Connect with us

UTAMA

Satrya Binti Resmi Jabat Kapolres Kupang Kota

Published

on

Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana Panuntung T. Binti dan istri disambut dengan prosesi pedang pora di Mapolresta, Jumat (9/10) petang.

Kupang, penatimor.com – AKBP Satrya Perdana Panuntung T. Binti, resmi menjabat Kapolres Kupang Kota, menggantikan AKBP Anthon C. Nugroho, pasca serah terima jabatan (sertijab) oleh Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman di Mapolda NTT, Jumat (9/11).

Penyambutan AKBP Satrya dan istri di Mapolres Kupang Kota dilakukan dengan natoni atau sapaan adat suku Timor (Dawan), dilanjutkan dengan pengalungan bunga dan prosesi pedang pora melibatkan sejumlah perwira.

Prosesi pedang pora juga dilakukan pada saat pelepasan AKBP Anthon dan istri yang berlangsung sekira pukul 16.00.

Setelah tiba di Mapolresta dan menyalami semua personelnya, dan dilanjutkan dengan penyerahan memori kerja, Satrya dan istri diajak Anthon dan istri ke Gereja Oekumene Polres Kupang Kota.

Di gereja tersebut, mereka berdoa bersama.

Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya kepada wartawan, mengatakan siap mengemban tugas yang diberikan, guna mendinamisir gerak laju Polres Kupang Kota dan jajaran, dalam memelihara keamananan dan ketertiban masyarakat.

“Ini amanah yang harus dijalankan dengan kerja keras, sepenuh hati dan ikhlas. Butuh kerja keras untuk tegakkan hukum, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, termasuk mendukung terwujudnya pembangunan di wilayah Kota Kupang,” sebut mantan Kasat Ronda Patroli Armada Dit Polair Polda NTT.

Satrya menyatakan segera melanjutkan dan meningkatkan berbagai kebijakan yang telah diterapkan Kapolres sebelumnya, sehingga semakin lebih mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

“Dukungan, loyalitas dan dedikasi yang diberikan selama ini, harus dipelihara dan ditingkatkan,” harap Satrya sembari berkomitmen memberikan pelayanan masyarakat dan penegakan hukum yang baik, serta menciptakan keamanan dan kedamaian di wilayah pelayanannya.

Sementara itu, AKBP Anthon CN meminta seluruh personel Polres Kupang Kota untuk terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk situasi politik yang dihadapkan pada masyarakat.

“Harus tetap mampu tampil mengemban tugas selaku aparat penegak hukum, pembimbing, pengayom dan pelayan masyarakat secara profesional. Kualitas kehidupan masyarakat menginginkan pelayanan Polri dengan standar yang tinggi,” sebut mantan Wakapolres Kupang itu.

Anthon yang dipromosi menjadi Wadir Reskrimum Polda NTT itu berharap, penggantinya mampu mengemban tugas dengan semangat kebersamaan dan kekompakan yang ada pada jajaran Polres Kupang Kota.

Sedangkan, unsur pemerintah dan seluruh elemen masyarakat Kota Kupang diamini sebagai dorongan semangat dalam menghadapi tantangan ke depan.

Bagi Anthon, kebersamaan, kekompakan, dan pengabdian tanpa pamrih menjadi komitmen untuk membuat Polri menjadi lembaga yang bukan hanya dapat mencapai misi dan visinya, namun juga menjadi lembaga yang kredibel dan dihormati.

“Tugas panjang masih menanti, saya yakin dan percaya, di bawah kepemimpinan Kapolres baru, kinerja Polres Kupang Kota akan lebih baik lagi dalam menciptakan situasi yang kondusif di Kota Kasih ini,” sebut Anthon.

Diakuinya bahwa selama memimpin Polres Kupang Kota, banyak bantuan dan kerja sama yang diberikan.

Anthon menyadari apa yang sudah dilakukan masih belum dapat memenuhi semua harapan masyarakat, namun ia berharap Polres Kupang Kota sebagai organisasi yang masih banyak kekurangan, harus tetap mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. (R1)

POLKAM

Pemerintah Pusat Diminta Segera Revisi UU Tentang ASN

Published

on

Patris Lali Wolo (Foto: Penatimor)

Kupang, Penatimor.com – Komitmen keberpihakan terhadap tenaga honorer untuk semua bidang tugas hanya bisa terealisasi jika pemerintah pusat segera merevisi UU nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Anggota DPRD NTT dari Fraksi PDI Perjuangan, Patris Lali Wolo sampaikan ini kepada wartawan, Rabu (15/1).

Menurut Patris, PDI Perjuangan telah menginisiasi perjuangan revisi UU dimaksud melalui Komite Nasional ASN. Komite ini sudah terbentuk di semua wilayah Indonesia, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Karena itu, pemerintah pusat melalui kementerian tersekait seperti Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk segera menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan Komite ASN.

“Kita minta UU tentang ASN segera direvisi karena belum mengakomodasi persoalan honorer yang selama ini sudah mengabdi di bidang tugasnya masing- masing,” kata Patris.

