Connect with us

HUKRIM

Pacar Diganggu, Cemburu, Faldy Baria Bacok Ellyas Reme, Terancam 5 Tahun

Published

on

Kapolsek Oebobo AKP Yulius Lau (kanan) didampingi Kanit Reskrim Iptu Komang Sukamara memaparkan kasus penganiayaan dengan senjata tajam di Mapolsek Oebobo, Rabu (22/11).

Kupang, penatimor.com – Gara-gara dibakar api cemburu, Faldy Baria (22), mantan pebalap motor ternama di Kota Kupang, nekat membacok Ellyas Marks Reme (27), seorang PNS pada Kantor Imigrasi Kupang.

Akibat perbuatannya itu, Faldy yang kini pengusaha rental mobil itu harus berhadapan dengan hukum. Dia telah dijebloskan ke dalam sel Mapolsek Oebobo, Polres Kupang Kota.

Dari tangan Faldy, polisi juga mengamankan barang bukti sebilah parang yang dipakai membacok korban yang juga warga Kelurahan Oepura itu.

Kanit Reskrim Polsek Oebobo Iptu Komang Sukamara kepada wartawan di Mapolsek Oebobo, Rabu (21/11), mengatakan, tindak pidana penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam itu terjadi di samping Toko Borneo, Jl. Jenderal Sudirman, Kuanino, Kupang, Sabtu (17/11).

“Faldy nekat menganiaya korban karena cemburu, karena pacar nya digangu oleh korban,” ungkap Kanit Reskrim.

Karena cemburu itulah, lanjut Komang, Faldy menghubungi korban untuk bertemu di samping Toko Borneo.

Setelah korban datang, tersangka ternyata sudah menyiapkan sebilah parang di dalam mobil nya.

Setelah korban tiba di tempat kejadian perkara (TKP), tersangka langsung menghunus parangnya dan membacok korban secara membabi buta.

Korban sempat menangkis, sehingga sabetan parang mengenai tangan korban dan tiga jari tangannya nyaris putus.

“Saat ini masih dalam pemberkasan untuk dikirim ke Kejaksaan. Tersangka dijerat dengan Pasal 351 ayat 2 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” tutup Kanit Reskrim. (R3)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Lidik Kasus Tanah Jonas Salean, Jaksa Periksa 3 Notaris

Published

on

Mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean saat mendatangi kantor Kejati NTT, pekan lalu.

Kupang, penatimor.com – Tim penyelidik Bidang Pidsus Kejati NTT terus mengembangkan penyelidikan perkara dugaan korupsi terkait lahan milik mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean.

Dalam sepekan terakhir, tim penyidik terus melakukan pemeriksaan saksi.

Saksi yang diperiksa termasuk tiga orang notaris di Kota Kupang, masing-masing Zantje Tomasowa, Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Ketiga notaris ini diperiksa terpisah. Zantje diperiksa terlebih dahulu, kemudian disusul Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Zantje saat itu diperiksa dari pukul 15.00-18.00, selaku notaris yang membuat akta jual beli dengan Mourest Patty.

Saat ditanyakan, apakah ada maksud lain di antara Jonas Salean dan Mourest Patty dalam pembuatan akta jual beli tersebut, Zantje mengaku tidak tahu.

Zantje saat diwawancarai usai pemeriksaan, kepada wartawan, mengaku diperiksa terkait perkara dugaan penyerobotan tanah milik mantan Wali Kota Kupang.

“Saya dipanggil penyidik dan sudah berikan keterangan,” kata Zantje sambil berlalu meninggalkan gedung kantor Kejati NTT. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Jaksa Periksa Lee, Suami Linda Liudianto

Published

on

Amos Cadu Hina, SH. (kiri) bersama Lee di kantor Kejati NTT, Senin (24/6).

Kupang, penatimor.com – Penyidik Kejati NTT memeriksa Lee, suami tersangka Linda Liudianto yang terjerat perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair.

Lee memenuhi panggilan penyidik dengan mendatangi kantor Kejati NTT di Jl. Adhyaksa No. 1, pukul 09.00.

Dia didampingi kuasa hukum istrinya, Amos Cadu Hina, SH.

Lee saat diwawancarai mengatakan dirinya siap memberikan keterangan ke penyidik.

“Ada panggilan jadi saya datang memberikan keterangan,” kata Lee.

Sementara, Amos Cadu Hina, menambahkan, suami kliennya tersebut sama sekali tidak terlibat dalam proyek NTT Fair.

“Dia hanya dampingi istri nya saat temui pak Hadmen waktu itu,” kata Amos.

Terpantau, penyidik Kejati NTT hari ini kembali memeriksa tambahan tiga orang tersangka perkara dugaan korupsi NTT Fair, masing-masing Yuli Afra, Dona Toh dan Ferry Jonson Pandie. Mereka diperiksa mulai pukul 13.00. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Heboh di Amarasi Timur, Menantu Tewas di Tangan Mertua

Published

on

Ilustrasi penikaman (NET)

Kupang, penatimor.com – Warga Desa Enoraen, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang dibuat geger dengan kasus dugaan pembunuhan.

Kasus ini terjadi pada Minggu (23/6), pukul 13.45, dan dilaporkan ke Polsek Amarasi Timur dengan Laporan Polisi Nomor: LP/02/VI/2019/Sek Amtim pukul 15.10.

Korban nya adalah Gunawan Kaesnube (25), warga RT 03/RW 02, Desa Enoraen.

Penganiayaan ini terjadi di halaman rumah milik Meynar Aruan, Desa Enoraen, dengan pelaku Adiyanto Takain (46), warga RT 06/RW 03, Desa Enoraen.

Adapun para saksi dalam kasus ini, yang juga warga setempat, masing-masing Ronaldo Dairo, Fance Junedi Ruku (21) dan Aplonius Runesi (27).

Informasi yang dihimpun wartawan, menyebutkan, kasus ini berawal pada saat pelaku menyimpan dendam terhadap korban.

Korban adalah anak menantu dari pelaku, dikarenakan korban menelantarkan anak dan cucu dari pelaku di Kupang.

Sehingga pada saat korban hadir pada acara pesta di Desa Enoraen, pelaku melihat korban kemudian langsung mendekati korban dan menusuk korban menggunakan sebilah pisau tepat pada dada korban sebanyak satu kali.

Akibat dari penusukan tersebut korban langsung terjatuh dan meninggal dunia.

Aparat kepolisian Polsek Kupang Timur yang menerima laporan masyarakat, langsung melakukan tindakan kepolisian, menerima laporan, membuat LP, mendatangi TKP, memasang police line pada TKP dan mengevakuasi korban.

Korban pada saat sekarang sementara dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang guna dilaksanakan autopsi. (wil)

Continue Reading




Loading...

Trending

error: Content is protected !!