Connect with us

HUKRIM

Bacok Depan Borneo Kuanino, Korban Pegawai Imigrasi, Pelaku Pembalap Faldy Baria

Published

on

Yulius Lau

Kupang, penatimor.com – Lagi-lagi kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam terjadi di Kota Kupang, Sabtu (17/11), sekira pukul 07.30, tepatnya di depan Toko Borneo, Jl. Jenderal Sudirman, Kelurahan Kuanino, Kecamatan Kota Raja.

Naas bagi Ellyas Marks Reme (27), seorang pegawai negeri sipil pada Kantor Imigrasi yang menjadi korban kasus ini.

Korban yang juga warga Jl. Nusa Indah No.16 Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang itu dibacok dengan parang oleh pelaku Faldy Baria (22), warga Kelurahan Bakunase, Kecamatan Kota Raja.

Faldy juga merupakan seorang pembalap motor di Kupang yang pernah memenangkan sejumlah kejuaraan tingkat Kota Kupang maupun di luar NTT.

Kapolsek Oebobo AKP Yulius Lau yang dikonfirmasi, membenarkan kasus tersebut.

“Iya, kasus itu sedang ditangani penyidik Unit Reskrim Polsek Oebobo. Tersangka sudah diamankan di Polsek Oebobo,” kata Kapolsek.

Orang nomor satu di Polsek Oebobo itu menguraikan kronologi kasus dimaksud, dimana berawal pada Sabtu (17/11), sekira pukul 06.45, korban yang sementara berada di rumahnya di Keluraha Oepura, dihubungi oleh terlapor lewat via telepon.

Dalam percakapan tersebut, menurut Kapolsek, terlapor menyuruh korban untuk bertemu dengan terlapor di depan Toko Borneo.

Mendapat telepon tersebut, korbanpun langsung keluar dari rumahnya dan menuju ke Toko Borneo untuk bertemu dengan terlapor.

Sesampainya di depan Toko Borneo, korban tidak melihat terlapor. Sehingga korban menunggu terlapor di depan toko Borneo, sambil tetap berada di atas motor miliknya.

Selang beberapa menit kemudian, terlapor datang dari arah belakang korban, tanpa berkata apa-apa, langsung mengayunkan parang ke arah kepala korban yang mengenai helm yang korban pakai saat itu.

Melihat hal tersebut, korban langsung berdiri dan terlapor secara membabi buta terus mengayunkan parang ke arah korban berulang kali.

Namun korban berusaha menghindar dan pada saat terlapor kembali mengayunkan parang ke arah kepala korban, korban langsung menangkis parang dengan menggunakan tangan sebelah kiri yang mengakibatkan tiga jari tangan korban robek dan luka robek pada punggung tangan sebelah kiri, akibat sabetan parang terlapor.

“Setelah terlapor melakukan penganiayaan terhadap korban, selanjutnya terlapor langsung pergi meninggalkan korban dengan menggunakan mobilnya,” beber Kapolsek yang juga mantan Kabag Ops Polres Flores Timur.

Dikarenakan darah yang terus keluar dari tangan kiri korban, sehingga beberapa masyarakat yang korban tidak kenal langsung membawa korban ke Ruang UGD RSUD W.Z.Yohanes Kupang untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Pada pukul 13.30, sepupu korban sudah mendatangi Polsek Oebobo dan membuat laporan Polisi Nomor: LP/B/167/XI/2018/Sektor Oebobo. Awal masalahnya dari facebook dan pelaku cemburu,” sebut Kapolsek Oebobo yang juga mantan Kasat Lantas Polres Lembata itu. (R1)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
1 Comment

1 Comment

  1. Jaime

    November 21, 2018 at 4:31 pm

    Ketemu di lapas lagi nanti

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Bawa Lari Gadis 16 Tahun Lalu Setubuhi, Pemuda di Kupang Terancam 15 Tahun Penjara

Published

on

Ilustrasi (NET)

Kupang, penatimor.com – Seorang pemuda di Kupang dipolisikan atas dugaan pencabulan anak di bawah umur.

Terlapor bernama Jems M (19), sementara korban nya berinisial MB (16) yang berstatus pelajar di salah satu SMA swasta di Kota Kupang.

Kapolsek Oebobo Kompol I Ketut Saba  yang dikonfirmasi di ruangan kerjanya, membenarkan.

