Connect with us

HUKRIM

Bunuh Bayi yang baru Dilahirkannya, Yovita Nitbani Dijerat Pasal Berlapis

Published

on

Yovita Nitbani diamankan di Aula Mapolsek Oebobo, Rabu (19/12).

Kupang, penatimor.com – Kasus pembunuhan bayi di Kota Kupang terus terjadi. Lagi-lagi pelakunya merupakan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK).

Pelaku yang diketahui atas nama Yovita Nitbani (25) asal Kabupaten TTS ini nekat menghabisi nyawa bayinya sendiri karena takut dimarahi keluarga.

Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (16/12), sekitar pukul 22.00 di kamar kos nya yang beralamat di Jl. Hari Murni, RT 16/RW 22, Kelurahan Oebobo, tepatnya di belakang Hotel Cendana Kupang.

Kejadian berawal saat pelaku mengalami sakit perut, namun pelaku saat itu berpikir hanya sakit biasa.

Dia juga sempat berpikir penyakit mag yang sering dideritanya kambuh kembali karena riwayat penyakit yang pernah diderita adalah mag.

Kondisi kesakitan pada bagian perut itu terus berlanjut hingga pada pukul 22.00.

Hal ini dijelaskan Kanit Reskrim Polsek Oebobo Iptu Komang Sukamara, SH., saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (19/12).

Komang mengungkapkan, rasa sakit yang dialami pelaku tak kunjung sembuh, dan pelaku lalu meminta tolong kepada kakak laki-lakinya Boi Nitbani untuk membelikan obat mag.

“Setelah dibelikan obat itu, pelaku lalu minum namun rasa sakit tersebut juga tidak sembuh karena rasa sakitnya itu bukan karena penyakit yang dialaminya namun rasa sakit melahirkan,” ungkap Komang.

Dia menambahkan pelaku sempat diantar oleh Boi ke toilet dengan tujuan membuang air, namun upaya buang air besar tidak berhasil.

Niat korban untuk membuang air besar itu malah berubah karena korban ternyata melahirkan bayi dari pasangan yang belum diketahui oleh keluarga itu.

Bayi malang yang berjenis kelamin perempuan itu lahir normal dengan berat badan 3,24 kg, namun karena pelaku takut ketahuan sehingga pelaku langsung menutup mulut bayinya dengan menggunakan handuk berwarna hijau sampai bayi itu benar-benar meninggal.

“Bayinya yang sudah tidak bernyawa itu lalu dililit dengan handuk, kemudian diisi ke dalam sebuah ember hitam. Pelaku sempat mengalami pendarahan dan merasa pusing. Pelaku lalu membawa ember yang berisi bayinya itu keluar dan memberitahukan kepada saudaranya bahwa yang diisi adalah kotoran dan darah,” ungkap Komang meniru perbincangan pelaku.

Pelaku lalu meminta tolong kepada Hadi Nitbani, salah satu kakaknya untuk mengubur kotorannya karena mengeluarkan aroma yang tidak sedap.

Hadi Nitbani lalu mengabil lingis dan mengali lubang kurang lebih 50 cm di dekat kandang babi milik Daud Djara yang adalah tuan kosnya.

“Korban sempat menggigil sehingga Boi saudaranya itu memberikan sebuah sarung untuk membungkus tubuhnya lalu pergi menguburkan ember yang diketahui adalah kotoran milik pelaku bersama ember hitam itu,” kata Komang.

Aksi pembunuhan tersebut baru diketahui oleh pemilik kos sekitar pukul 06.00. Pemilik kos menaruh curiga terhadap gundukan tanah di sebelah kandagnnya, lalu mencari tahu.

“Saudaranya langsung mengaku bahwa dirinya yang mengali dan menjelaskan keadaan yang dialaminya. Setelah digali baru diketahui ternyata yang disangka kotoran milik pelaku itu adalah sesosok bayi,” paparnya.

Terhadap kejadian tersebut pemilik kos langsung melaporkan kejadian itu kepada aparat kepolisian dan pihak kepolisian langsung mengambil tindakan olah tempat kejadian perkara.

“Setelah olah TKP kami langsung mengamankan pelaku dan 3 orang saksi untuk dimintai keterangannya. Pelaku yang lemas lalu mendapat perawatan medis secara intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang,” tutur Komang.

Pelaku, Yovita Nitbani yang berhasil dikonfirmasi di Polsek Oebobo, mengaku perbuatannya itu terjadi sekitar pukul 22.00.

Pelaku menjelaskan kondisi kehamilannya itu juga diketahui oleh pacarnya, namun karena rasa takut masih dibangku kuliah sehingga tidak memberitahukan keluarganya.

“Sesuai dengan perhitungan saya, saya baru hamil 6 bulan. Namun tiba-tiba perut sakit dan ingin buang air besar. Pada saat di kamar mandi saya bukan buang air malah saya melahirkan. Pas bayi keluar saya ambil handuk lalu menutup wajahnya sampai bayinya itu tidak bergerak,” kata Yovita

Ditambahkan, dirinya bersama pacarnya baru berencana untuk memberitakukan kepada keluarga terkait kehamilannya, namun karena tiba-tiba melahirkan sehingga ia terpaksa melakukan tersebut agar keluarga tidak mengetahuinya.

