Connect with us

POLKAM

Dinilai Strategis, Fraksi Golkar NTT Minta Empat OPD Ini Tidak Dilebur

Published

on

Suasana sidang paripurna DPRD NTT, Rabu (5/12/2018)

Kupang, Penatimor.com – Fraksi Partai Golkar DPRD NTT meminta agar empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT harus berdiri sendiri dan tidak dilebur dengan perangkat daerah lainnya.

Fraksi Partai Golkar menilai keempat OPD yakni Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Koperasi, Badan Perbatasan serta Badan Pendidikan dan Latihan (Diklat) memiliki kedudukan strategis di tingkat nasional maupun mencakup kelembagaan di masyarakat yang luas cakupannya.

Juru Bicara Fraksi Partai Golkar DPRD NTT, Gabriel Manek sampaikan ini dalam dalam pemandangan umum fraksinya dalam sidang paripurna dewan, Rabu (5/12/2018).

Sidang yang dipimpin Wakil Ketua DPRD NTT, Yunus Takandewa itu dengan agenda mendengar pandangan umum fraksi- fraksi terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTT 2018- 2023, dan Perubahan atas Perda NTT nomor 6/2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah NTT.

Menurut Gabriel, Peraturan Daerah (Perda) Provinsi NTT Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah baru berlaku 2 (dua) tahun. Namun pertimbangan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat untuk mengajukan perubahan Perda dengan alasan prinsip mewujudkan kelembagaan perangkat daerah yang tepat fungsi dan tepat guna serta prinsip rasional, proporsional, efektif dan efisien, maka Ranperda mempunyai makna penataan OPD menuju efisiensi dan efektivitas pelayanan publik.

“Dalam proses perubahan Ranperda ini, Fraksi Partai Golkar meminta Saudara Gubernur untuk memastikan bahwa Ranperda perubahan ini sesuai dengan ketentuan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah serta dapat menyesuaikan dengan nomenklatur kementerian/ lembaga di tingkat pusat dan memastikan pula agar semua tugas fungsi pemerintahan daerah terakomodasi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Fraksi Partai Golkar berpandangan bahwa Dinas Ketahanan Pangan kegiatannya mencakup produksi, distribusi, dan konsumsi pangan yang berimbang dan bergizi serta menjamin keamanan pangan. Perangkat daerah ini membina kelompok masyarakat dan kelompok wanita tani dengan alokasi pembiayaan yang besar dari APBN setiap tahun.

“Sehubungan dengan itu, Fraksi Partai Golkar mohon penjelasan atas penggabungan dengan dinas pertanian,” katanya.

Untuk Badan Perbatasan, lanjut Gabriel, eksistensi lembaga ini sebagai wujud kehadiran negara di daerah perbatasan dan merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat kepada daerah yang memiliki wilayah perbatasan. Dalam hal ini, tidak semua provinsi dan kabupaten memiliki Badan Perbatasan.

“Karena itu, mohon penjelasan atas pengalihan menjadi urusan Biro Pemerintahan,” katanya.

Sedangkan terkait penggabungan Badan Diklat, Gabriel mengatakan, perlu ditelaah tentang kewenangan Badan Diklat dalam penyelenggaraan diklat penjenjangan aparatur. “Jika digabungkan, maka kelembagaan ini hanya diurus oleh salah satu bidang sehingga kewenangannya terbatas. Mohon penjelasan atas rancangan penggabungan dengan Badan Kepegawaian,” ujarnya.

Sementara tentang penggabungan Dinas Koperasi, Fraksi Partai Golkar mempertimbangkan tugas dan fungsi Dinas Koperasi sesuai amanat pasal 33 UUD 1945 dan ada ribuan kelembagaan koperasi di Provinsi NTT yang membutuhkan pembinaan secara khusus oleh Dinas Koperasi.

“Fraksi Partai Golkar memohon agar pemerintah daerah mempertimbangkan urgensi Dinas Koperasi dalam pemberdayaan ekonomi rakyat dan demokrasi ekonomi. Karen itu, mohon penjelasan pemerintah,” tandasnya. (R2)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POLKAM

Jalin Kerja Sama, Pemerintah India Tawarkan Kursus Singkat bagi Pemuda NTT

Published

on

Dok. Ist

Kupang, Penatimor.com РPemerintah India menawarkan kerja sama berbagai bidang dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT).  Tawaran kerja sama ini difokuskan pada bidang bidang ekonomi, pendidikan dan pariwisata.

