Connect with us

HUKRIM

Ribuan Liter Sopi Dimusnahkan Polres Kupang Kota

Published

on

Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana Tarung Binti dan jajarannya sedang memusnahkan miras lokal jenis sopi di halaman Mapolresta, Jumat (21/12).

Kupang, penatimor.com – Polres Kupang Kota melakukan pemusnahan barang bukti minuman keras beralkohol dan obat-obatan yang kadaluarsa di Mapolresta, Jumat (21/12).

Pemusnahan minuman keras yang didominasi miras lokal jenis Sopi atau Moke tersebut dilakukan di halaman depan Mapolresta.

Pemusnahan miras secara simbolis dilakukan Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana Tarung Binti bersama Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore, serta perwakilan dari Kejari Kota Kupang dan Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang.

Pemusnahan dilakukan dengan menumpahkan miras-miras yang ditampung pada ratusan jerigen aneka ukuran ke dalam wadah drum yang bagian bawahnya telah dibuka dan dibenamkan ke dalam tanah.

Kapolres Satrya kepada wartawan, mengatakan, miras lokal yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil operasi yang dilakukan Sat Resnarkoba selama tahun 2018.

“Miras-miras barang bukti ini kami sita saat operasi di Pelabuhan Tenau Kupang dan sejumlah tempat produksi miras di wilayah Kota Kupang,” sebut Kapolres yang didampingi Kasat Resnarkoba Iptu Goris Leu, Kasat Reskrim Iptu Bobby Jacob Mooynafi bersama sejumlah perwira lainnya.

Sementara itu, barang bukti minuman keras jenis bir dan sejenisnya disita karena tidak memiliki izin dan label penjualan.

Mengenai program Gubernur NTT yang bakal melegalkan penjualan miras lokal, Kapolres katakan pihaknya akan menyesuaikan apabila aturan yang direncanakan tersebut telah diberlakukan.

“Kita tunggu saja, kalau sudah ada aturannya ya kita ikuti. Namun patroli tetap rutin dilakukan, karena banyak pelaku kejahatan setelah mengonsumsi miras,” ungkap Kapolres.

Sementara itu, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore, yang diwawancarai terkait rencana gubernur melegalkan penjualan miras lokal, mengatakan, kedepannya apabila sudah ada aturan yang melegalkan miras lokal, maka tidak ada lagi penindakan.

“Tinggal diatur berapa persen kadar alkohol yang boleh, dan distribusinya ke mana-mana saja. Itu nanti diatur bersama. Untuk Kota Kupang, kami sudah sampaikan ke DPRD untuk cabut Perda nya, kemudian kami koordinasi dengan gubernur apa yang harus kami kerjakan,” kata Wali Kota.

Mantan anggota DPR RI itu, menambakan, melegalkan miras lokal merupakan salah satu program Gubernur yang harus didukung untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kita akan kelolah kembali miras lokal dengan kadar alkohol tertentu dan kualitas terbaik, sehingga bisa diekspor dan pada akhirnya menghasilkan sesuai buat masyarakat kita. Yang penting kan harus dijaga distribusinya,” tutup Wali Kota. (R1)

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Pulang Tugas Pengamanan Pemilu, Kapospol Tuapukan Tewas Tertabrak Pick Up

Published

on

Aparat kepolisian sedang melakukan olah TKP di Jalan Timor Raya Kilometer 20 persis di depan penjual Sasando, Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Jumat (19/4).

Kupang, penatimor.com – Aipda Stef Pekuali (40), anggota Polres Kupang yang sehari-hari merupakan Kepala Pos Polisi (Kapospol) Tuapukan Polres Kupang tewas di tempat setelah sepeda motor yang dikendarai bertabrakan dengan pick up.

Kecelakaan lalu lintas maut ini terjadi pada Jumat (19/4) pagi sekitar pukul 05.30 di Jalan Timor Raya Kilometer 20 persis di depan penjual Sasando, Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Aipda Stef selama masa pengamanan Pemilu 2019 melakukan tugas pengamanan di Kantor Camat Kupang Timur.

Korban Aipda Stef sedianya hendak pulang ke rumahnya di perumahan Matani Desa Matani, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, setelah melakukan tugas piket pengamanan kotak suara di kantor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kupang Timur.

Ia hendak ke gereja bersama istri dan anaknya mengikuti ibadah Jumat Agung dan sedianya usai gereja akan kembali melakukan tugas pengamanan di PPK Kupang Timur.

