Connect with us

SOSBUD

IKBB Saroha NTT Gelar Natal Oikumene dan Pelantikan Pengurus Baru

Published

on

Ketua Umum IKBB Saroha Hery Leo Sianturi, M.Si., didampingi oleh Sekretaris Umum IKBB Saroha Dr. Jonnery Bukit, Dewan Penasihat Pdt. B.W. Panggabean, SE.,M.Div., dan Dr. Rusman Sinaga sebagai Ketua Pelaksana serta pengurus lainnya di Sekretariat IKBB Saroha NTT, Jl. Sam Ratulangi, Kamis (10/1).

Kupang, penatimor.com – Ikatan Keluarga Besar Batak (IKBB) Saroha NTT bakal menggelar perayaan Natal Oikumene dan pelantikan Pengurus IKBB Saroha NTT periode 2018-2022.

Kegiatan yang bakal dilaksanakan pada Sabtu (12/1) di Ballroom Grand Mutiara, JI. Timor Raya No. 118 Pasir Panjang Kelapa Kupang itu, sebagai upaya mempererat tali persaudaraan dan saling memaafkan sesama anggota dan pengurus IKBB Saroha NTT.

“Acara ini akan dimulai dari pukul 10.30 sampai selesai. Akan dihadiri sekitar 3.000 orang Batak yang tersebar di seluruh wilayah NTT, khususnya di Kota Kupang dan wilayah sekitarnya,” kata Dr. Rusman Sinaga sebagai Ketua Pelaksana kegiatan tersebut di Sekretariat IKBB Saroha NTT, Jl. Sam Ratulangi, Kamis (10/1).

Rusman Sinaga yang juga Pengurus Harian IKBB Saroha NTT, melanjutkan, Pengurus IKBB Saroha NTT periode 2018-2022 yang akan dilantik berjumlah 66 orang.

Sementara, anggota IKBB Saroha NTT yang diundang terdiri dari 29 Punguan Marga Batak yang ada di NTT.

Dalam Kegiatan ini juga akan ditampilkan tari Tortor oleh pemuda dan pemudi IKBB Saroha NTT yang diiringi oleh Gondang Batak sebagai upaya memberikan pengetahuan seni budaya adat Batak
kepada generasi penerus.

Sementara itu, Ketua Umum IKBB Saroha Hery Leo Sianturi, M.Si., yang didampingi oleh Sekretaris Umum IKBB Saroha Dr. Jonnery Bukit, mengatakan, bahwa IKBB Saroha berdiri sejak tahun 1976, dengan tujuan mewujudkan Keluarga Besar Batak menjadi keluarga yang bersatu, kokoh dan berdaya guna serta menjadi berkat bagi masyarakat di NTT.

IKBB Saroha NTT, lanjut Hery Leo Sianturi, berasaskan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan budaya adat
Batak.

“Ikatan ini bersifat sosial, budaya dan kekeluargaan. Kegiatan IKKB Saroha NTT
antara lain, meningkatkan rasa saling tolong menolong sesama anggota, baik dalam suka maupun duka,” ungkap Hery.

Sosok yang juga Dekan Fakultas Sains Undana Kupang itu, melanjutkan, IKKB Saroha NTT juga melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan dan berperan aktif dalam mendukung program Pemda NTT.

Ditambahkan, IKKB Saroha juga melaksanakan kegiatan
dalam rangka meningkatkan kesejahteraan anggota dalam bentuk pemberdayaan ekonomi, kesehatan, sosial budaya, hukum, kerohanian, pendidikan dan olahraga.

“Yang menjadi anggota dalam IKBB Saroha adalah Batak Toba, Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Mandailing dan Batak Pakpak,” tutup Hery Leo Sianturi yang didampingi Dewan Penasihat Pdt. B.W. Panggabean, SE.,M.Div, serta para penggurus dan anggota IKBB Saroha NTT lainnya. (R1)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SOSBUD

Peduli Sosial, HIPMI NTT Bantu Masyarakat Kurang Mampu

Published

on

Foto bersama pengurus HIPMI NTT usai memberikan keterangan pers, Selasa (18/6/2019).

Kupang, Penatimor.com – Sebagai wujud peduli sosial dari para pengusaha yang terhimpun dalam organisasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi NTT, akan menggelar memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu khususnya di wilayah Kota Kupang.

Bantuan sosial itu akan diberikan kepada sejumlah panti asuhan dan beberapa keluarga tidak mampu. Kegiatan tersebut, akan dipadukan dalam acara Halal Bihalal Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriyah di Celebes Resto dan Cafe, dengan tema
“Sinergitas untuk kebangkitan, kesejahteraan dan kemandirian daerah”, Kamis (20/6/2019).

“HIPMI menggelar kegiatan peduli sosial yang dipadukan dengan acara halal bihalal dan silaturahmi antar kader, pengurus dan anggota HIPMI dari berbagai daerah,” kata Ketua HIPMI NTT, Renold Arthur Lay saat menggelar jumpa pers, Selasa (18/6/2019).

