Connect with us

PENDIDIKAN

Dewan Minta Siswa SMA/SMK Dipersiapkan Hadapi UNBK

Published

on

Winston Neil Rondo

Kupang, Penatimor.com – Anggota DPRD NTT, Winston Neil Rondo menegaskan selain fasilitas, sarana dan prasarana sekolah, siswa-siswi SMA/SMK harus dipersiapkan untuk menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Menurut Winston, pemerintah telah menginstruksikan 100 persen UNBK, karena itu sekolah-sekolah baik SMA maupun SMK harus dipersiapkan dari segi fasilitas maupun peserta didiknya. Salah satu kendala yang dihadapi adalah sebagian daerah di wilayah NTT masih belum terjangkau listrik maupun jaringan internet.

“Karena itu, mungkin nantinya ada kompromi, tapi itu hanya akan dilakukan di daerah yang memang tidak terjangkau listrik, karena listrik saja belum ada bagaimana dengan jaringan internet,” kata Winston kepada wartawan di Kupang, Selasa (8/1/2019).

Meski begitu, anggota Komisi V membidangi Kesra ini mengatakan, perlu diupayakan pemenuhan sarana dan prasarana pendukung agar dapat memastikan sebanyak mungkin sekolah dapat berpartisipasi dalam UNBK.

“Kemarin saya komunikasi secara informal dengan Kadis Pendidikan, dan kita akan agendakan khusus untuk rapat. Dinas lagi konsolidasi untuk memastikan sebanyak mungkin sekolah kita berpartisipasi dalam UNBK tahun ini, dan di Kota Kupang katanya 100 persen bisa ikut,” ujarnya.

Winston mengatakan, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTT 2019 telah dianggarkan kurang lebih untuk 150 sekolah menengah bisa mendapatkan paket UNBK.

“Kalau di APBD saya lihat, kita anggarkan kurang lebih 150 sekolah dapat paket UNBK. Nanti sistemnya melakukan UNBK di sekolah terdekat, tapi ada rambu-rambu, jaraknya kurang lebih 5 kilometer. Jadi misalnya SMK swasta atau SMK negeri yang baru, mereka bisa menggunakan fasilitas di sekolah terdekat,” katanya.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD NTT ini mengungkapkan, saat ini beredar informasi di masyarakat bahwa ada SMA negeri yang melakukan pungutan Rp 1,3 juta untuk ujian Nasional (UN).

“Ini ditengarai jangan-jangan ada urusan dengan pengadaan sarana prasarana UNBK. Ini sama sekali tidak boleh dilakukan. Memang menjadi tanggungjawab sekolah dan komite tetapi harus dirundingkan dengan orang tua siswa, dan tidak boleh memberatkan,” katanya.

Dia menegaskan, hal tersebut harus benar-benar diwaspadai, karena jangan sampai atas nama UNBK lalu berbagai macam pungutan dilakukan sehingga memberatkan bagi orang tua siswa.

“Pemerintah harus pasang badan untuk memastikan bahwa semua siswa bisa ikut ujian nasional dan juga UNBK. Kita akan dorong lagi APBD yang lebih besar,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, anggota dewan dari dapil Kabupaten Kupang, Rote Ndao dan Sabu Raijua ini berargumen, kalaupun 70 – 80 persen sekolah di NTT sudah terjangkau listrik dan jaringan internet, tetapi ada tantangan baru, yaitu apakah para siswa sudah cukup siap dengan budaya digital.

“Jangan sampai saat berhadapan dengan komputer mereka gugup dan hilang konsentrasi. Sehingga diperlukan bagaimana untuk melatih mereka menghadapi peralatan ujian yang berbasis digital. Ini benar-benar menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah,” ujarnya.

Winston mengimbau agar pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Provinsi NTT, memastikan persiapan dan penyelenggaraan UNBK dengan sebaik-baiknya. Para siswa harus dilatih agar terbiasa dengan sistem digital yang diterapkan dalam ujian nasional.

“Kami mau ingatkan, seluruh perhatian kita mulai Januari sampai Maret harus difokuskan pada persiapan UNBK, moga-moga tahun politik tidak mengguncang juga dunia pendidikan kita,” tandasnya. (R2)

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PENDIDIKAN

PMDK PN, 16.666 Siswa Lolos ke Politeknik Negeri

Published

on

Mohamad Nasir

Semarang, penatimor.com – Pengumuman kelulusan hasil seleksi PMDK PN (Penelurusan Minat dan Kemampuan Politeknik Negeri) dirilis Selasa (16/4). Sebanyak 16.666 siswa dinyatakan lulus PMDK-PN.

Hasil yang langsung diumumkan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir di Politeknik Negeri Semarang ini bisa dilihat melalui laman resmi http://pmdk.politeknik.or.id sejak Selasa (16/4) pukul 14.00 Wib.

“Tahun ini peserta yang dinyatakan lulus seleksi 41 politeknik negeri sebanyak 16.666 siswa dari 206.852 siswa yang mendaftar dari 8421 sekolah asal,” kata Menteri Nasir di Politeknik Negeri Semarang, Selasa (16/4).

Dia menyebutkan, jumlah pendaftar PMDK-PN 2019 naik 13 persen dari tahun lalu, yakni dari 183.827 siswa menjadi 206.852.

