Connect with us

HUKRIM

Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Pemerkosaan Gadis Sabu oleh 5 Pria di Oebufu

Published

on

Bobby Mooynafi (Foto: Wiliam)

Kupang, penatimor.com – Seorang gadis asal Kabupaten Sabu Raijua (Sarai) berinisial NHB (25), bernasib nahas.

Bagaimana tidak, dia menjadi korban pemerkosaan oleh lima pria yang tidak diketahui identitasnya di salah satu hotel di bilangan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Minggu (16/12/2018) lalu.

Kasus ini pun telah dilaporkan korban ke polisi di Mapolres Kupang Kota, sehari setelah kejadian itu, Senin (17/12/2018).

Korban saat ditemui wartawan, mengisahkan kronologi kasus yang menimpahnya tersebut.

Bermula saat dirinya diajak oleh temannya Dedi Nalle ke salah satu tempat karaoke di wilayah Kuanino pada Sabtu (15/12/2018).

Di tempat karaoke yang beralamat di Jl. Sudirman itu, jelas korban, dirinya bersama Dedi Nalle dan sekitar lima teman lain, meneguk minuman keras.

“Kami minum vodka dan bir tiga botol,” sebut korban sembari mengaku setelah meneguk miras dirinya pun mabuk dan tak sadarkan diri.

Dia mengaku baru sadar pada Minggu (16/12/2018), sekira pukul 11.00. “Saat sadar, saya sudah berada di penginapan itu,” ungkap NHB.

Dia melanjutkan, sesuai pengakuan resepsionis penginapan tersebut, disampaikan kalau dirinya telah diperkosa bergantian oleh lima orang pria.

“Resepsionis itu bilang saya diperkosa oleh lima orang, tapi mereka tidak kenal orang-orang itu,” ungkap korban.

Terkait kasus ini, Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooynafi yang diwawancara di ruang kerjanya, Jumat (11/1) siang, membenarkan adanya laporan polisi kasus dugaan tindak pidana pemerkosaan oleh korban NHB.

“Laporan NHB sudah kami tangani, dan kami sudah memeriksa saksi sebanyak empat orang, termasuk korban,” kata Kasat.

Sedangkan saksi Dedi Nalle yang waktu itu bersama dengan korban, sampai saat ini belum memenuhi panggilan polisi.

“Kami juga belum tahu alasannya apa, dan itu haknya dia. Tapi itu juga adalah hak kita, dan kita akan jadwalkan panggilan kembali, untuk memenuhi penyelidikan dan penyidikan. Kalau tidak hadir kami bisa pakai cara upaya paksa untuk memenuhi pangilan kami,” tandas mantan Kasat Reskrim Polres Sikka itu.

Ditambahkan, setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap semua pihak terkait, maka akan dilakukan gelar perkara untuk menyimpulkan hasil penyelidikan, apakah ditingkatkan ke tahap penyidikan, atau butuh pendalaman penyelidikan.

“Kami akan gelarkan, ditambah dengan hasil visum. Setelah itu kami sudah bisa tetapkan tersangka,” tutup Kasat Reskrim. (R3)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Lidik Kasus Tanah Jonas Salean, Jaksa Periksa 3 Notaris

Published

on

Mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean saat mendatangi kantor Kejati NTT, pekan lalu.

Kupang, penatimor.com – Tim penyelidik Bidang Pidsus Kejati NTT terus mengembangkan penyelidikan perkara dugaan korupsi terkait lahan milik mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean.

Dalam sepekan terakhir, tim penyidik terus melakukan pemeriksaan saksi.

Saksi yang diperiksa termasuk tiga orang notaris di Kota Kupang, masing-masing Zantje Tomasowa, Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Ketiga notaris ini diperiksa terpisah. Zantje diperiksa terlebih dahulu, kemudian disusul Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Zantje saat itu diperiksa dari pukul 15.00-18.00, selaku notaris yang membuat akta jual beli dengan Mourest Patty.

