Connect with us

PENDIDIKAN

BMPS NTT Gelar Pelatihan Manajemen Mutu untuk Akreditasi Sekolah Swasta

Published

on

Pelatihan Manajemen Mutu untuk Akreditasi Sekolah Swasta di NTT, Senin (17/12/2018)

Kupang, Penatimor.com – Badan Musyawarah Pendidikan Swasta (BMPS) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar pelatihan manajemen mutu untuk akreditasi sekolah swasta di NTT yang diikuti para kepala sekolah swasta di daerah itu.

Pelatihan yang digelar selama dua hari (17-18/12/2018) di aula LPMP NTT, dibuka  Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Yohanna Lisapally, serta nara sumber pada kegiatan tersebut, yaitu Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi Sianto, Sekretaris Dinas Pendidikan NTT, Alo Min, Ketua BMPS NTT, Winston Neil Rondo.

Ketua BMPS NTT, Winston Neil Rondo mengatakan, syarat utama membangun mutu pendidikan sekolah swasta adalah kesadaran bersama berbenah mewujudkan kualitas pendidikan yang lebih baik.

“Apakah sekolah swasta sadar bahwa kita punya problem, kita punya mutu yang berbeda satu dengan yang lain, kesempatan untuk memenuhi 8 standar nasional pendidikan itu masih jauh dari harapan, sehingga jika tidak ada perubahan yang bergerak cepat dan tinggal di tempat, maka sesungguhnya kita sedang kehilangan arah menuju ke sana,” ungkapnya.

Winston menyebutkan, sepanjang tahun 2018 BMPS NTT telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan pelatihan terkait dengan perbaikan mutu pendidikan swasta. Kegaiatan itu diantaranya, pelatihan ekstrakurikuler wajib kepramukaan. Selain itu, Festival SMA/ SMK Swasta Se-NTT, dan pelatihan peningkatan manajemen mutu.

“Sebelumnya kita terlibat dalam advokasi yang sangat ketat, langsung dipimpin oleh Kadis dan Sekdis Pendidikan NTT terkait dengan penerimaan peserta didik baru (PPDB) di daerah ini. Ini semua dilakukan dengan gigih sehingga pintu semakin terbuka bagi sekolah-sekolah swasta,” tandasnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan NTT, Alo Min mengatakan, terdapat dua persoalan terkait guru di NTT yaitu, kualifikasi dan kompetensi. Dari segi kualifikasi, sejak dua tahun lalu masih terdapat 23,27 persen belum berpendidikan strata satu atau S-1. “Untuk tahun ini turun jauh sekali tinggal 15, 07 persen yang belum S-1. Ini sesuai dengan Undang-undang guru dan dosen Nomor 14 Tahun 2005, bahwa guru mesti S-1,” katanya.

Sedangkan dari segi kompetensi, kata Alo Min, juga terdapat dua persoalan, yaitu masalah kompetensi pedagogis dan kompetensi profesional guru. “Secara nasional kita masih di bawah, ini ada kaitannya kalau dilihat dari hasil kompetensi ini ada korelasinya dengan hasil ujian nasional. Sebenarnya kalau evaluasi guru, lihat saja dari hasil ujian siswanya,” paparnya.

Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi Sianto mengatakan, pemerintah harus memberikan perhatian yang sama terhadap sekolah negeri maupun swasta, baik dari segi infrastruktur, sarana prasarana penunjang pendidikan.

“Selain itu juga terkait sumber daya manusia (SDM) baik kepala sekolah maupun guru. Ini adalah pekerjaan rumah besar bagi kita, karena kita masih kekurangan belasan ribu tenaga guru. Padahal kita tahu bahwa pendidikan merupakan salah satu poin penting dalam menentukan masa depan bangsa. Karena itu, SDM perlu disiapkan dengan baik,” katanya. (R2)

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PENDIDIKAN

PMDK PN, 16.666 Siswa Lolos ke Politeknik Negeri

Published

on

Mohamad Nasir

Semarang, penatimor.com – Pengumuman kelulusan hasil seleksi PMDK PN (Penelurusan Minat dan Kemampuan Politeknik Negeri) dirilis Selasa (16/4). Sebanyak 16.666 siswa dinyatakan lulus PMDK-PN.

Hasil yang langsung diumumkan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir di Politeknik Negeri Semarang ini bisa dilihat melalui laman resmi http://pmdk.politeknik.or.id sejak Selasa (16/4) pukul 14.00 Wib.

“Tahun ini peserta yang dinyatakan lulus seleksi 41 politeknik negeri sebanyak 16.666 siswa dari 206.852 siswa yang mendaftar dari 8421 sekolah asal,” kata Menteri Nasir di Politeknik Negeri Semarang, Selasa (16/4).

Dia menyebutkan, jumlah pendaftar PMDK-PN 2019 naik 13 persen dari tahun lalu, yakni dari 183.827 siswa menjadi 206.852.

Hal ini menunjukkan siswa yang berminat untuk studi lanjut di politeknik naik secara signifikan. Bahkan di beberapa politeknik, ada kenaikan pendaftar mencapai hampir 30 persen.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Forum Direktur Politeknik Negeri Rachmad Imbang Tritjahjono menyampaikan, peserta bisa melihat hasil kelulusan di website. Caranya peserta memasukkan nomor pendaftaran.

