Connect with us

HUKRIM

Penculik Anak di Bakunase Terancam 15 Tahun Penjara

Published

on

Kapolsek Oebobo AKP Yulius Lau didampingi Kanit Reskrim Polsek Oebobo Iptu I Komang Sukamara menjelaskan penanganan kasus penculikan anak dalam jumpa pers di Mapolsek Oebobo, Rabu (21/11).

Kupang, penatimor.com – Tersangka kasus dugaan tindak pidana penculikan dan mencoba menghilangkan nyawa anak di bawah umur, Siprianus Akoit (46), warga Jl. Timor Raya, RT 22/RW 09, Dusun Noah, Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, terancam mendekam di dalam penjara setelah melakukan tindakan pidana penculikan, penganiayaan dan mencoba membunuh Ryzky Julianto Nomleni bocah berusia 6 Tahun.

Siprianus Akoit yang masuk dalam DPO Polsek Oebobo, Polres Kupang Kota, berhasil diamankan pada Senin (19/11) siang, sekira pukul 11.00 di pabrik Batako ‘Mirakel’ di seputaran Jalur 40, RT 11/RW 03, Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa.

Kapolsek Oebobo AKP Yulius Lau, saat jumpa pers di Mapolsek Oebobo, Rabu (21/11), mengaku pelaku sudah dicari selama kurang lebih 4 bulan, namun karena tersangka selalu berpindah-pindah tempat tinggal, sehingga pihaknya mengalami kesulitan untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka.

Penangkapan terhadap tersangka terkait laporan polisi Nomor LP/B/103/VIII/2018/Sektor Oebobo tanggal 8 Agustus 2018 bahwa tersangka melakukan tindak pidana penculikan terhadap korban Rizky Nomleni pada tanggal 8 Agustus 2018.

Pada Kamis (9/8), aparat Polsek Oebobo mendapat informasi soal keberadaan korban penculikan anak di bawah umur, Rizky Nomleni di pinggir kali Dendeng, Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Kanit Reskrim Polsek Oebobo Ipda I Komang Sukamara dibantu anggota Unit Reskrim Polsek Oebobo ke Kali Dendeng Desa Noelbaki menjemput korban Rizky Nomleni.

Dijelaskan, warga Kali Dendeng Desa Noelbaki mengaku, pada tanggal 9 Agustus 2018 malam sekira pukul 21.00, warga mendapati pelaku Siprianus Akoit sedang menganiaya korban di pinggir Kali Dendeng Noelbaki.

Saat itu warga mengenali pelaku dan warga sempat melerai dan menghentikan aksi penganiayaan dan pencobaan pembunuhan terhadap korban dengan menceburkan ke dalam kali.

“Pelaku pun langsung melarikan diri dan meninggalkan korban di lokasi kejadian setelah aksinya diketahui warga,” ungkap AKP Julius Lau.
Terhadap aksi nekat pelaku untuk menghilangkannya korban warga langsung melaporkan keberadaan korban ke aparat kepolisian.

“Korban pun mengakui hal yang sama, kalau pasca diculik, dia dibawa ke Kali Dendeng Noelbaki dan dianiaya pelaku tanpa alasan yang jelas. Beruntung ada warga yang mengetahui kejadian ini sehingga keselamatan dan nyawa korban tertolong,” papar AKP Yulius.

Korban mengaku kalau pada tanggal 7 Agustus 2018 siang sekira pukul 13.00, dia bermain di teras rumahnya di belakang gereja GMIT Alfa Omega Labat.

Kemudian datang pelaku menghampiri korban dan memanggil korban.
Pelaku membujuk korban untuk ikut dengan pelaku. Korban pun menuruti permintaan pelaku dan menumpang sepeda motor yang dikendarai pelaku.

Ditambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku kecewa atas kekasihnya yang meninggalkan dirinya sehingga ia nekat menculik anak kekasihnya itu dengan tujuan agar kekasihnya bisa kembali.

“Tersangka yang juga diketahui sudah memiliki istri dan anak namun tersangka juga memiliki hubungan dengan ibu dari korban. Hubungan yang sudah berlangsung lama ini dikhianati sehingga pelaku nekat menculik korban,” tegas AKP Yulius.

Tersangka dijerat dengan Pasal 83 Undang-undang (UU) 35 Tahun 2014 tentang Perlidungan Anak, jo Pasal 80 (1) Undang-undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara. (R3)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Lidik Kasus Tanah Jonas Salean, Jaksa Periksa 3 Notaris

Published

on

Mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean saat mendatangi kantor Kejati NTT, pekan lalu.

