Connect with us

INTERNASIONAL

Penganut Bumi Datar Kembali Gelar Konferensi Internasional

Published

on

Ilustrasi/ foto: net (www.mix1037fm.com)

Kupang, Penatimor.com – Penganut Bumi datar kembali menggelar konferensi internasional bertajuk Flat Earth International 2018 untuk kedua kalinya di Denver, AS.

Konferensi yang berlangsung pada 15-16 November 2018 ini juga turut mendatangkan pembicara dan penulis yang merupakan ‘ahli Bumi datar’. Sama dengan konferensi sebelumnya, kali ini mereka akan berupaya menunjukkan rupa Bumi tak bulat seperti yang selama ini dikemukakan sains.

Peserta konferensi disuguhi presentasi dan perdebatan yang mempromosikan dan merayakan bahwa bentuk Bumi datar. Menurut catatan Patheos ada sekitar 600 orang peserta konferensi.

“Sebagian besar dari kita akan mengatakan hal yang sama, bahwa kita menertawakan ini, kami pikir ini konyol, kami percaya dunia berbentuk bulat,” kata Robbie Davidson, pendiri dan penyelenggara Konferensi Internasional Flat Earth, mengutip Denver Post.

Konferensi ini tak ubahnya memberi keyakinan pada penganut Bumi datar bahwa mereka diterima. Diperkirakan 80 persen dari total peserta konferensi meyakini bahwa bentuk Bumi datar.

Sementara itu sisanya masih mengawang dan ingin mencari pembuktian.

Sejauh ini, penganut Bumi datar kerap menganggap ilmuwan telah memberikan informasi yang salah mengenai Bumi dan Bulan. Neil deGrasse Tyson, Bill Nye the Science Guy, Elon Musk, NASA dan media adalah sasaran empuk mereka untuk disalahkan. Penganut Bumi datar beranggapan bahwa tak ada gambar asli yang ditunjukkan oleh media mengenai bentuk Bumi tanpa suntingan.

“Jangan pernah lupa,” kata Rob Skiba, tokoh Bumi datar terkenal YouTube dalam konferensi ini. “Kami dulu adalah kamu.”

Selain Skiba, sebagian peserta yang hadir juga mengaku mereka merasa menjadi keluarga dari konferensi tersebut. Jika selama ini penganut bumi datar kerap diejek keluarga dan teman soal keyakinannya, kali ini ada rasa lebih percaya diri dan berani menyampaikan gagasan tersebut.

“Aku tidak merasa malu,” kata salah seorang peserta bernama Rick Hummer.

Sebelumnya, Konferensi Bumi Datar pertama kali diselenggarakan pada November 2017. Dalam konferensi tersebut diprakarsai Krypto Media and Creation Cosmology Institute yang juga mengundang berbagai pembicara Bumi datar.

(Sumber: CNN Indonesia/penatimor.com/R2)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INTERNASIONAL

Raphael Berencana Tuntut Orangtuanya Karena Melahirkannya Tanpa Minta Persetujuan

Published

on

Ilustrasi/ foto: net

Kupang, Penatimor.com – Seorang pria berusia 27 tahun di India bernama Raphael Samuel berencana untuk menuntut kedua orangtuanya ke pengadilan karena melahirkannya tanpa meminta persetujuannya terlebih dahulu.

Seperti dirilis okezone.com, pria asal Mumbai itu memiliki keyakinan yang disebut sebagai anti-natalisme yang mempercayai bahwa manusia adalah kekuatan yang merusak bumi dan berkembang biak adalah sebuah kesalahan, terutama jika anak yang dilahirkan tidak menyetujui kelahirannya.

“Saya ingin memberi tahu semua anak bahwa mereka tidak berutang apa pun kepada orangtua mereka. Hidup saya luar biasa, tetapi saya tidak memiliki alasan mengapa saya harus melihat orang lain melalui kekacauan sekolah dan menemukan karier, terutama ketika mereka tidak meminta untuk dilahirkan,” kata Raphael Samuel sebagaimana dilansir World of Buzz, Sabtu (2/2/2019).

“Orang-orang India lainnya harus tahu bahwa tidak memiliki anak adalah sebuah pilihan, dan untuk meminta penjelasan kepada orang tuamu mengapa mereka melahirkanmu,” tambahnya.