“Begitu peserta memasukkan nomor pendaftaran, akan ada informasi bahwa yang bersangkutan diterima menjadi cadangan atau belum lolos,” ujar Rachmad.

Bagi peserta yang dinyatakan tidak lolos PMDK-PN bisa masuk ke Politeknik Negeri melalui ujian masuk politeknik nasional (UMPN). UNPN akan dibuka pada 20 Mei secara serentak di semua politeknik negeri, di luar jalur mandiri yang ditawarkan. (esy/jpnn/R1)

Continue Reading

PENDIDIKAN

UN SMP di Kota Kupang Diikuti 7.525 Siswa

Published

on

Filmon Lulupoy

Kupang, penatimor.com – Sebanyak 7.525 siswa SMP di Kota Kupang siap mengikuti Ujian Nasional (UN) pada pada 29 April mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kupang Filmon Lulupoy, mengatakan, jumlah sekolah penyelenggara sebanyak 58, terdiri dari 20 SMP Negeri dan 38 SMP Swasta di Kota Kupang.

“Jadi ujian nasional akan digelar setelah Pileg dan Pilpres juga masa perayaan Paskah. Diharapkan dengan waktu yang tersisa ini dapat dimaksimalkan untuk latihan soal dan kesiapan ujian lainnya,” kata Filmon saat diwawancarai di Balai Kota Kupang, Kamis (11/4).

Menurut dia, khusus untuk SMP tidak semua sekolah menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), karena keterbatasan sarana pendukung seperti komputer dan jaringan internet.

Sementara sekolah yang siap menggelar UNBK ada sebanyak 27 sekolah, seperti SMPN 1, SMP Santa Theresia, dan beberapa sekolah lainnya yang merupakan sekolah unggulan di Kota Kupang.

“Karena ada sekolah pinggiran yang jaringan internetnya tidak bagus, maka belum bisa dilaksanakan UNBK, maka mereka memilih untuk ujian nasional berbasis pensil kertas saja agar tidak mengambil risiko,” katanya.

Filmon mengaku, sebelum pelaksanaan Ujian Nasional, pihak sekolah juga sementara melaksanakan ujian sekolah.

Ujian yang dimulai sejak Senin (9/4) dimaksudkan untuk mengetahui persiapan siswa menghadapi Ujian Nasional.

Selain itu, ujian ini juga menjadi salah satu faktor penentu kelulusan bagi siswa selain hasil Ujian Nasional.

“Jadi sekolah juga melaksanakan ujian sekolah yang tentunya sangat berpengaruh karena menjadi salah satu penentu kelulusan siswa,” terangnya.

Dia berharap, Kota Kupang dapat lulus 100 persen dan mutu pendidikan semakin ditingkatkan dari waktu ke waktu, didukung dengan sarana prasaran yang memadai. (R1)

Continue Reading

PENDIDIKAN

UTBK Gelombang I Dimulai 13 April

Published

on

Ilustrasi (NET)

Jakarta, penatimor.com – Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) gelombang I akan dimulai pada 13 April 2019 mendatang.

Siswa pendaftar yang mengikuti tes tersebut akan menggunakan nilainya untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mengimbau para peserta agar melakukan pengecekan waktu pelaksanaan tes di kartu ujian yang diunduh melalui laman https://pendaftaran-utbk.ltmpt.ac.id. Di kartu juga tertera sesi tes, yakni pertama atau kedua.

Sebelum mengikuti ujian, siswa juga harus mengetahui lokasi ujian, sehingga dapat melakukan pengecekan lokasi terlebih dahulu.

Dengan demikian, peserta bisa memperkirakan waktu tempuh serta transportasi yang akan digunakan menuju lokasi.

Peserta diminta memperhatikan berbagai petunjuk yang tertera di kartu ujian. Misalnya barang apa saja yang boleh dan tidak boleh dibawa saat ujian.

Adapun UTBK akan dilaksanakan dalam dua gelombang. Pendaftaran UTBK untuk kedua gelombang telah ditutup pada 1 April 2019 lalu.

Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT Budi Prasetyo Widyobroto mengatakan, total peserta yang mendaftar UTBK 2019 kurang lebih 1,3 juta siswa.

Jumlah itu terdiri atas kelompok ujian Sains dan Teknologi (Saintek) serta Sosial dan Humaniora (Soshum).

“Jumlah peserta gelombang I sebanyak 698.317 siswa, gelombang II 597.099 siswa,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Selasa (9/4).

Di antara jumlah tersebut, pendaftar reguler gelombang I sebanyak 523.956 siswa dan beasiswa Bidikmisi 174.361 siswa. Sementara gelombang II reguler tercatat 414.088 siswa, dan Bidikmisi 178.011 siswa.

Pelaksanaan tes untuk peserta UTBK gelombang I dilaksanakan pada 13 April-4 Mei 2019. Sedangkan, untuk gelombang II pada 11-26 Mei 2019.

Sebelumnya, peserta diperbolehkan mengikuti tes maksimal dua kali dengan syarat telah mendaftar di gelombang I dan gelombang II. Biaya pendaftaran ditanggung oleh peserta sebesar Rp 200.000 tiap tesnya. (R4)

Continue Reading

Trending

error: Content is protected !!