Konsulat Jenderal (Konjen) India di Bali, R.O. Sunil Babu sampaikan ini saat berkunjung ke NTT, Selasa (19/3/2019). Kunjungan Konjen Sunil diterima Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi di ruang kerjanya.

Konjen Sunil mengatakan, untuk kerja sama bidang pendidikan, Pemerintah India memberikan beasiswa kursus atau pelatihan singkat selama 6 minggu sampai dengan 6 bulan.

“Semua pembiayaan ditanggung oleh Pemerintah India mulai dari tiket, akomodasi, uang harian asuransi kesehatan dan pembiayaan lainnya,” ungkap Sunil.

Kursus singkat yang ditawarkan ini mencakup banyak bidang baik itu pertanian, pariwisata, bahasa inggris, jurnalisme, ekonomi, budaya, penanggulangan bencana dan juga pemerintahan.

“Kami mengajak para pemuda termasuk ASN untuk memanfaatkan kesempatan ini,” kata Sunil.

Menurut Sunil, kursus singkat ini akan berlangsung sepanjang tahun. Untuk pesertanya  berasal dari berbagai negara dengan kuota terbatas yakni 25 sampai dengan 30 orang untuk setiap jenis kursus.

“Peserta yang boleh mendaftar berusia sekurang-kurangnya 25 tahun dan maksimal 45 tahun. Karena kuotanya terbatas, harus cepat untuk mendaftar. Untuk informasi dan pendaftaran dapat dilihat di link http://www.itecgoi.in,” sebutnya.

Sunil juga mengungkapkan, jumlah kunjungan wisatawan India ke Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Dari catatan Kedutaan Besar (Kedubes) dan Konjen India, sejauh ini India sudah menempati urutan ke-3 terbesar untuk jumlah kunjungan wisman ke Indonesia.

“Banyak wisatawan India khususnya kaum milenial yang mencari tempat wisata di Indonesia lewat internet. Kami berharap pemerintah provinsi dapat meningkatkan promosi tempat-tempat wisata baru di NTT lewat dunia maya. Kebanyakan orang India hanya kenal Komodo dan Labuan Bajo, padahal masih banyak tempat wisata menarik lainnya di NTT,” paparnya.

Wagub NTT, Josef Nae Soi menyambut positif dan mengapresiasi kunjungan Konjen India itu. Tawaran kursus singkat bagi para pemuda NTT tersebut sejalan juga dengan program yang dicanangkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur untuk mengirimkan banyak pemuda belajar berbagai bidang keterampilan di luar negeri.

Pada kesempatan itu, Wagub Nae Soi juga menjelaskan, program unggulan pemerintah provinsi lima tahun ke depan yakni pariwisata sebagai prime mover.

“Kami menyambut baik tawaran dari pemerintah India. Kami meminta Pemerintah India dapat memfasilitasi para pemuda NTT untuk belajar pertanian, peternakan dan bidang lainnya di India. Kami juga berharap pihak konsulat untuk lebih mempromosikan NTT dan menarik banyak wisatawan India berkunjung ke NTT,” harap Nae Soi. (R2)

Continue Reading

POLKAM

Aloysius Abi Yakin Lolos ke DPR RI dari Dapil NTT Dua

Published

on

Aloysius Abi, SH

Kupang, Penatimor.com – Aloysius Abi, SH membulatkan tekadnya untuk terjun ke dunia politik sebagai calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Aloysius yang juga berprofesi sebagai pengacara ini yakin dirinya bisa melenggang ke Senayan didukung masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) 2 Nusa Tenggara Timur (NTT).

Provinsi NTT dibagi ke dalam dua Dapil. Di dapil I para caleg yang akan bertarung mendapatkan enam kursi DPR RI. Dapil I NTT itu meliputi Alor, Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende, Ngada, Manggarai, Manggarai Barat dan Nagekeo.