“Kami rencana kasih tahu keluarga karena pacar saya juga setuju. Pembunuhan ini saya tidak kasih tahu pacar saya,” ujarnya.

Terhadap perbuatan pelaku, penyidik mensangkakan dengan Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 perubahan Undang-Undang 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, jo Pasal 341 tentang penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia. (R1)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Lidik Kasus Tanah Jonas Salean, Jaksa Periksa 3 Notaris

Published

on

Mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean saat mendatangi kantor Kejati NTT, pekan lalu.

Kupang, penatimor.com – Tim penyelidik Bidang Pidsus Kejati NTT terus mengembangkan penyelidikan perkara dugaan korupsi terkait lahan milik mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean.

Dalam sepekan terakhir, tim penyidik terus melakukan pemeriksaan saksi.

Saksi yang diperiksa termasuk tiga orang notaris di Kota Kupang, masing-masing Zantje Tomasowa, Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Ketiga notaris ini diperiksa terpisah. Zantje diperiksa terlebih dahulu, kemudian disusul Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Zantje saat itu diperiksa dari pukul 15.00-18.00, selaku notaris yang membuat akta jual beli dengan Mourest Patty.

Saat ditanyakan, apakah ada maksud lain di antara Jonas Salean dan Mourest Patty dalam pembuatan akta jual beli tersebut, Zantje mengaku tidak tahu.

Zantje saat diwawancarai usai pemeriksaan, kepada wartawan, mengaku diperiksa terkait perkara dugaan penyerobotan tanah milik mantan Wali Kota Kupang.

“Saya dipanggil penyidik dan sudah berikan keterangan,” kata Zantje sambil berlalu meninggalkan gedung kantor Kejati NTT. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Jaksa Periksa Lee, Suami Linda Liudianto

Published

on

Amos Cadu Hina, SH. (kiri) bersama Lee di kantor Kejati NTT, Senin (24/6).

Kupang, penatimor.com – Penyidik Kejati NTT memeriksa Lee, suami tersangka Linda Liudianto yang terjerat perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair.

Lee memenuhi panggilan penyidik dengan mendatangi kantor Kejati NTT di Jl. Adhyaksa No. 1, pukul 09.00.

Dia didampingi kuasa hukum istrinya, Amos Cadu Hina, SH.

Lee saat diwawancarai mengatakan dirinya siap memberikan keterangan ke penyidik.

“Ada panggilan jadi saya datang memberikan keterangan,” kata Lee.

Sementara, Amos Cadu Hina, menambahkan, suami kliennya tersebut sama sekali tidak terlibat dalam proyek NTT Fair.

“Dia hanya dampingi istri nya saat temui pak Hadmen waktu itu,” kata Amos.

Terpantau, penyidik Kejati NTT hari ini kembali memeriksa tambahan tiga orang tersangka perkara dugaan korupsi NTT Fair, masing-masing Yuli Afra, Dona Toh dan Ferry Jonson Pandie. Mereka diperiksa mulai pukul 13.00. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Heboh di Amarasi Timur, Menantu Tewas di Tangan Mertua

Published

on

Ilustrasi penikaman (NET)

Kupang, penatimor.com – Warga Desa Enoraen, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang dibuat geger dengan kasus dugaan pembunuhan.

Kasus ini terjadi pada Minggu (23/6), pukul 13.45, dan dilaporkan ke Polsek Amarasi Timur dengan Laporan Polisi Nomor: LP/02/VI/2019/Sek Amtim pukul 15.10.

Korban nya adalah Gunawan Kaesnube (25), warga RT 03/RW 02, Desa Enoraen.

Penganiayaan ini terjadi di halaman rumah milik Meynar Aruan, Desa Enoraen, dengan pelaku Adiyanto Takain (46), warga RT 06/RW 03, Desa Enoraen.

Adapun para saksi dalam kasus ini, yang juga warga setempat, masing-masing Ronaldo Dairo, Fance Junedi Ruku (21) dan Aplonius Runesi (27).

Informasi yang dihimpun wartawan, menyebutkan, kasus ini berawal pada saat pelaku menyimpan dendam terhadap korban.

Korban adalah anak menantu dari pelaku, dikarenakan korban menelantarkan anak dan cucu dari pelaku di Kupang.

Sehingga pada saat korban hadir pada acara pesta di Desa Enoraen, pelaku melihat korban kemudian langsung mendekati korban dan menusuk korban menggunakan sebilah pisau tepat pada dada korban sebanyak satu kali.

Akibat dari penusukan tersebut korban langsung terjatuh dan meninggal dunia.

Aparat kepolisian Polsek Kupang Timur yang menerima laporan masyarakat, langsung melakukan tindakan kepolisian, menerima laporan, membuat LP, mendatangi TKP, memasang police line pada TKP dan mengevakuasi korban.

Korban pada saat sekarang sementara dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang guna dilaksanakan autopsi. (wil)

Continue Reading




Loading...

Trending

error: Content is protected !!