Connect with us

UTAMA

Forum Mahasiswa Cipayung Tuntut Wali Kota Kupang Penuhi Janji Politik

Published

on

Forum Mahasiswa Cipayung Plus melakukan unjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Kupang, Kamis (10/1).

Kupang, penatimor.com – Ratusan mahasiswa tergabung dalam Forum Mahasiswa Cipayung Plus yang terdiri dari Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Islam Indonesia (IMII) dan Gerakan Mahasiswa Islam (GMI), melakukan aksi demonstrasi di Gedung DPRD Kota Kupang dan Balai Kota Kupang, Kamis (10/1).

Aksi demonstrasi Forum Cipayung Plus di DPRD Kota Kupang, menuntut Wali Kota Kupang menepati janji politiknya dalam kampanye Pilkada beberapa waktu yang lalu.

Kedatangan Forum Cipayung Plus di Kantor DPRD Kota Kupang diterima enam anggota DPRD Kota Kupang, diantaranya, Tellendmark Daud, Viktor Halengki Haning, Theodora Ewalda Taek, Nithanael Pandie, Abidin Aklis dan Yuvensius Tukung.

Ketua Presidium PMKRI Kota Kupang Engelbertus Boli Tobin, saat menyampaikan pernyataan sikap Forum Cipayung Plus, mengatakan, selama memimpin Kota Kupang 1 tahun 4 bulan, Forum Cipayung Plus belum melihat ada gebrakan yang luar biasa dari Wali Kota Jefri Riwu Kore, terutama janji politik untuk mengatasi masalah air bersih, pendidikan, drainase dan lampu jalan.

Khusus untuk masalah air bersih, Engelbertus katakan, tidak ada perubahan sama sekali, karena sampai saat ini warga Kota Kupang masih kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Engelbertus Boli Tobin melanjutkan, Forum Cipayung Plus memiliki enam tuntutan yang ingin disampaikan kepada DPRD Kota Kupang sebagai mitra Pemerintah Kota Kupang agar segera ditindaklanjuti, yaitu mendesak Pemerintah Kota Kupang agar memperhatikan pendidikan bagi anak-anak yang kurang mampu, menolak kebijakan pemerintah terkait pengadaan lampu hias, karena dinilai memboros energi listrik.

Termasuk mendesak Pemerintah Kota Kupang agar segera merealisasikan penerangan lampu jalan di setiap titik rawan di Kota Kupang.

Selain itu, Forum Cipayung Plus juga mendesak Pemerintah Kota Kupang agar segera mempercepat pembangunan drainase di setiap titik rawan banjir, dan juga mendesak Pemerintah Kota Kupang meningkatkan tata kelola lahan di Kota Kupang secara profesional dan transparan.

Engelbertus mengaku mereka tidak main-main dengan tuntutan dari forum, sebab mereka berjanji apabila semua tuntutan tersebut tidak terealisasi selam enam bulan kedepan, maka para mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Kupang mendesak Pemerintah Kota Kupang untuk mundur dari jabatan.

Menanggapi tuntutan Forum Cipayung Plus,anggota DPRD Kota Kupang Tellendmark Daud, mengaku berterima kasih atas aksi demonstrasi dan berjanji akan menyampaikan tuntutan Forum Cipayung Plus kepada pemerintah.

“Jadi aspirasi ini akan ditindaklanjut sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Memang sebagian besar tuntutannya sudah diintervensi di anggaran 2019. Misalnya lampu jalan yang akan diadakan 1.000 lampu jalan, baju seragam dan drainase,” ujarnya.

Setelah menyampaikan tuntutan di DPRD Kota Kupang, rombongan Cipayung Plus menuju ke Balai Kota Kupang dan diterima oleh Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore, didampingi Penjabat Sekda Yos Rera Beka, Asisten II Thomas Jansen Ga, Asisten III Jacob Laurens Tokoh, Kepala Bappeda Jhon Pelt, Elly Wairata, dan jajaran terkait lainnya.

Wali Kota menyampaikan terima kasih atas kepedulian mahasiswa yang ingin kota ini menjadi lebih baik.