Menurut Kapolsek, kasus ini berawal saat korban pergi dari rumah pada (24/5), dan nginap di rumah temannya di belakang super market Dutalia, Kelurahan Oesapa.

Korban lalu mengirim pesan via messenger ke terlapor pada (28/5) untuk bertemu.

Keesokan hari nya terlapor membawa pergi MB ke kos yang beralamat Jl. Bhakti Karang, RT 37/RW 11, Kelurahan Oebobo.

“Selama tinggal bersama di tempat kos, korban dan pelaku berhubungan badan layak nya suami istri,” sebut Kapolsek.

Selanjutnya pada (4/6), korban pulang ke rumah untuk mengambil pakaiannya karena waktu keluar dari rumah dia tidak membawa pakaian.

Sesampai di rumah nya, korban juga menipu orangtua nya bahwa selama ini dia pergi mencari kerja sebagai sales.

Selanjutnya, pada (8/6), korban pergi lagi dari rumah untuk bertemu dengan terlapor di kost tersebut.

Atas kepergian korban, orangtua nya mencurigai terlapor yang membawa putri mereka, sehingga orangtua korban membawa foto korban untuk mencari di kost terlapor, dan mendapati korban berada di salah satu kamar kost.

Orangtua korban kemudian membuat laporan polisi Nomor:LP/B/85/VI/2019 tanggal 12 Juni 2019.

“Pelaku sudah ditangkap dan diamankan di Polsek Oebobo. Berkas perkara dalam minggu ini dikirim ke Kejaksaan,” terang Kapolsek.

Terlapor dikenakan Pasal 81 Ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan dari UU Pasal 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Sub Pasal 64 Ayat 1 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. (wil)

Continue Reading

HUKRIM

Lidik Kasus Tanah Jonas Salean, Jaksa Periksa 3 Notaris

Published

on

Mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean saat mendatangi kantor Kejati NTT, pekan lalu.

Kupang, penatimor.com – Tim penyelidik Bidang Pidsus Kejati NTT terus mengembangkan penyelidikan perkara dugaan korupsi terkait lahan milik mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean.

Dalam sepekan terakhir, tim penyidik terus melakukan pemeriksaan saksi.

Saksi yang diperiksa termasuk tiga orang notaris di Kota Kupang, masing-masing Zantje Tomasowa, Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Ketiga notaris ini diperiksa terpisah. Zantje diperiksa terlebih dahulu, kemudian disusul Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Zantje saat itu diperiksa dari pukul 15.00-18.00, selaku notaris yang membuat akta jual beli dengan Mourest Patty.

Saat ditanyakan, apakah ada maksud lain di antara Jonas Salean dan Mourest Patty dalam pembuatan akta jual beli tersebut, Zantje mengaku tidak tahu.

Zantje saat diwawancarai usai pemeriksaan, kepada wartawan, mengaku diperiksa terkait perkara dugaan penyerobotan tanah milik mantan Wali Kota Kupang.

“Saya dipanggil penyidik dan sudah berikan keterangan,” kata Zantje sambil berlalu meninggalkan gedung kantor Kejati NTT. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Jaksa Periksa Lee, Suami Linda Liudianto

Published

on

Amos Cadu Hina, SH. (kiri) bersama Lee di kantor Kejati NTT, Senin (24/6).

Kupang, penatimor.com – Penyidik Kejati NTT memeriksa Lee, suami tersangka Linda Liudianto yang terjerat perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair.

Lee memenuhi panggilan penyidik dengan mendatangi kantor Kejati NTT di Jl. Adhyaksa No. 1, pukul 09.00.

Dia didampingi kuasa hukum istrinya, Amos Cadu Hina, SH.

Lee saat diwawancarai mengatakan dirinya siap memberikan keterangan ke penyidik.

“Ada panggilan jadi saya datang memberikan keterangan,” kata Lee.

Sementara, Amos Cadu Hina, menambahkan, suami kliennya tersebut sama sekali tidak terlibat dalam proyek NTT Fair.

“Dia hanya dampingi istri nya saat temui pak Hadmen waktu itu,” kata Amos.

Terpantau, penyidik Kejati NTT hari ini kembali memeriksa tambahan tiga orang tersangka perkara dugaan korupsi NTT Fair, masing-masing Yuli Afra, Dona Toh dan Ferry Jonson Pandie. Mereka diperiksa mulai pukul 13.00. (R1)

Continue Reading




Loading...

Trending

error: Content is protected !!