Informasi yang diperoleh wartawan menyebutkan kalau saat itu, korban Aipda Stef mengendarai sepeda motor Honda CBR nomor polisi DH 4826 KF seorang diri.

Ia melaju dari Babau Kecamatan Kupang Timur hendak kembali ke rumahnya di perumahan Matani.
Sekitar pukul 05.30, di Jalan Timor Raya Desa Oebelo, korban mengalami kecelakaan lalu lintas.

Sepeda motor yang dikendarai korban Aipda Stef bertabrakan dengan pick up nomor polisi DH 8194 CN yang dikemudikan Duagus Kabnani (35), warga Kabupaten Kupang yang saat itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Kupang menuju Babau.

Saat itu mobil pick up yang dikendarai Duagus Kabnani memuat delapan orang penumpang.

Sepeda motor mengambil jalur kanan dan karena jarak yang sudah dekat maka Duagus Kabnani tidak dapat mengendalikan kendaraannya sehingga terjadi tabrakan.

Korban terjatuh dari sepeda motor dan terpental di badan jalan. Sepeda motor yang ditumpangi mengalami kerusakan pada bagian depan.

Demikian pula pick up mengalami kerusakan pada bagian depan.

Kepala korban pun terbentur badan jalan dan mengalami luka serius.

Darah segar keluar dari telinga dan luka di kepala korban. Korban tidak sadarkan diri dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Korban dievakuasi dengan mobil pick up dan dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Kupang guna proses lebih lanjut.

Diperoleh informasi kalau saat hendak pulang ke rumah, korban Aipda Stef masih sempat menelepon istrinya di rumah.

Ia hendak pulang ke rumah karena mau ke gereja mengikuti ibadah Jumat Agung.

Sang istri pun diminta menyiapkan pakaian yang akan dipakai untuk ke gereja.

Korban Aipda Stef juga masih meminta istrinya mencuci pakaian seragam korban agar dipakai kembali untuk berdinas usai kegiatan gereja.

Jenazah korban sempat divisum di rumah sakit Bhayangkara Kupang dan selanjutnya dibawa ke rumah duka di perumahan Matani untuk disemayamkan.

Sementara itu aparat keamanan unit Laka Sat Lantas Polres Kupang ke tempat kejadian perkara melakukan olah tempat kejadian perkara dan identifikasi.

Polisi mengamankan barang bukti sepeda motor milik korban dan pick up serta sopir pick up ke kantor Sat Lantas Polres Kupang.

Polisi juga meminta keterangan dari sejumlah pihak selaku saksi dan memeriksa Agus Kabnani, sopir pick up. Agus Kabnani pun masih diamankan di Kantor Satantas Polres Kupang.

Kapolres Kupang, AKBP Indera Gunawan, SIK., melalui Kasat Lantas Polres Kupang, AKP Andry Andriyansyah, SIK., yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa ini.

“Barang bukti mobil pick up dan sepeda motor sudah kita amankan dan sopir pick up kita periksa,” tandas Kasat Lantas. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Berkas P-21, Tiga Pengebom Ikan di Kupang Segera Diadili

Published

on

Tiga nelayan asal Kabupaten Kupang diamankan petugas di Kantor Stasiun PSDKP Kupang, belum lama ini.

Kupang, penatimor.com – Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kupang telah melengkapi berkas perkara tiga orang nelayan asal Kabupaten Kupang, yang diduga melakukan pengeboman ikan di perairan Tanjung Batu Lelan, Kabupaten Kupang.

Berkas perkara telah lengkap (P-21) dan rencananya akan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi NTT setelah pemilihan serentak Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Legislatif.

Kepala Stasiun PSDKP Kupang Mubarak, S.St.Pi., kepada wartawan, Selasa (16/4), mengemukakan bahwa setelah melakukan penangkapan ketiga nelayan tersebut pihaknya telah merampungkan berkas perkara ketiga tersangka.

“Direncanakan pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan setelah Pemilu. Jadi sekitar tanggal 23 Aprli 2019 kami akan melakukan pelimpahan tahap dua,” ujarnya.

