Connect with us

HUKRIM

Lagi, Mahasiswi Muhamadiyah Kupang Bunuh Bayi Baru Lahir

Published

on

Tersangka Yovita Nitbani diperiksa penyidik PPA Unit Reskrim Polsek Oebobo.

Kupang, penatimor.com – Kasus pembunuhan bayi baru lahir oleh ibunya sendiri yang berstatus mahasiswi, kembali membuat geger warga Kota Kupang, khususnya yang berdomisili di wilayah Jl. Hati Mulia, Kelurahan Oebobo.

Kasus ini tengah ditangani secara intensif oleh penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Unit Reskrim Polsek Oebobo, Polres Kupang Kota.

Kapolsek Oebobo AKP Yulius Lau yang dikonfirmasi wartawan, membenarkan.

Dia katakan, kasus tersebut dilakukan pelaku Yovita Nitbani (25) yang adalah mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Kupang pada Minggu (15/12).

“Kasus ini terjadi Jalan Hati Mulia, RT 16/RW 12, sekira pukul 22.00 malam di kos-kosan milik bapak Daud Djara, persis di belakang Hotel Cendana,” jelas Kapolsek.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Oebobo, Iptu Komang Sukamara, SH., menambahkan, bahwa tersangka YN tingal di kos-kosan bersama kakak nya bernama Boy yang bekerja sebagai nelayan.

“Tersangka melahirkan di dalam kamar mandi dan bayi nya berjenis kelamin perempuan. Waktu lahir ditutup pakai handuk hingga meninggal. Bayi kemudian diisi dalam ember dan ditutup pakai kain lalu dikubur di samping kos,” beber Kanit Reskrim.

Komang Sukamara melanjutkan, kejadian ini terungkap pada Senin (17/12) pagi, dimana pemilik kos merasa aneh karena ada bekas galian tanah.

“Jadi pemilik kos marah-marah, setelah dicek oleh pemilik kos ternyata mayat seorang bayi yang dikubur. Pemilik kos langsung melapor ke Polsek Oebobo,” imbuh Komang.

Mantan Kanit Pidum Satreskrim Polres Kupang Kota itu, katakan, tersangka YN juga sudah diamankan di Mapolsek Oebobo untuk menjalani proses hukum selanjutnya.

“Saksi-saksi sudah diperiksa. YN adalah seorang mahasiswi di Universitas Muhamadiyah Kupang semester V FKIP Biologi,” ujar dia.

Tersangka YN dijerat dengan Pasal 80 ayat 3 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 341 Penganiayaan yang mengakibatkan meningal dunia, dengan ancaman 15 tahun penjara. (R3)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Lidik Kasus Tanah Jonas Salean, Jaksa Periksa 3 Notaris

Published

on

Mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean saat mendatangi kantor Kejati NTT, pekan lalu.

Kupang, penatimor.com – Tim penyelidik Bidang Pidsus Kejati NTT terus mengembangkan penyelidikan perkara dugaan korupsi terkait lahan milik mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean.

Dalam sepekan terakhir, tim penyidik terus melakukan pemeriksaan saksi.

Saksi yang diperiksa termasuk tiga orang notaris di Kota Kupang, masing-masing Zantje Tomasowa, Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Ketiga notaris ini diperiksa terpisah. Zantje diperiksa terlebih dahulu, kemudian disusul Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Zantje saat itu diperiksa dari pukul 15.00-18.00, selaku notaris yang membuat akta jual beli dengan Mourest Patty.

Saat ditanyakan, apakah ada maksud lain di antara Jonas Salean dan Mourest Patty dalam pembuatan akta jual beli tersebut, Zantje mengaku tidak tahu.

Zantje saat diwawancarai usai pemeriksaan, kepada wartawan, mengaku diperiksa terkait perkara dugaan penyerobotan tanah milik mantan Wali Kota Kupang.

“Saya dipanggil penyidik dan sudah berikan keterangan,” kata Zantje sambil berlalu meninggalkan gedung kantor Kejati NTT. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Jaksa Periksa Lee, Suami Linda Liudianto

Published

on

Amos Cadu Hina, SH. (kiri) bersama Lee di kantor Kejati NTT, Senin (24/6).

Kupang, penatimor.com – Penyidik Kejati NTT memeriksa Lee, suami tersangka Linda Liudianto yang terjerat perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair.

Lee memenuhi panggilan penyidik dengan mendatangi kantor Kejati NTT di Jl. Adhyaksa No. 1, pukul 09.00.

Dia didampingi kuasa hukum istrinya, Amos Cadu Hina, SH.

Lee saat diwawancarai mengatakan dirinya siap memberikan keterangan ke penyidik.

“Ada panggilan jadi saya datang memberikan keterangan,” kata Lee.

Sementara, Amos Cadu Hina, menambahkan, suami kliennya tersebut sama sekali tidak terlibat dalam proyek NTT Fair.

“Dia hanya dampingi istri nya saat temui pak Hadmen waktu itu,” kata Amos.

Terpantau, penyidik Kejati NTT hari ini kembali memeriksa tambahan tiga orang tersangka perkara dugaan korupsi NTT Fair, masing-masing Yuli Afra, Dona Toh dan Ferry Jonson Pandie. Mereka diperiksa mulai pukul 13.00. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Heboh di Amarasi Timur, Menantu Tewas di Tangan Mertua

Published

on

Ilustrasi penikaman (NET)

Kupang, penatimor.com – Warga Desa Enoraen, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang dibuat geger dengan kasus dugaan pembunuhan.

Kasus ini terjadi pada Minggu (23/6), pukul 13.45, dan dilaporkan ke Polsek Amarasi Timur dengan Laporan Polisi Nomor: LP/02/VI/2019/Sek Amtim pukul 15.10.

Korban nya adalah Gunawan Kaesnube (25), warga RT 03/RW 02, Desa Enoraen.

Penganiayaan ini terjadi di halaman rumah milik Meynar Aruan, Desa Enoraen, dengan pelaku Adiyanto Takain (46), warga RT 06/RW 03, Desa Enoraen.

Adapun para saksi dalam kasus ini, yang juga warga setempat, masing-masing Ronaldo Dairo, Fance Junedi Ruku (21) dan Aplonius Runesi (27).

Informasi yang dihimpun wartawan, menyebutkan, kasus ini berawal pada saat pelaku menyimpan dendam terhadap korban.

Korban adalah anak menantu dari pelaku, dikarenakan korban menelantarkan anak dan cucu dari pelaku di Kupang.

Sehingga pada saat korban hadir pada acara pesta di Desa Enoraen, pelaku melihat korban kemudian langsung mendekati korban dan menusuk korban menggunakan sebilah pisau tepat pada dada korban sebanyak satu kali.

Akibat dari penusukan tersebut korban langsung terjatuh dan meninggal dunia.

Aparat kepolisian Polsek Kupang Timur yang menerima laporan masyarakat, langsung melakukan tindakan kepolisian, menerima laporan, membuat LP, mendatangi TKP, memasang police line pada TKP dan mengevakuasi korban.

Korban pada saat sekarang sementara dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang guna dilaksanakan autopsi. (wil)

Continue Reading




Loading...

Trending

error: Content is protected !!