Hal ini menunjukkan siswa yang berminat untuk studi lanjut di politeknik naik secara signifikan. Bahkan di beberapa politeknik, ada kenaikan pendaftar mencapai hampir 30 persen.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Forum Direktur Politeknik Negeri Rachmad Imbang Tritjahjono menyampaikan, peserta bisa melihat hasil kelulusan di website. Caranya peserta memasukkan nomor pendaftaran.

“Begitu peserta memasukkan nomor pendaftaran, akan ada informasi bahwa yang bersangkutan diterima menjadi cadangan atau belum lolos,” ujar Rachmad.

Bagi peserta yang dinyatakan tidak lolos PMDK-PN bisa masuk ke Politeknik Negeri melalui ujian masuk politeknik nasional (UMPN). UNPN akan dibuka pada 20 Mei secara serentak di semua politeknik negeri, di luar jalur mandiri yang ditawarkan. (esy/jpnn/R1)

Continue Reading

PENDIDIKAN

UN SMP di Kota Kupang Diikuti 7.525 Siswa

Published

on

Filmon Lulupoy

Kupang, penatimor.com – Sebanyak 7.525 siswa SMP di Kota Kupang siap mengikuti Ujian Nasional (UN) pada pada 29 April mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kupang Filmon Lulupoy, mengatakan, jumlah sekolah penyelenggara sebanyak 58, terdiri dari 20 SMP Negeri dan 38 SMP Swasta di Kota Kupang.

“Jadi ujian nasional akan digelar setelah Pileg dan Pilpres juga masa perayaan Paskah. Diharapkan dengan waktu yang tersisa ini dapat dimaksimalkan untuk latihan soal dan kesiapan ujian lainnya,” kata Filmon saat diwawancarai di Balai Kota Kupang, Kamis (11/4).

Menurut dia, khusus untuk SMP tidak semua sekolah menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), karena keterbatasan sarana pendukung seperti komputer dan jaringan internet.

Sementara sekolah yang siap menggelar UNBK ada sebanyak 27 sekolah, seperti SMPN 1, SMP Santa Theresia, dan beberapa sekolah lainnya yang merupakan sekolah unggulan di Kota Kupang.

“Karena ada sekolah pinggiran yang jaringan internetnya tidak bagus, maka belum bisa dilaksanakan UNBK, maka mereka memilih untuk ujian nasional berbasis pensil kertas saja agar tidak mengambil risiko,” katanya.

Filmon mengaku, sebelum pelaksanaan Ujian Nasional, pihak sekolah juga sementara melaksanakan ujian sekolah.

Ujian yang dimulai sejak Senin (9/4) dimaksudkan untuk mengetahui persiapan siswa menghadapi Ujian Nasional.

Selain itu, ujian ini juga menjadi salah satu faktor penentu kelulusan bagi siswa selain hasil Ujian Nasional.

“Jadi sekolah juga melaksanakan ujian sekolah yang tentunya sangat berpengaruh karena menjadi salah satu penentu kelulusan siswa,” terangnya.

Dia berharap, Kota Kupang dapat lulus 100 persen dan mutu pendidikan semakin ditingkatkan dari waktu ke waktu, didukung dengan sarana prasaran yang memadai. (R1)

Continue Reading

PENDIDIKAN

UTBK Gelombang I Dimulai 13 April

Published

on

Ilustrasi (NET)

Jakarta, penatimor.com – Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) gelombang I akan dimulai pada 13 April 2019 mendatang.

Siswa pendaftar yang mengikuti tes tersebut akan menggunakan nilainya untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mengimbau para peserta agar melakukan pengecekan waktu pelaksanaan tes di kartu ujian yang diunduh melalui laman https://pendaftaran-utbk.ltmpt.ac.id. Di kartu juga tertera sesi tes, yakni pertama atau kedua.

Sebelum mengikuti ujian, siswa juga harus mengetahui lokasi ujian, sehingga dapat melakukan pengecekan lokasi terlebih dahulu.

Dengan demikian, peserta bisa memperkirakan waktu tempuh serta transportasi yang akan digunakan menuju lokasi.

Peserta diminta memperhatikan berbagai petunjuk yang tertera di kartu ujian. Misalnya barang apa saja yang boleh dan tidak boleh dibawa saat ujian.

Adapun UTBK akan dilaksanakan dalam dua gelombang. Pendaftaran UTBK untuk kedua gelombang telah ditutup pada 1 April 2019 lalu.

Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT Budi Prasetyo Widyobroto mengatakan, total peserta yang mendaftar UTBK 2019 kurang lebih 1,3 juta siswa.

Jumlah itu terdiri atas kelompok ujian Sains dan Teknologi (Saintek) serta Sosial dan Humaniora (Soshum).

“Jumlah peserta gelombang I sebanyak 698.317 siswa, gelombang II 597.099 siswa,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Selasa (9/4).

Di antara jumlah tersebut, pendaftar reguler gelombang I sebanyak 523.956 siswa dan beasiswa Bidikmisi 174.361 siswa. Sementara gelombang II reguler tercatat 414.088 siswa, dan Bidikmisi 178.011 siswa.

Pelaksanaan tes untuk peserta UTBK gelombang I dilaksanakan pada 13 April-4 Mei 2019. Sedangkan, untuk gelombang II pada 11-26 Mei 2019.

Sebelumnya, peserta diperbolehkan mengikuti tes maksimal dua kali dengan syarat telah mendaftar di gelombang I dan gelombang II. Biaya pendaftaran ditanggung oleh peserta sebesar Rp 200.000 tiap tesnya. (R4)

Continue Reading

Trending

error: Content is protected !!