Terhadap para tersangka yakni tersangka Princes Batuk Yusuf Tanakh dan Yepson Tari, dikenakan Pasal 86 ayat (1) jo Pasal 12 ayat (1), Pasal 84 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1), Pasal 85 jo Pasal 9, UU RI No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang No. 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang RI No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

“Jadi ketiga tersangka, kami jerat dengan Undang-Undang Perikanan dengan ancaman hukuman maksimal 10 dan denda 2 miliar,” jelasnya.

Ketiga nelayan tersebut merupakan nelayan asal Kabupaten Kupang. “Mereka menangkap ikan dengan menggunakan bom yang dikemas dalam botol kratingdaeng,” katanya.

Sebelumnya, Mubarak menjelaskan, kejadian bermula ketika tim operasi PSDKP Kupang menggunakan kapal patroli Napoleon-054 sedang melakukan penyelaman untuk memantau kondisi karang di perairan Pulau Kambing.

Selanjutnya, tim melihat sebuah kapal motor nelayan dilengkapi dengan sampan yang membawa alat tangkap gill net dandan monofilamen yang dicurigai melakukan penangkapan ikan di Tanjung Batu Lelan, sekitar 1 km dari Pulau Kambing.

“Mereka terus melaju dan berusaha melarikan diri. Namun, saat kami menghampiri, mereka pun berhenti, setelah diberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali pada titik koordinat 10°17. 960′ S dan 123° 25.199′ E,” ungkap Mubarak.

Setelah ditahan, petugas melakukan pemeriksaan, ditemukan sejumlah ikan yang diisi dalam sebuah kulbok yakni ikan hiu, ketamba, ikan kakak tua, serta ikan teri sebanyak satu kantong jaring dengan ciri-ciri mata pecah, dan badan memar.

“Setelah ikan dibedah, ditemukan bercak darah yang diduga terkena serangan bom. Kami berusaha mencari barang bukti, namun tidak menemukan,” paparnya.

Dari hasil interogasi awal, lanjut Mubarak, dua nelayan tersebut mengaku menggunakan bom saat menangkap ikan.

Bom yang dikemas dalam bentuk botol minuman berenergi itu dilempar juragan kapal berinisial PM asal Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat.

Mubarak menambahkan, dengan dua alat bukti yang didapatkan tersebut, ketiga nelayan masing-masing Princes Batuk, Yusuf Tanakh dan Yepson Tari tersebut diamankan di Pelabuhan Perikanan Tenau Kupang untuk pemeriksaan lanjutan. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Gara-gara Kunci Kotak Suara, Linmas TPS Tusuk Ketua KPPS

Published

on

Foto Istimewa (sripoku.com)

Kupang, Penatimor.com – Seorang Ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS), Rio Habibi ditusuk anggota Linmas TPS berinisial FB. Penyebabnya diduga hanya karena anak kunci gembok kotak suara.

Sebagaimana dilansir merdeka.com, peristiwa itu terjadi di depan TPS 8, Kelurahan Selangit, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, Rabu (17/4) pukul 07.00 WIB. Tiba-tiba korban dan pelaku terlibat cekcok mulut.

Adu mulut berakhir penusukan. Korban mengalami luka tusuk ringan di dada dan langsung dievakuasi ke puskesmas terdekat. Sementara pelaku yang tak lain adalah anak ketua RT setempat langsung kabur.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara membenarkan kejadian itu. Meski sempat terjadi aksi penusukan yang dialami Ketua KPPS, TPS tersebut masih bisa dilangsungkan pencoblosan.

“Ya ada penusukan Ketua KPPS di Musi Rawas di bagian dada. Diduga karena masalah anak kunci,” ungkap Zulkarnain.

Sementara itu, Kapolsek Terawas, Musi Rawas, Iptu Arfan mengatakan, saat ini korban sedang melapor ke polsek setelah menjalani perawatan medis. Sementara pelaku masih dalam pemburuan.

“Korban masih melapor, untuk pelakunya masih lari. Korban itu Ketua KPPS dan pelaku Linmas,” kata Arfan.

Dari laporan yang diterimanya, kejadian itu diduga dipicu karena anak kunci kotak suara yang semestinya berjumlah tiga unit, tetapi hanya ada dua. Pelaku pun menuduh korban memegang satu anak kunci yang hilang.

“Ya soal anak kunci kotak suara, tapi lebih jelasnya belum tahu. Nanti kita sampaikan laporan selanjutnya,” pungkasnya. (merdeka.com/R2)

Continue Reading

Trending

error: Content is protected !!