Connect with us

HUKRIM

Penculik Anak di Bakunase Ditangkap Polisi

Published

on

Sipri Akoit

Kupang, penatimor.com – Pihak Polsek Oebobo, Polres Kupang Kota, telah menangkap Sipri Akoit (SA), tersangka kasus penculikan terhadap anak Ryzki Nomleni (6) warga kelurahan Bakunase II, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.

Kapolsek Oebobo AKP Yulius Lau kepada wartawan, Senin (19/11), membenarkan.

“Tersangka kasus penculikan anak sudah ditangkap jam 10 pagi. Kasusnya 4 bulan yang lalu di wilayah Labat. Rencana hari Rabu dirilis,” sebut Kapolsek.

Sebelumnya, Kapolsek Yulius mengatakan bahwa pihaknya telah melacak sejumlah lokasi dari pelaku SA yang terus berpindah dari satu tempat ke tempat lain, bahkan saat ini pihaknya mendapat informasi bahwa pelakunya telah melarikan diri ke luar kota Kupang.

“Kami sudah melacak keberadaan pelaku SA, bahkan telah menyebarkan informasi ciri dan sketsa wajah pelakunya ke berbagai wilayah serta berkoordinasi dengan Polres dan Polsek jajaran, bahkan pihak keluarga pelaku juga koperatif dalam memberikan informasi kepada kami,” ungkap Yulius.

Terhadap kasus ini, lanjut Yulius, kasus ini menjadi atensi khusus dari pimpinan sehingga pihaknya bekerja keras menemukan pelakunya dan melanjutkan proses hukum atas perbuatannya.

Sementara, pihak keluarga pelaku SA menilai pemberitaan versi keluarga korban sangat berlebihan dan menyudutkan, pasalnya dalam kasus ini pelaku nekat menculik korban karena memiliki alasan yang kuat.
Kakak kandung pelaku, Juli mengatakan bahwa selama ini pelaku dikenal baik dan tidak pernah melakukan perbuatan kriminal apapun serta merugikan keluarganya.

“Sebagai keluarga, kami siap bertanggungjawab atas perbuatan dari pelaku, namun pelaku sampai nekat menculik korban karena memiliki alasan yang kuat, bahkan pelaku tidak memiliki niat sedikitpun untuk menyakiti korban,” jelas Juli.

Lebih lanjut Juli menambahkan kejadian saat itu pelaku menjemput korban di depan Gereja Alfa Omega Labat, kemudian membawanya pergi selama beberapa hari.

“Saat saksi menemukan korban di Kali Dendeng, saat itu pelaku hendak mandi sekaligus mencuci motor, bahkan pelaku juga menyuruh korban untuk mandi karena belum mandi berhari-hari, namun korban menolak, sehingga pelaku emosi dan langsung memegang krak baju korban dan menceburnya ke air, dan saat bersamaan itu saksi melihatnya dan berpikir pelaku hendak menyakiti korban,” tambah Juli.

Terkait dengan hubungan pelaku dan korban, lanjut Juli, keduanya sudah saling mengenal dan sangat dekat seperti ayah dan anak, bahkan pelaku, korban dan ibunya pernah tinggal bersama selama satu tahun lamanya.

“Pelaku telah memiliki istri sah dan seorang anak, namun pelaku melalui akun facebook mengenal ibu korban, kemudian melarikan diri bersama korban dan ibunya tiggal bersama di tempat kos yang berpindah-pindah,” ungkap Juli.

Namun setelah menjalin hubungan gelap selama lebih dari setahun, ibu korban pun akhirnya meninggalkan pelaku da melarikan diri ke Papua sehingga pelaku merasa sakit hati.

“Pelaku kemudian menculik korban dengan harapan agar ibu korban segera datang ke Kupang dan menyelesaikan urusan mereka, namun pihak keluarga korban pun akhirnya melaporkan kejadian ini kepada polisi dengan laporan penculikan anak,” ujar Juli. (R1)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Lidik Kasus Tanah Jonas Salean, Jaksa Periksa 3 Notaris

Published

on

Mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean saat mendatangi kantor Kejati NTT, pekan lalu.

Kupang, penatimor.com – Tim penyelidik Bidang Pidsus Kejati NTT terus mengembangkan penyelidikan perkara dugaan korupsi terkait lahan milik mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean.