“Untuk drainase baru dianggarkan di tahun 2019, jadi sementara kami kerjakan, untuk pendidikan. Tahun ini kami juga telah anggarkan untuk pengadaan bantuan pakaian seragam sekolah, pengadaan komputer, pelatihan guru-guru dan berbagai kegiatan lain untuk peningkatan mutu pendidikan di Kota Kupang,” ujarnya.

Sementara terkait lampu hias, kata Wali Kota, tuntutan mahasiswa yang menyebutkan bahwa dengan adamya lampu hias ini maka akan mempengaruhi daya listrik di Kota Kupang.

“Hal ini sebenarnya salah, karena daya di Kota Kupang sangat besar dan hanya terpakai sebagian saja. Sehingga dengan kata lain, adanya lampu hias ini tidak akan berpengaruh pada daya di kota ini,” tandas Wali Kota.

“Untuk sebuah kota, tentunya harus ada penataan dan pembangunan. Tidak bisa kita biarkan kota ini gelap terus, kami juga menata kota ini dengan kehadiran lampu hias ini agar kota ini lebih kelihatan seperti kota,” ujarnya.

Selain lampu jalan dan lampu hias, Wali Kota katakan, pemerintah juga fokus dengan penataan taman, dimana tahun ini, akan ada beberapa taman yang ditata agar lebih indah.

“Sebuah kota tentunya harus berkembang, mulai dari infrastrukturnya, penerangannya, taman dan icon kota juga harus ada,” ungkap Wali Kota. (R1)

POLKAM

Pemerintah Pusat Diminta Segera Revisi UU Tentang ASN

Published

on

Patris Lali Wolo (Foto: Penatimor)

Kupang, Penatimor.com – Komitmen keberpihakan terhadap tenaga honorer untuk semua bidang tugas hanya bisa terealisasi jika pemerintah pusat segera merevisi UU nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Anggota DPRD NTT dari Fraksi PDI Perjuangan, Patris Lali Wolo sampaikan ini kepada wartawan, Rabu (15/1).

Menurut Patris, PDI Perjuangan telah menginisiasi perjuangan revisi UU dimaksud melalui Komite Nasional ASN. Komite ini sudah terbentuk di semua wilayah Indonesia, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Karena itu, pemerintah pusat melalui kementerian tersekait seperti Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk segera menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan Komite ASN.

“Kita minta UU tentang ASN segera direvisi karena belum mengakomodasi persoalan honorer yang selama ini sudah mengabdi di bidang tugasnya masing- masing,” kata Patris.

Wakil rakyat asal daerah pemilihan Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka ini menyatakan, revisi UU tersebut dimaksudkan agar ada pasal atau klausul khusus yang mengatur tentang tenaga honorer di semua bidang tugas, seperti di bidang pendidikan, kesehatan, penyuluh pertanian, pegawai tata usaha, dan kantor pemerintah lainnya. Sehingga menjadi payung hukum untuk kebijakan anggaran pemerintah daerah. Ini terutama menyangkut nasib para honorer yang sudah berusia di atas 35 tahun. Karena mereka yang belum berusia 35 tahun, masih punya peluang untuk ikut seleksi calon Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sehingga jika tidak memungkinkan untuk diangkat menjadi PNS, bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“Revisi UU merupakan sesuatu yang sangat mendesak karena jumlah tenaga honorer di provinsi ini cukup banyak,” ungkap Patris.

Dia berargumen, walau PDI Perjuangan yang menginisiasi revisi UU tersebut, tapi butuh dukungan semua pihak, karena menyangkut keadilan dan kesejahteraan para honorer. Jika UU itu sudah direvisi dan diberlakukan, akan berdampak pada kebijakan anggaran. Dengan demikian, kinerja mereka pun semakin lebih baik karena sudah mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah terutama soal besaran gaji yang diterima.

“Dengan demikian, keberpihakan kita terhadap tenaga honorer menjadi nampak, tidak sekedar slogan tanpa ada penerapan,” ujar Patris.