Saat ditanyakan, apakah ada maksud lain di antara Jonas Salean dan Mourest Patty dalam pembuatan akta jual beli tersebut, Zantje mengaku tidak tahu.

Zantje saat diwawancarai usai pemeriksaan, kepada wartawan, mengaku diperiksa terkait perkara dugaan penyerobotan tanah milik mantan Wali Kota Kupang.

“Saya dipanggil penyidik dan sudah berikan keterangan,” kata Zantje sambil berlalu meninggalkan gedung kantor Kejati NTT. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Jaksa Periksa Lee, Suami Linda Liudianto

Published

on

Amos Cadu Hina, SH. (kiri) bersama Lee di kantor Kejati NTT, Senin (24/6).

Kupang, penatimor.com – Penyidik Kejati NTT memeriksa Lee, suami tersangka Linda Liudianto yang terjerat perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair.

Lee memenuhi panggilan penyidik dengan mendatangi kantor Kejati NTT di Jl. Adhyaksa No. 1, pukul 09.00.

Dia didampingi kuasa hukum istrinya, Amos Cadu Hina, SH.

Lee saat diwawancarai mengatakan dirinya siap memberikan keterangan ke penyidik.

“Ada panggilan jadi saya datang memberikan keterangan,” kata Lee.

Sementara, Amos Cadu Hina, menambahkan, suami kliennya tersebut sama sekali tidak terlibat dalam proyek NTT Fair.

“Dia hanya dampingi istri nya saat temui pak Hadmen waktu itu,” kata Amos.

Terpantau, penyidik Kejati NTT hari ini kembali memeriksa tambahan tiga orang tersangka perkara dugaan korupsi NTT Fair, masing-masing Yuli Afra, Dona Toh dan Ferry Jonson Pandie. Mereka diperiksa mulai pukul 13.00. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Heboh di Amarasi Timur, Menantu Tewas di Tangan Mertua

Published

on

Ilustrasi penikaman (NET)

Kupang, penatimor.com – Warga Desa Enoraen, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang dibuat geger dengan kasus dugaan pembunuhan.

Kasus ini terjadi pada Minggu (23/6), pukul 13.45, dan dilaporkan ke Polsek Amarasi Timur dengan Laporan Polisi Nomor: LP/02/VI/2019/Sek Amtim pukul 15.10.

Korban nya adalah Gunawan Kaesnube (25), warga RT 03/RW 02, Desa Enoraen.

Penganiayaan ini terjadi di halaman rumah milik Meynar Aruan, Desa Enoraen, dengan pelaku Adiyanto Takain (46), warga RT 06/RW 03, Desa Enoraen.

Adapun para saksi dalam kasus ini, yang juga warga setempat, masing-masing Ronaldo Dairo, Fance Junedi Ruku (21) dan Aplonius Runesi (27).

Informasi yang dihimpun wartawan, menyebutkan, kasus ini berawal pada saat pelaku menyimpan dendam terhadap korban.

Korban adalah anak menantu dari pelaku, dikarenakan korban menelantarkan anak dan cucu dari pelaku di Kupang.

Sehingga pada saat korban hadir pada acara pesta di Desa Enoraen, pelaku melihat korban kemudian langsung mendekati korban dan menusuk korban menggunakan sebilah pisau tepat pada dada korban sebanyak satu kali.

Akibat dari penusukan tersebut korban langsung terjatuh dan meninggal dunia.

Aparat kepolisian Polsek Kupang Timur yang menerima laporan masyarakat, langsung melakukan tindakan kepolisian, menerima laporan, membuat LP, mendatangi TKP, memasang police line pada TKP dan mengevakuasi korban.

Korban pada saat sekarang sementara dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang guna dilaksanakan autopsi. (wil)

Continue Reading




Loading...

Trending

error: Content is protected !!