Menurut Arthur, kegiatan ini juga bertujuan merekatkan kembali keakraban antara para pengurus dan anggota, serta momen berbagi kasih dengan sesama yang berkekurangan. Untuk bantuan sosial, akan diprioritaskan kepada para keluarga muslim, yang secara ekonomi termasuk dalam kategori kurang mampu.

“Bantuan sosial kita prioritaskan untuk keluarga muslim yang sangat berkekurangan, dan membutuhkan uluran tangan,” kata Arthur.

Selain memberikan bantuan sosial dalam kegiatan halal bihalal itu, HIPMI juga akan menggelar diskusi cerdas dalam rangka menyamakan persepsi atau kesepahaman membangun NTT ke depan.

“Kita samakan satu frekuensi membangun dan mengambil peran secara aktif, membangun NTT ke depan,” kata Arthur.

Arthur menjelaskan, HIPMI NTT saat ini berjuang sendiri, sebagai kelembagaan sendiri, tanpa berhubungan langsung atau berafiliasi dengan pemerintah dan lainnya.

“Kita ingin menjadi satu bagian dalam membangun ekonomi NTT. Karena dalam pandangan kami, hari ini pertumbuhan ekonomi kita baik, pertumbuhan investasi baik, tetapi pertanyaannya adalah kenapa NTT selalu dikatakan sebagai daerah tertinggal, daerah terbelakang, berkekurangan? Posisi kita selalu disebut daerah yang tidak jelas, dan tidak tentu nasibnya,” ungkap Arthur.

Hal itu ditegaskan kembali oleh Christian Widodo Ketua HIPMI Kota Kupang. Menurut Christian, sudah saatnya HIPMI NTT mengambil peran dalam membangun NTT. Hal ini, karena anggota HIPMI NTT adalah pelaku-pelaku usaha muda, terutama di bidang UMKM.

“Memperkuat ekonomi NTT ke depan, perlu didorong, perlu ada stimulus untuk bisa mengembangkan pelaku usaha UMKM, sehingga semakin banyak yang bertumbuh,” kata Christian.

Menurut Christian, perlu strategi-strategi ke depan bagaimana membangun ekonomi yang lebih inklusif dan merata untuk seluruh elemen masyarakat. Dengan jumlah bisnis yang semakin kait mengait satu dengan yang lainnya sehingga perlu ada satu frekuensi yang sama.

“Hari ini HIPMI mau mengambil peran, bahkan sudah mengambil peran melalui pelaku-pelaku UMKM, pelaku industri kreatif. Kita ingin ada dukungan atau partisipasi aktif dan mungkin ada stimulus dari pemerintah,” tandas Christian. (R2)

Continue Reading

SOSBUD

Galang Dana, THS-THM Kupang Gelar Konser Musik

Published

on

Panitia dan pengisi kegiatan konser musik Dentang Nada pose bersama, Jumat (14/6) malam.

Kupang, penatimor.com – Kaderisasi nasional Tunggal Hati Seminari (THS) dan Tunggal Hati Maria (THM) melaksanakan kegiatan konser musik bertajuk “Dentang Nada”.

Kegiatan dalam rangka penggalangan dana ini dilaksanakan di Gereja Santa Maria Assumpta, Jalan Perintis Kemerdekaan 1, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Jumat (14/6) malam.

Kegiatan Dentang Nada terlaksana atas kerja sama THS-THM Distrik Keuskupan Agung Kupang (KAK) dan Sendratasik Unwira Kupang.

Turut memeriahkan kegiatan ini Rojan Band alias Romo Band
Jaman Now.

Kegiatan pengalangan dana ini dimulai dari pukul 19.30, dan sebanyak 17 lagu berbagai genre yang dipersembahkan pada malam itu.

Ketua Panitia Konser Luis Bria, kepada wartawan, mengatakan, kegiatan pengalangan dana tersebut diawali dengan acara seremonial.

Ketua Panitia Konser Luis Bria

Kemudian penampilan Sendratasik yang mempersembahkan lagu-lagu bergenre klasik, country dan pop daerah NTT.

Dan pada jeda waktu istirahat setiap session diisi oleh Rojan Band.

“Setiap lagu yang dibawakan Rojan Band kami lelangkan, dan banyak umat dan penonton yang sangat antusias berpartisipasi,” jelas Luis Bria.

Dia melanjutkan, konser pengalangan dana ini untuk mensukseskan kegiatan kaderisasi nasional, yang melibatkan seluruh Keuskupan se-Indonesia.

“Ada kurang lebih 30 keuskupan. Kaderisasi nasional akan dilaksanakan pada 21-27 Juni di Seminari Menengah Oepoi,” ungkap dia.

