Connect with us

UTAMA

Kapolresta ‘Sulap’ Gudang Senjata jadi Gereja

Published

on

Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman menggunting pita saat meresmikan gedung gereja Oekumene Polres Kupang Kota, Senin (5/11). Foto: Wiliam

Kupang, pentimor.com – Di komplek Mapolres Kupang Kota kini terdapat sebuah gedung gereja.

Bangunan yang sebelumnya merupakan gudang senjata itu berhasil disulap Kapolres AKBP Anton Christian Nugroho menjadi tempat ibadah yang mungil namun representative.

Kapolres Kupang Kota AKBP Anton Christian Nugroho memang benar-benar melakukan pembenahan menyeluruh di jajarannya.

Tidak saja konsern terhadap penegakan hukum dan menjaga kondisi Kamtibmas kota ini tetap kondusif, namun juga melakukan pembangunan di bidang rohani.

Salah satunya dengan membangun gereja Oekumene yang Senin (5/11) lalu, diresmikan oleh Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman.

Ini juga sekaligus buah tangan Kapolres Anton sebelum resmi melepas jabatannya, karena dipromosi sebagai Wakil Direktur Ditreskrimum Polda NTT.

Gereja Oekumene tersebut sekaligus sebagai sarana beribadah bagi personel Polres Kupang Kota yang beragama Nasrani.

Kapolda mengaku bangga dan mengapresiasi kehadiran gereja Oekumene tersebut, karena sebelumnya, setiap hari Kamis, personel yang beragama Nasrani melaksanakan ibadah pembinaan rohani di Aula Mapolres Kupang Kota.

Bagi Kapolda, kehadiran tempat ibadah tersebut merupakan hal yang sangat penting.

“Saya memberikan apresiasi kepada Kapolres Kupang Kota. Dengan segala keterbatasaannya dapat mengadakan tempat ibadah bagi anggota yang beragama Kristen,” ujar Kapolda.

“Semoga dapat menjadi tempat ibadah bagi anggota, masyarakat juga bisa menggunakan,” sambung dia.

Sementara, Kapolres Anton mengatakan, bangunan gereja Oekumene tersebut, sebelumnya adalah gudang senjata.

“Bekas gudang senjata, akhirnya kami buat sebagai tempat ibadah bagi anggota, karena ketika ada vicon dari Mabes maka anggota terpaksa tidak melaksanakan ibadah,” ujar mantan Wakapolres Kupang itu.

Terpantau, secara simbolis Kapolda didampingi Wakapolda
Brigjen Pol Victor Gustaf Manoppo, Irwasda Kombes Pol Novi Ermansyah, beserta para pejabat utama Polda NTT, menandatangi prasasti dan menggunting pita sebagai tanda telah diresmikan Gereja Oekumene Polres Kupang Kota.

Turut menyaksikan, para rohaniawan, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man, Ketua DPRD Yeskiel Loudoe, Dandim 1604 Kupang, Ketua Pengadilan Negeri Kupang, dan Dandenpom Gudayana. (R3)

UTAMA

Meriahkan HUT Kota Kupang, Pemkot Bakal Pecahkan Rekor Se’i Terpanjang

Published

on

Rapat membahas tentang rangkaian kegiatan menyambut HUT Kota Kupang berlangsung di ruang Garuda, Balai Kota Kupang, Senin (18/3).

Kupang, penatimor.com – Pemerintah Kota Kupang menggelar pertemuan dengan semua pimpinan OPD serta 11 Kepala Puskesmas di Kota Kupang, untuk membahas tentang rangkaian kegiatan menyambut HUT Kota Kupang.

Pertemuan di ruang rapat Garuda, Senin (18/3), dipimpin oleh Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man didampingi Kepala Bagian Kesra Setda Kota Kupang Rita Lay sebagai penanggungjawab acara.

Wakil Wali Kota mengatakan, karena HUT Kota Kupang berdekatan dengan pelaksanaan Pileg dan Pilpres juga pekan suci Paskah, maka kegiatan menyambut HUT Kota Kupang akan efektif pada tanggal 23 sampai 25 April saja.