Samuel ingin menjelaskan bahwa ada dua pilihan saat memutuskan untuk memiliki anak: ya dan tidak. Karena itu, setiap orang harus meminta penjelasan kepada orangtuanya, mengapa mereka berpikir melahirkan anak-anaknya adalah ide yang baik.

Para penganut paham anti-natalisme juga mencoba menyebarkan pemikiran mereka melalui media sosial seperti yang dilakukan Alok Kumar, yang mengelola sebuah kanal YouTube mengenai paham tersebut.

“Masalahnya adalah keluarga terus memiliki anak tanpa mempertimbangkan konsekuensi negatif dari memiliki anak tanpa perencanaan,” ujarnya. (R2/okezone.com)

Continue Reading

INTERNASIONAL

Saleh Husin Pimpin Tim Pesepeda Indonesia Promosikan Wisata Rote di Jepang

Published

on

Saleh Husin dan tim pesepeda Indonesia saat berada di Jepang.

Ehime, penatimor.com – Untuk ketiga kalinya, para penghobi sepeda atau lebih dikenal sebagai penyuka gowes dari Indonesia mengikuti ajang bersepeda di Jepang.

Tahun ini, sekira 40 pesepeda bergabung dengan 9.000 peserta dari berbagai dunia di perhelatan “Cycling Shimanami 2018”.

Di ajang ini, para peserta Indonesia itu akan melahap jarak 70 kilometer. Rute ini merupakan Rute “A” dan salah satu dari total 7 rute yang ditawarkan kepada para peserta. Rute lainnya memiliki jarak bervariasi yakni 30 km, 110 km dan 140 km.

Puluhan peserta dari Tanah Air ini dikomandoi oleh mantan menteri perindustrian Saleh Husin .

Cycling Shimanami 2018 ini terbilang memiliki rute istimewa karena peserta bersepeda menyeberangi 6 pulau melalui jalan raya (espressway) dan jembatan laut. Rutenya start dari Mukaishima Sport Park di kota Onomichi, Hiroshima menuju Imabari di prefektur Ehime.

“Partisipasi kita dalam rangkaian 60 tahun persahabatan Indonesia-Jepang. Dari Indonesia, rombongan kita ada sekira 40 pesepeda atau bikers dan jadi bagian 9.000 peserta dari berbagai negara,” ujar Saleh Husin.

Tahun ini, pesepeda dari Tanah Air mengenakan jersey berwarna dasar biru  yang bertema dua lokasi wisata. Pada bagian depan bergambar peselancar di Pantai Nembrala dan Pantai Boa, Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur dan seorang pemain alat musik sasando yang mengenakan topi khas Rote, ti’i langga.

Adapun bagian punggung terpampang obyek wisata bahari Gorontalo yakni olahraga selancar alias surfing, menyelam bersama hiu paus di Teluk Tomini dan pesona wisata Pulo Cinta yang ‘instagramable’.

Selain itu, di depan dan belakang, lengkap dengan motif tenun khas kedua daerah masing-masing. Bersama mereka, turut pula beberapa selebritis seperti Leroy Osmani dan MC Farhan serta beberapa top eksekutif.

“Jadi saya mempromosikan wisata Rote, pulau paling selatan Indonesia yang terkenal akan Pantai Nemberala dan lokasi surfing Pantai Boa serta dihibur alunan musik sasando dan tenun khas Rote,” ujar Saleh.

Dengan garis pantai yang membujur utara-selatan dan membuat pelancong bisa menghadap tepat ke arah barat, salah satu pesona Nemberala adalah sunset yang cantik dengan pendar sinar matahari terbenam. Selain itu, banyak spot selancar favorit para surfer dunia seperti Pantai Boa, T-Land alias Besialu, Bombie, hingga Do’o dan Dana.

Adapun Rachmat Gobel walaupun ahirnya tidak ikut gowes karena harus berada di Tokyo tapi tetap mengusung promosi pariwisata Gorontalo. Wisata bahari provinsi yang terbilang di sisi utara Indonesia ini mempesona dengan pantai-pantai nan panjang, bentangan kebun-kebun nyiur kelapa di pesisir dan spot wisata bawah laut. Terletak di Teluk Tomini, butir pasir pantainya putih dan bersih dengan perairan laut biru yang teduh.