Kupang, penatimor.com – Tim penyelidik Bidang Pidsus Kejati NTT terus mengembangkan penyelidikan perkara dugaan korupsi terkait lahan milik mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean.

Dalam sepekan terakhir, tim penyidik terus melakukan pemeriksaan saksi.

Saksi yang diperiksa termasuk tiga orang notaris di Kota Kupang, masing-masing Zantje Tomasowa, Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Ketiga notaris ini diperiksa terpisah. Zantje diperiksa terlebih dahulu, kemudian disusul Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Zantje saat itu diperiksa dari pukul 15.00-18.00, selaku notaris yang membuat akta jual beli dengan Mourest Patty.

Saat ditanyakan, apakah ada maksud lain di antara Jonas Salean dan Mourest Patty dalam pembuatan akta jual beli tersebut, Zantje mengaku tidak tahu.

Zantje saat diwawancarai usai pemeriksaan, kepada wartawan, mengaku diperiksa terkait perkara dugaan penyerobotan tanah milik mantan Wali Kota Kupang.

“Saya dipanggil penyidik dan sudah berikan keterangan,” kata Zantje sambil berlalu meninggalkan gedung kantor Kejati NTT. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Jaksa Periksa Lee, Suami Linda Liudianto

Published

on

Amos Cadu Hina, SH. (kiri) bersama Lee di kantor Kejati NTT, Senin (24/6).

Kupang, penatimor.com – Penyidik Kejati NTT memeriksa Lee, suami tersangka Linda Liudianto yang terjerat perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair.

Lee memenuhi panggilan penyidik dengan mendatangi kantor Kejati NTT di Jl. Adhyaksa No. 1, pukul 09.00.

Dia didampingi kuasa hukum istrinya, Amos Cadu Hina, SH.

Lee saat diwawancarai mengatakan dirinya siap memberikan keterangan ke penyidik.

“Ada panggilan jadi saya datang memberikan keterangan,” kata Lee.

Sementara, Amos Cadu Hina, menambahkan, suami kliennya tersebut sama sekali tidak terlibat dalam proyek NTT Fair.

“Dia hanya dampingi istri nya saat temui pak Hadmen waktu itu,” kata Amos.

Terpantau, penyidik Kejati NTT hari ini kembali memeriksa tambahan tiga orang tersangka perkara dugaan korupsi NTT Fair, masing-masing Yuli Afra, Dona Toh dan Ferry Jonson Pandie. Mereka diperiksa mulai pukul 13.00. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Heboh di Amarasi Timur, Menantu Tewas di Tangan Mertua

Published

on

Ilustrasi penikaman (NET)

Kupang, penatimor.com – Warga Desa Enoraen, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang dibuat geger dengan kasus dugaan pembunuhan.

Kasus ini terjadi pada Minggu (23/6), pukul 13.45, dan dilaporkan ke Polsek Amarasi Timur dengan Laporan Polisi Nomor: LP/02/VI/2019/Sek Amtim pukul 15.10.

Korban nya adalah Gunawan Kaesnube (25), warga RT 03/RW 02, Desa Enoraen.

Penganiayaan ini terjadi di halaman rumah milik Meynar Aruan, Desa Enoraen, dengan pelaku Adiyanto Takain (46), warga RT 06/RW 03, Desa Enoraen.

Adapun para saksi dalam kasus ini, yang juga warga setempat, masing-masing Ronaldo Dairo, Fance Junedi Ruku (21) dan Aplonius Runesi (27).

Informasi yang dihimpun wartawan, menyebutkan, kasus ini berawal pada saat pelaku menyimpan dendam terhadap korban.

Korban adalah anak menantu dari pelaku, dikarenakan korban menelantarkan anak dan cucu dari pelaku di Kupang.

Sehingga pada saat korban hadir pada acara pesta di Desa Enoraen, pelaku melihat korban kemudian langsung mendekati korban dan menusuk korban menggunakan sebilah pisau tepat pada dada korban sebanyak satu kali.

Akibat dari penusukan tersebut korban langsung terjatuh dan meninggal dunia.

Aparat kepolisian Polsek Kupang Timur yang menerima laporan masyarakat, langsung melakukan tindakan kepolisian, menerima laporan, membuat LP, mendatangi TKP, memasang police line pada TKP dan mengevakuasi korban.

Korban pada saat sekarang sementara dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang guna dilaksanakan autopsi. (wil)

Continue Reading




Loading...

Trending

error: Content is protected !!