Wakil rakyat asal daerah pemilihan Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka ini menyatakan, revisi UU tersebut dimaksudkan agar ada pasal atau klausul khusus yang mengatur tentang tenaga honorer di semua bidang tugas, seperti di bidang pendidikan, kesehatan, penyuluh pertanian, pegawai tata usaha, dan kantor pemerintah lainnya. Sehingga menjadi payung hukum untuk kebijakan anggaran pemerintah daerah. Ini terutama menyangkut nasib para honorer yang sudah berusia di atas 35 tahun. Karena mereka yang belum berusia 35 tahun, masih punya peluang untuk ikut seleksi calon Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sehingga jika tidak memungkinkan untuk diangkat menjadi PNS, bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“Revisi UU merupakan sesuatu yang sangat mendesak karena jumlah tenaga honorer di provinsi ini cukup banyak,” ungkap Patris.

Dia berargumen, walau PDI Perjuangan yang menginisiasi revisi UU tersebut, tapi butuh dukungan semua pihak, karena menyangkut keadilan dan kesejahteraan para honorer. Jika UU itu sudah direvisi dan diberlakukan, akan berdampak pada kebijakan anggaran. Dengan demikian, kinerja mereka pun semakin lebih baik karena sudah mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah terutama soal besaran gaji yang diterima.

“Dengan demikian, keberpihakan kita terhadap tenaga honorer menjadi nampak, tidak sekedar slogan tanpa ada penerapan,” ujar Patris.

Tentang sejauhmana langkah perjuangan untuk merevisi UU tentang ASN dimaksud, Wakil Ketua Komisi II DPRD NTT ini mengatakan, sudah masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) DPR RI. Diharapkan dalam waktu dekat revisi UU tersebuat sudah dibahas dan disahkan menjadi UU hasil revisi. (R2)

Continue Reading

UTAMA

Plt. Kadis Nakertrans Minta Maaf

Published

on

Plt. Kadis Nakertrans Provinsi NTT Sisilia Sona tampak berpelukan dengan Selfina Etidena usia RDP di ruang Kelimutu Kantor DPRD NTT, Selasa (15/1).

Kupang, penatimor.com – Plt. Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTT Sisilia Sona akhirnya meminta maaf atas tindakan pencegahan keberangkatan terhadap Selfina Etidena oleh Satgas Anti Trafficking di Bandara El Tari Kupang belum lama ini.

Permintaan maaf disampaikan Sisilia Sona usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Provinsi NTT, Selasa (15/1).

RDP yang dipimpin Muhamad Ansor didampingi anggota DPRD NTT, Winston Rondo dan Pdt. Karel Koro berlangsung dramatis diwarnai interupsi bahkan saling membentak. Namun situasi itu berhasil dinetralisir oleh pimpinan rapat di ruang Kelimutu itu.

Dalam pertemuan tersebut, keluarga menuntut penjelasan dan perlindungan hukum serta SOP yang digunakan Satgas TPPO, karena korban akan diberangkatkan untuk melanjutkan proses perkuliahannya di Yogyakarta.

Sisilia Sona secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar Alor atas ketidaknyamanannya selama kurang lebih 10 hari ini.

Ditambahkan dengan adanya RDP dan adanya keterbukaan dari masing-masing pihak sudah dinyatakan selesai dan korban bisa di berangkatkan.

“Dengan pertemuan ini masalah sudah selesai dan korban bisa diberangkatkan. Saya juga akan terus berkoordinasi dengan pihak kampus untuk melengkapi apa yang dibutuhkan dari korban karena sudah tidak masuk kulia sejak masuk liburan,” katanya.

Sementara itu, korban Selfina Etidena mengaku sejak dicekal hingga saat ini mengalami trauma karena diperhadapkan dengan persoalan yang sebelumnya tidak pernah dialaminya.

Ditambahkan dirinya sebagai mahasiswa juga sudah rugi materi kuliah karena jadwa masuk kuliah sudah terhitung tanggal 3 januari 2019 lalu.

“Saya merasa tidak diperlakukan secara adil dan seolah-olah saya ini pencuri,” katanya usai RDP. (R1)

Continue Reading

UTAMA

Pulang Yogyakarta, Selfina Dikawal Puluhan Mahasiswa ke Bandara

Published

on

Selfina Marsia Etidena pose bersama keluarga dan mahasiswa di Bandara El Tari Kupang saat hendak berangkat ke Yogyakarta, Selasa (15/1) petang.

Kupang, penatimor.com – Selfina Marsia Etidena (24), mahasiswi semester VII STT Galilea Yogyakarta asal Kabupaten Alor akhirnya berangkat ke Yogyakarta, Selasa (15/1) petang.

Dia kembali ke kota tempatnya menuntut ilmu dengan menumpang pesawat Lion Air tujuan Surabaya-Yogyakarta, melalui Bandara El Tari Kupang, sekira pukul 15.00.

Selfina diantar oleh puluhan keluarga, mahasiswa dan juga kuasa hukumnya Dedy Jahapay, SH.

Barka Malaipani dari Ikatan Keluarga Kepulauan Alor (IKKA) Kupang, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat membantu dalam persoalan ini.

“Puji Tuhan, adik saudari kita Selfina Marsia Etidena telah berhasil berangkat dari Bandara El Tari Kupang tanpa dicekal lagi, tanpa surat keterangan dari Dinas Nakertans NTT,” kata Barka.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung bahkan berpartisipasi dalam semua aksi hingga keberangkatan adik kita hari ini,” sambung dia. (R1)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2018 Pena Timor