Pada Maret 2017 lalu, Saleh Husin dan Rachmat Gobel bersama puluhan pesepeda juga mengikuti acara sepeda bersama di ajang Wakayama Tour. Jersey yang dipakai bertema Candi Borobudur dan Kepulauan Raja Ampat.

Kemudian di bulan yang sama tahun 2018, mereka kembali mengayuh sepeda dan mengenakan jersey dengan imaji Pulau Komodo dan Danau Toba. Dan, tujuh bulan kemudian, Oktober ini, promosi wisata Indonesia kembali bergulir di prefektur atau provinsi yang berbeda di negeri sakura.

“Ikut sertanya kami ke Jepang, berkat dukungan Perhimpunan Persahabatan Indonesia Jepang yang diketuai oleh Rachmad Gobel dan juga Kementerian Pariwisata. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Rachmad Gobel dan juga kepada Pak Arief Yahya yang telah ikut men-support,” papar dia.

Diharapkan oleh keduanya, dengan makin dikenalnya obyek-obyek wisata maka ekonomi Indonesia kian berkembang dan juga memacu pertumbuhan di daerah. “Kita gaungkan terus ‘Wonderful Indonesia’. Ayo berwisata ke Pulau Rote dan Gorontalo!” ajak Saleh Husin dan Rachmat Gobel.

Pada malam hari nya, Saleh Husin dan tim sempat mengikuti acara jamuan bersama Gubernur Prefektur Ehime Tokihiro Nakamura dan Gubernur Prefektur Hiroshima Hidehiko Yuzaki dan dipakaikan jersey bermotif wisata di Pulau Rote dan Provinsi Gorontalo. (R4)

Continue Reading

INTERNASIONAL

Ilmuwan Usulkan Cara Ini Untuk Atasi Perubahan Iklim

Published

on

Ilustrasi/ foto: net

Penatimor.com – Para ilmuwan mengusulkan cara untuk mengatasi perubahan iklim dengan menyemprotkan bahan kimia peredup cahaya matahari ke atmosfer Bumi.

Sebuah teknik yang dikenal sebagai injeksi aerosol stratosfer (SAI) dapat mengurangi laju pemanasan global menjadi setengahnya, kata mereka, sebagaimana dikutip Daily Mail, 23 November 2018.

Penelitian ini dipimpin oleh para ilmuwan di Universitas Harvard dan Yale dan diterbitkan dalam jurnal Environmental Research Letters.

Idenya adalah melakukan penyemprotan partikel sulfat dalam jumlah besar ke stratosfer bawah Bumi pada ketinggian 12 mil (20,9 km).

Para ilmuwan mengatakan mereka akan menaburkan sulfat dengan pesawat terbang yang dirancang khusus, balon atau senjata angkatan laut. Namun, laporan itu mengakui bahwa teknik ini murni masih bersifat hipotetis saat ini.

Tidak ada teknologi atau pesawat yang sesuai untuk adaptasi itu tetapi tim mengatakan sistem dapat dibuat dalam waktu 15 tahun.

Mereka mengatakan akan mengembangkan tanker baru, yang dibuat khusus dengan kapasitas muatan substansial dan tidak sulit secara teknologi dan tidak terlalu mahal.

Biaya peluncuran sistem SAI diperkirakan sebesar £ 2,7 miliar (Rp 50,3 triliun) dengan biaya operasional sebesar £ 1,7 miliar (Rp 31,7 triliun) per tahun.

Tim mengakui bahwa akan ada risiko ekstrim dengan sistem hipotetis tersebut. Koordinasi antara beberapa negara di kedua belahan dunia akan diperlukan.

Selain itu para ilmuwan mengatakan teknik SAI dapat membahayakan pertanian, menyebabkan kekeringan atau menyebabkan cuaca ekstrim.

David Archer, ilmuwan dari departemen ilmu geofisika di Universitas Chicago, mengatakan kepada CNN: “Masalah dengan iklim rekayasa menurut cara ini adalah bahwa itu hanya solusi sementara dan menciptakan masalah yang akan bertahan selamanya.”

Sumber: tempo.co/ penatimor.com

Continue Reading

Trending

Copyright © 2018 Pena Timor