Dalam sepekan terakhir, tim penyidik terus melakukan pemeriksaan saksi.

Saksi yang diperiksa termasuk tiga orang notaris di Kota Kupang, masing-masing Zantje Tomasowa, Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Ketiga notaris ini diperiksa terpisah. Zantje diperiksa terlebih dahulu, kemudian disusul Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Zantje saat itu diperiksa dari pukul 15.00-18.00, selaku notaris yang membuat akta jual beli dengan Mourest Patty.

Saat ditanyakan, apakah ada maksud lain di antara Jonas Salean dan Mourest Patty dalam pembuatan akta jual beli tersebut, Zantje mengaku tidak tahu.

Zantje saat diwawancarai usai pemeriksaan, kepada wartawan, mengaku diperiksa terkait perkara dugaan penyerobotan tanah milik mantan Wali Kota Kupang.

“Saya dipanggil penyidik dan sudah berikan keterangan,” kata Zantje sambil berlalu meninggalkan gedung kantor Kejati NTT. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Jaksa Periksa Lee, Suami Linda Liudianto

Published

on

Amos Cadu Hina, SH. (kiri) bersama Lee di kantor Kejati NTT, Senin (24/6).

Kupang, penatimor.com – Penyidik Kejati NTT memeriksa Lee, suami tersangka Linda Liudianto yang terjerat perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair.

Lee memenuhi panggilan penyidik dengan mendatangi kantor Kejati NTT di Jl. Adhyaksa No. 1, pukul 09.00.

Dia didampingi kuasa hukum istrinya, Amos Cadu Hina, SH.

Lee saat diwawancarai mengatakan dirinya siap memberikan keterangan ke penyidik.

“Ada panggilan jadi saya datang memberikan keterangan,” kata Lee.

Sementara, Amos Cadu Hina, menambahkan, suami kliennya tersebut sama sekali tidak terlibat dalam proyek NTT Fair.

“Dia hanya dampingi istri nya saat temui pak Hadmen waktu itu,” kata Amos.

Terpantau, penyidik Kejati NTT hari ini kembali memeriksa tambahan tiga orang tersangka perkara dugaan korupsi NTT Fair, masing-masing Yuli Afra, Dona Toh dan Ferry Jonson Pandie. Mereka diperiksa mulai pukul 13.00. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Heboh di Amarasi Timur, Menantu Tewas di Tangan Mertua

Published

on

Ilustrasi penikaman (NET)

Kupang, penatimor.com – Warga Desa Enoraen, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang dibuat geger dengan kasus dugaan pembunuhan.

Kasus ini terjadi pada Minggu (23/6), pukul 13.45, dan dilaporkan ke Polsek Amarasi Timur dengan Laporan Polisi Nomor: LP/02/VI/2019/Sek Amtim pukul 15.10.

Korban nya adalah Gunawan Kaesnube (25), warga RT 03/RW 02, Desa Enoraen.

Penganiayaan ini terjadi di halaman rumah milik Meynar Aruan, Desa Enoraen, dengan pelaku Adiyanto Takain (46), warga RT 06/RW 03, Desa Enoraen.

Adapun para saksi dalam kasus ini, yang juga warga setempat, masing-masing Ronaldo Dairo, Fance Junedi Ruku (21) dan Aplonius Runesi (27).

Informasi yang dihimpun wartawan, menyebutkan, kasus ini berawal pada saat pelaku menyimpan dendam terhadap korban.

Korban adalah anak menantu dari pelaku, dikarenakan korban menelantarkan anak dan cucu dari pelaku di Kupang.

Sehingga pada saat korban hadir pada acara pesta di Desa Enoraen, pelaku melihat korban kemudian langsung mendekati korban dan menusuk korban menggunakan sebilah pisau tepat pada dada korban sebanyak satu kali.

Akibat dari penusukan tersebut korban langsung terjatuh dan meninggal dunia.

Aparat kepolisian Polsek Kupang Timur yang menerima laporan masyarakat, langsung melakukan tindakan kepolisian, menerima laporan, membuat LP, mendatangi TKP, memasang police line pada TKP dan mengevakuasi korban.

Korban pada saat sekarang sementara dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang guna dilaksanakan autopsi. (wil)

Continue Reading




Loading...

Trending

error: Content is protected !!