Tentang sejauhmana langkah perjuangan untuk merevisi UU tentang ASN dimaksud, Wakil Ketua Komisi II DPRD NTT ini mengatakan, sudah masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) DPR RI. Diharapkan dalam waktu dekat revisi UU tersebuat sudah dibahas dan disahkan menjadi UU hasil revisi. (R2)

Continue Reading

UTAMA

Plt. Kadis Nakertrans Minta Maaf

Published

on

Plt. Kadis Nakertrans Provinsi NTT Sisilia Sona tampak berpelukan dengan Selfina Etidena usia RDP di ruang Kelimutu Kantor DPRD NTT, Selasa (15/1).

Kupang, penatimor.com – Plt. Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTT Sisilia Sona akhirnya meminta maaf atas tindakan pencegahan keberangkatan terhadap Selfina Etidena oleh Satgas Anti Trafficking di Bandara El Tari Kupang belum lama ini.

Permintaan maaf disampaikan Sisilia Sona usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Provinsi NTT, Selasa (15/1).

RDP yang dipimpin Muhamad Ansor didampingi anggota DPRD NTT, Winston Rondo dan Pdt. Karel Koro berlangsung dramatis diwarnai interupsi bahkan saling membentak. Namun situasi itu berhasil dinetralisir oleh pimpinan rapat di ruang Kelimutu itu.

Dalam pertemuan tersebut, keluarga menuntut penjelasan dan perlindungan hukum serta SOP yang digunakan Satgas TPPO, karena korban akan diberangkatkan untuk melanjutkan proses perkuliahannya di Yogyakarta.

Sisilia Sona secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar Alor atas ketidaknyamanannya selama kurang lebih 10 hari ini.

Ditambahkan dengan adanya RDP dan adanya keterbukaan dari masing-masing pihak sudah dinyatakan selesai dan korban bisa di berangkatkan.

“Dengan pertemuan ini masalah sudah selesai dan korban bisa diberangkatkan. Saya juga akan terus berkoordinasi dengan pihak kampus untuk melengkapi apa yang dibutuhkan dari korban karena sudah tidak masuk kulia sejak masuk liburan,” katanya.

Sementara itu, korban Selfina Etidena mengaku sejak dicekal hingga saat ini mengalami trauma karena diperhadapkan dengan persoalan yang sebelumnya tidak pernah dialaminya.

Ditambahkan dirinya sebagai mahasiswa juga sudah rugi materi kuliah karena jadwa masuk kuliah sudah terhitung tanggal 3 januari 2019 lalu.

“Saya merasa tidak diperlakukan secara adil dan seolah-olah saya ini pencuri,” katanya usai RDP. (R1)

Continue Reading

UTAMA

Pulang Yogyakarta, Selfina Dikawal Puluhan Mahasiswa ke Bandara

Published

on

Selfina Marsia Etidena pose bersama keluarga dan mahasiswa di Bandara El Tari Kupang saat hendak berangkat ke Yogyakarta, Selasa (15/1) petang.

Kupang, penatimor.com – Selfina Marsia Etidena (24), mahasiswi semester VII STT Galilea Yogyakarta asal Kabupaten Alor akhirnya berangkat ke Yogyakarta, Selasa (15/1) petang.

Dia kembali ke kota tempatnya menuntut ilmu dengan menumpang pesawat Lion Air tujuan Surabaya-Yogyakarta, melalui Bandara El Tari Kupang, sekira pukul 15.00.

Selfina diantar oleh puluhan keluarga, mahasiswa dan juga kuasa hukumnya Dedy Jahapay, SH.

Barka Malaipani dari Ikatan Keluarga Kepulauan Alor (IKKA) Kupang, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat membantu dalam persoalan ini.

“Puji Tuhan, adik saudari kita Selfina Marsia Etidena telah berhasil berangkat dari Bandara El Tari Kupang tanpa dicekal lagi, tanpa surat keterangan dari Dinas Nakertans NTT,” kata Barka.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung bahkan berpartisipasi dalam semua aksi hingga keberangkatan adik kita hari ini,” sambung dia. (R1)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2018 Pena Timor