Selain konser pengalangan dana semalam, pada 21-27 Juni, akan dilakukan kegiatan Kaderisasi Kepelatihan untuk pembinaan kader-kader muda THS-THM, supaya semakin militan dalam berbagai bentuk sikap dan karakternya.

“Kita berharap lewat kegiatan ini juga bisa membangun spirit kepada kaum muda agar bisa mengembangkan bakat yang terpendam untuk bisa ditampilkan. (wil)

Continue Reading

SOSBUD

Kunjungan Emir Qatar Perkokoh Posisi Flores sebagai Destinasi Super Prioritas

Published

on

Petrus Salestinus (NET)

Jakarta, penatimor.com – Kunjungan Emir Qatar Syaikh Tamim Bin Hamad Al-Thani dan rombongannya, sebagai wisatawan ke Flores, khususnya ke Maumere, akan semakin memperkokoh posisi Pulau Flores sebagai kawasan strategis bahkan super strategis pariwisata, karena memiliki potensi dan pengaruh penting dalam aspek pertumbuhan ekonomi, sosial budaya, sumber daya alam, daya dukung lingkungan hidup dan pertahanan keamanan.

Pengamat hukum dan sosial budaya NTT, Petrus Salestinus, kepada wartawan di Jakarta, belum lama ini, mengatakan, kunjungan ini juga sekaligus memperkuat alasan penolakan masyarakat NTT terhadap program wisata halal dari Kementerian Pariwisata yang pada beberapa waktu lalu hendak diterapkan oleh BOP Labuan Bajo Flores namun mendapat resistensi dari masyarakat NTT, karena dinilai bertentangan dengan konstitusi.

Kunjungan Emir Qatar dan rombongannya ke Maumere dan beberapa tempat lain di Flores dan Alor, diharapkan dapat mengakhiri perdebatan panjang soal perlu tidaknya wisata halal diterapkan Kementerian Pariwisata di Flores khsusnya kawasan wisata di bawah Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo yang beberapa waktu yang lalu sempat jadi polemik menghebohkan dunia Pariwisata NTT.

“Mengapa, karena ternyata wisatawan sekelas Emir Qatar dan rombongan tidak mempertanyakan apakah di Flores ada program wisata halal atau tidak, begitu juga masyarakat lokal, Maumere, Flores-pun tidak memberi syarat apapun termasuk apakah Emir Qatar dan rombongan harus diterima dan diberlakukan hukum adat budaya Maumere atau tidak,” kata Petrus.

Semua ini menurut Petrus, karena kedatangan Emir Qatar Syaikh Tamim Bin Hamad Al-Thani dan rombongan betul-betul murni sebagai rekreasi dan sudah paham dengan hukum positf negara Indonesia, sehingga Emir Qatar dan rombongan bisa langsung menuju ke obyek wisata Teluk Maumere untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi atau untuk mempelajari dan menikmati keunikan daya tarik wisata yaitu keindahan alam taman laut, Teluk Maumere sebagai tempat menyelam terpopuler dan beberapa tempat lain di NTT.

“Emir Qatar dan rombongannya sudah tahu bahwa sebagai wisatawan, mereka terikat kepada hukum Indonesia yang mewajibkan setiap wisatawan menjaga dan menghormati norma agama, adat istiadat, budaya, dan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat setempat,” sebut Petrus.

Kunjungan wisata Emir Qatar, lanjut Petrus, harus menjadi pelajaran bagi semua pihak terutama Kementerian Pariwisata bahwa tidak semua destinasi wisata dengan status super prioritas dapat diterapkan program wisata halal.

Hukum positif kita khususnya UU Kepariwisataan dengan tegas menyatakan bawa “Kepariwisataan diselenggarakan dengan prinsip menjunjung tinggi norma agama dan nilai budaya sebagai pengejawantahan dari konsep hidup dalam kesimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, hubungan antara manusia dan sesama manusia dan hubungan antara manusia dengan lingkungan, keberagaman budaya dan kearifan lokal”.

Sebagai kepala negara, menurut Petrus Salestinus, Emir Qatar dan rombongannya sudah pasti memiliki informasi lengkap tentang kondisi geografis, kultur masyarakat dengan toleransi yang tinggi, masyarakat majemuk dengan mayoritas beragama Katolik, dengan adat budaya yang bebeda di setiap kabupaten, sehingga Emir Qatar dan rombongannya dengan kepercayaan penuh datang berkunjung, sekaligus bagi warga muslim Flores ini merupakan sebuah kunjungan kehormatan, karena bersamaan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri dimana sebagian warga Flores beragama Muslim, sedang merayakan Hari Raya Idul Fitri.

“Ini menjadi bukti bahwa faktor budaya dan keindahan alam Pulau Flores yang menjadi tujuan utama kunjungan Emir Qatar, bukan persoalan ada atau tidak program wisata halal di Flores bahkan di Indonesia,” tutup Petrus Salestinus. (R4)

Continue Reading




Loading...

Trending

error: Content is protected !!