Connect with us

HUKRIM

Aniaya Nasabah, Debt Collector PT. FIF Kupang Dipolisikan

Published

on

Korban Andi Sumianty saat berada di Mapolsek Alak, Jumat (11/1). Foto: Wiliam

Kupang, penatimor.com – Andi Sumianty, warga Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang, menjadi korban penganiayaan.

Peristiwa nahas dialami ibu rumah tangga berusia 54 tahun itu di kediamaannya.

Andi Sumianty mengaku dianiaya oleh debt collector PT. FIF Cabang Kupang bernama Erwin S. Donggi, Jumat (11/1) siang tadi.

Dia dianiaya hingga mengalami memar di wajah, lantaran terlambat membayar angsuran.

Korban pun telah melaporkan kasus tersebut ke polisi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Alak dan diterima Ps. Ka SPKT 2 Aiptu Melkianus Hadi, SH., dengan Laporan Polisi Nomor: STPL/11/I/2019/Sektor Alak.

Saat diwawancarai, korban mengatakan, awalnya debt collector itu mendatangi kiosnya untuk menagih angsuran kredit sepeda motor Honda Beat atas nama Ansar Samporang yang adalah suaminya.

“Meraka datang ke kios saya, tagih angsuran motor, jadi saya bilang motor atas nama saya tapi adik saya yang pakai. Tapi orang yang pakai tidak pernah telat membayar,” ungkap korban.

“Bulan ini terlambat karena pemakai motor yang selama ini membayar angsuran lagi pulang Natal di Rote, dan besok baru datang. Itu yang saya katakan ke debt collector itu,” sambung dia.

Setelah memberikan penjelasan tersebut, lanjut korban, terlapor malah maki-maki dan membanting kertas yang dipegangnya.

“Jadi saya dorong dia dan suruh besok baru datang, tapi dia maju, maki saya dan menarik kerudung saya dan tertutup mata saya. Dia tonjok wajah saya. Setelah itu saya lepas kerundung, dan banting. Saya bilang adik sabar, saya tanya dulu anak-anak,” beber Andi Sumianty.

Ditambahkan, mengenai keterlambatan angsuran kredit motor, korban mengaku ternyata baru telat empat hari. “Besok juga masih bisa bayar,” pungkas korban.

Hingga berita ini diturunkan, terlapor Erwin Donggi belum berhasil dikonfirmasi. (R3)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Lidik Kasus Tanah Jonas Salean, Jaksa Periksa 3 Notaris

Published

on

Mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean saat mendatangi kantor Kejati NTT, pekan lalu.

Kupang, penatimor.com – Tim penyelidik Bidang Pidsus Kejati NTT terus mengembangkan penyelidikan perkara dugaan korupsi terkait lahan milik mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean.

Dalam sepekan terakhir, tim penyidik terus melakukan pemeriksaan saksi.

Saksi yang diperiksa termasuk tiga orang notaris di Kota Kupang, masing-masing Zantje Tomasowa, Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Ketiga notaris ini diperiksa terpisah. Zantje diperiksa terlebih dahulu, kemudian disusul Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Zantje saat itu diperiksa dari pukul 15.00-18.00, selaku notaris yang membuat akta jual beli dengan Mourest Patty.

Saat ditanyakan, apakah ada maksud lain di antara Jonas Salean dan Mourest Patty dalam pembuatan akta jual beli tersebut, Zantje mengaku tidak tahu.

Zantje saat diwawancarai usai pemeriksaan, kepada wartawan, mengaku diperiksa terkait perkara dugaan penyerobotan tanah milik mantan Wali Kota Kupang.

“Saya dipanggil penyidik dan sudah berikan keterangan,” kata Zantje sambil berlalu meninggalkan gedung kantor Kejati NTT. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Jaksa Periksa Lee, Suami Linda Liudianto

Published

on

Amos Cadu Hina, SH. (kiri) bersama Lee di kantor Kejati NTT, Senin (24/6).

Kupang, penatimor.com – Penyidik Kejati NTT memeriksa Lee, suami tersangka Linda Liudianto yang terjerat perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair.

Lee memenuhi panggilan penyidik dengan mendatangi kantor Kejati NTT di Jl. Adhyaksa No. 1, pukul 09.00.

Dia didampingi kuasa hukum istrinya, Amos Cadu Hina, SH.

Lee saat diwawancarai mengatakan dirinya siap memberikan keterangan ke penyidik.

“Ada panggilan jadi saya datang memberikan keterangan,” kata Lee.

Sementara, Amos Cadu Hina, menambahkan, suami kliennya tersebut sama sekali tidak terlibat dalam proyek NTT Fair.

“Dia hanya dampingi istri nya saat temui pak Hadmen waktu itu,” kata Amos.

Terpantau, penyidik Kejati NTT hari ini kembali memeriksa tambahan tiga orang tersangka perkara dugaan korupsi NTT Fair, masing-masing Yuli Afra, Dona Toh dan Ferry Jonson Pandie. Mereka diperiksa mulai pukul 13.00. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Heboh di Amarasi Timur, Menantu Tewas di Tangan Mertua

Published

on

Ilustrasi penikaman (NET)

Kupang, penatimor.com – Warga Desa Enoraen, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang dibuat geger dengan kasus dugaan pembunuhan.

Kasus ini terjadi pada Minggu (23/6), pukul 13.45, dan dilaporkan ke Polsek Amarasi Timur dengan Laporan Polisi Nomor: LP/02/VI/2019/Sek Amtim pukul 15.10.

Korban nya adalah Gunawan Kaesnube (25), warga RT 03/RW 02, Desa Enoraen.

Penganiayaan ini terjadi di halaman rumah milik Meynar Aruan, Desa Enoraen, dengan pelaku Adiyanto Takain (46), warga RT 06/RW 03, Desa Enoraen.

Adapun para saksi dalam kasus ini, yang juga warga setempat, masing-masing Ronaldo Dairo, Fance Junedi Ruku (21) dan Aplonius Runesi (27).

Informasi yang dihimpun wartawan, menyebutkan, kasus ini berawal pada saat pelaku menyimpan dendam terhadap korban.

Korban adalah anak menantu dari pelaku, dikarenakan korban menelantarkan anak dan cucu dari pelaku di Kupang.

Sehingga pada saat korban hadir pada acara pesta di Desa Enoraen, pelaku melihat korban kemudian langsung mendekati korban dan menusuk korban menggunakan sebilah pisau tepat pada dada korban sebanyak satu kali.

Akibat dari penusukan tersebut korban langsung terjatuh dan meninggal dunia.

Aparat kepolisian Polsek Kupang Timur yang menerima laporan masyarakat, langsung melakukan tindakan kepolisian, menerima laporan, membuat LP, mendatangi TKP, memasang police line pada TKP dan mengevakuasi korban.

Korban pada saat sekarang sementara dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang guna dilaksanakan autopsi. (wil)

Continue Reading




Loading...

Trending

error: Content is protected !!