Sementara itu, dapil II terdiri atas wilayah Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Sabu Raijua, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu Malaka, Kupang, Rote Ndao dan Kota Kupang. Dapil II NTT dengan kuota tujuh kursi.

“Saya yakin satu dari tujuh kursi di Dapil 2 NTT itu milik Aloysius Abi. Itu boleh dicatat, karena saya sudah bekerja keras, dan dari tangan saya sendiri sudah bagi langsung kurang lebih 40 ribu stiker kepada calon pemilih,” ungkap Alo, demikian Aloysius Abi biasa disapa, kepada wartawan di Kupang, Selasa (19/3/2019).

Calon anggota DPR RI dari Dapil NTT 2 dengan nomor urut 6 ini menyatakan, satu agenda besar yang akan diperjuangkannya jika kelak terpilih nanti adalah membawa aspirasi rakyat NTT ke Senayan.

“Sebagai anak daerah saya akan mendedikasikan yang terbaik untuk masyarakat, dengan memperjuangkan politik anggaran dan segala hal yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat,” kata Alo.

Dia berargumen, dalam kehidupan berdemokrasi sudah sepantasnya rakyat NTT diperlakukan adil dan merata dalam pembangunan ekonomi, sosial, politik, dan juga berbagai aspek kehidupan lainnya, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik lndonesia (NKRI).

“Proses pemilu itu sendiri sebetulnya adalah proses rekrutmen kader bangsa dari para pemilih untuk mewakili aspirasi para pemilih, sehingga dari masyarakat yang punya hak pilih tetapi tidak diwakili maka menjadi keprihatinan tersendiri” ujarnya.

Dia menambahkan, berangkat dari keprihatinan itu dirinya ingin mengabdi dan mendedikasikan dirinya untuk membantu menyuarakan aspirasi masyarakat NTT.

“Dalam banyak hal kita ingin membantu masyarakat tetapi tidak cukup kemampuan untuk melakukannya, karena itu tidak ada salahnya dalam pesta demokrasi kali ini saya turut mengambil bagian di dalamnya,” tandasnya. (R2)

Continue Reading

POLKAM

Pewaris Raja Amarasi Dukung Martinus Siki Maju DPD RI

Published

on

Foto bersama Martinus Siki dan Robby Koroh di Sonaf Amarasi, Senin (18/3/2019).

Kupang, Penatimor.com – Pewaris Raja Amarasi, Robby Koroh menyatakan dukungannya kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pilihan Nusa Tenggara Timur (NTT) nomor urut 43, Martinus Siki, SH, MH.

Robby Koroh sampaikan ini dalam pertemuan Martinus Siki dengan keluarga besar Siki di Desa Soba, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Senin (18/3/2019).

Dalam sapaan adatnya, Roby Koroh mengatakan, Martinus Siki merupakan putra Timor yang harus didukung oleh seluruh masyarakat di Pulau Timor termasuk Amarasi.

“Selama ini kita ingin ada yang mewakili kita di DPD RI. Sekarang ini, ada saudara kita anak Timor, Pak Martinus Siki yang siap mewakili kita semua. Pilih kita punya orang supaya kita punya wakil di DPD RI,” ungkap Roby Koroh.

Pada kesempatan itu, Roby Koroh juga meminta kepada calon DPD RI, Martinus Siki untuk memperjuangkan pengangkatan Raja H. A Koroh sebagai pahlawan nasional, jika kelak terpilih menjadi anggota DPD RI.

“Raja H. A Koroh memang punya nama besar, tapi apa yang kita dapat, memperjuangkan untuk menjadi pahlawan nasional pun ditolak terus,” ujarnya.

Robby Koroh juga berjanji akan meminta dukungan kepada semua masyarakat Timor, terutama warga Amarasi untuk mendukung Martinus Siki.

“Mulai hari ini, saya akan jalan dari kampung ke kampung untuk meminta dukungan dari semua warga Amarasi dan orang Timor untuk mendukung Pak Martinus menjadi anggota DPD RI,” katanya.

“Atas nama keluarga Koroh, saya ucapkan selamat berjuang. Kami dukung dari belakang. Saya akan terus sosialisasi sampai hari H,” pungkas Roby Koroh. (R2)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2018 Pena Timor

error: Content is protected !!