Salah satu diantaranya adalah Aipda Stef Pekualu, anggota Polres Kupang, NTT.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo berbelasungkawa atas meninggalnya para anggota Polri saat bertugas menyukseskan Pemilu Serentak 2019.

“Di tengah suksesnya Pemilu Serentak 2019 sebagai salah satu Pemilu langsung terbesar dalam sejarah Indonesia, menyisipkan duka bagi para Bhayangkara Negara, yaitu sepuluh anggota Polri yang gugur dalam rangka tugas menjaga keamanan, kelancaran, dan ketertiban Pemilu Serentak 2019,” ungkap Mendagri Tjahjo Kumolo dalam keterangan persnya, Jumat (19/4/2019).

Penyebab meninggalnya anggota Polri beragam, ada yang disebabkan karena sakit, kelelahan, dan kecelakaan pada saat bertugas.

Mendagri sangat menghormati jasa dan pengabdian para anggota Polri yang gugur dalam mengemban tugas mulia mengamankan Pemilu Serentak 2019.

“Pengabdian dari para anggota Polri yang meninggal dunia dalam tugas suksesnya Pemilu Serentak 2019 sangat luar biasa jasa dan pengabdiannya bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Mereka adalah putra-putra terbaik bangsa,” terang Tjahjo.

Adapun para anggota Polri yang meninggal dunia dalam mengemban tugas mengamankan gelaran pelaksanaan Pemilu Serentak 2019, yaitu.

1. Aiptu M. Saepudin, Bhabinkamtibmas Cilengkrang, Polsek Cileunyi. Gugur karena kelelahan setelah mengawal kotak suara.

2. Aiptu M. Supri, anggota Polresta Sidoarjo. Gugur saat melaksanakan pengamanan TPS 21 di Desa Bareng Krajan, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur.

3. AKP Suratno, Panit Subdit II Ekonomi Ditintelkam Polda Kaltim. Gugur dikarenakan sakit.

4. Brigadir Prima Leion Nurman Sasono, anggota Polsek Cerme, Polres Bondowoso. Gugur dalam kecelakaan menuju TPS.

5. Bripka Ichwanul Muslimin, personel Polres Lombok Tengah, Polda NTB. Gugur karena kecelakaan menuju salah satu Polsek untuk apel kesiapan pengamanan TPS.

6. Aipda Stef Pekualu, anggota Polres Kupang, NTT. Gugur saat pengamanan Pemilu 2019.

7. Brigadir Arif Mustaqim, anggota Brimob Cikarang, Polda Metro Jaya. Gugur saat pengamanan Pemilu 2019.

8. Brigadir Slamet Dardiri, anggota Polsek Tosari, Polres Pasuruan. Gugur dalam kecelakaan saat pengamanan Pemilu 2019.

9. Brigjen Syaiful Zachri, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri.

10. Aiptu Jonter Siringoringo, anggota Polres Dairi, gugur dalam tugas mengamankan TPS.

Tjahjo tak menutup kemungkinan masih adanya prajurit yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit. Untuk itu, ia turut mendoakan kesembuhan aparat yang masih dalam perawatan.

“Bisa jadi masih ada aparat yang sedang sakit dan dalan perawatan di Rumah Sakit. Intinya, kami keluarga besar Kemendagri dan BNPP berbela sungkawa atas prajurit yang gugur dan kami mendoakan bagi yang sedang sakit segera diberi kesembuhan. Kita semua rakyat Indonesia berterimakasih atas dharma baktinya yang tulus kepada NKRI,” pungkasnya. (R2/jpnn)

Continue Reading

Trending

error: Content is protected !!