Menurut Hermanus, rencana Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Kupang untuk memeriahkan HUT Kota Kupang dengan membagikan KTP-e kepada masyarakat juga harus meriah.

“Semua petugas dan staf harus menggunakan pakaian adat, masing-masing OPD agar mengarahkan stafnya secara baik. Pakaian adat juga sangat penting sebagai salah satu bentuk pameran budaya NTT, masing-masing orang mengenakan pakaian adat daerahnya,” katanya.

Orang nomor dua di Pemkot Kupang itu menjelaskan, semua pameran-pameran lainnya digabungkan dengan kegiatan pameran buku.

Gerakan masyarakat (Germas) juga dilibatkan, termasuk akan ada olahraga bersama masyarakat di arena Car Free Day.

“Selain itu akan ada demo atau simulasi pemadam kebakaran yang melibatkan masyarakat agar perayaan HUT Kota lebih meriah. Prinsipnya berbasis budaya dengan memakai pakaian adat,” katanya.

Selain itu, lanjut Hermanus, akan ada lomba tari, pameran produk dari UKM yang diakomodir oleh Dinas Koperasi, dengan memasang umbul-umbul HUT Kota Kupang serta menyiapkan moto atau tema untuk disebarluaskan ke pelaku-pelaku usaha, BUMN, BUMD, organisasi dan perusahaan yang bersifat memotivasi dan menggerakan masyarakat.

“Kegiatan ini juga harus melibatkan organisasi keagamaan termasuk saat pawai dan menampilkan ciri khas budaya masing-masing,” ujarnya.
Dinas Pendidiman juga akan menggelar lomba menari dan permainan tradisional antar SD dan SMP di Kota Kupang.

Sementara, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan menyiapkan pameran buku dan lomba pidato serta bercerita.

Dinas Ketahanan pangan bersana TP PKK Kota Kupang juga akan menyiapkan lomba pangan lokal.

Sementara, Dinas Pemuda dan Olahraga menyiapkan aksi bakti sosial pemuda, sosialisai bahaya narkoba bagi pemuda, pemberian penghargaan bagi insan dan penggerak olahraga.

Dinas Dukcapil mempersiapkan pembagian KTP-e sebanyak 15.372 yang pencetakannya dilakukan di Kemendagri beberapa waktu lalu, dengan tujuan semua warga kota sudah memiliki KTP-e saat HUT Kota KUpang nanti.

Dinas Koperasi menyiapkan pameran hasil UKM, TP PKK menyiapkan festival se’i terpanjang dengan membentuk kalimat HUT Kota Kupang dan mengundang Leprit.

Asisten II Setda Kota Kupang Elly Wairata, mengatakan, bagian Kesra dapat menginformasikan ke semua stakeholder untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Juga agar pada awal April nanti semua umbul-umbul menyambut HUT Kota sudah terpasang,” katanya.

Selain itu, akan ada pesta hiburan rakyat dan pesta kembang api. Semua kegiatan dikoordinasikan dengan bagian Kesra agar tidak tumpang tindih. Saat upacara semua staf PTT dan ASN wajib menggunakan pakaian adat. (R1)

Continue Reading

UTAMA

Bencana di Kupang, 645 Rumah Rusak, Pemkot Serahkan Bantuan

Published

on

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore menyerahkan bantuan kepada korban bencana di Kantor Camat Kota Raja, Sabtu (16/3). 

Kupang, penatimor.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang mendistribusikan bantuan kepada korban bencana angin kencang di Kecamatan Kota Raja, Sabtu (16/3) lalu.

Bantuan berupa uang tunai dan beras ini  diserahkan langsung Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore.

Saat penyerahan bantuan ini, Wali Kota didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang Yos Rera Beka, Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ade Manafe, Kepala Dinas Sosial drg. Retnowati dan Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe, serta anggota DPR RI Fery Kase.

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Ketua DPRD Kota Kupang maupun DPR RI untuk memberikan bantuan kepada masyarakat.

Dia meminta camat dan lurah untuk jujur dalam pendataan terhadap korban bencana yang berhak menerima bantuan.

“Karena yang dibantu pemerintah hanya masyarakat marginal, sehingga diminta pendataannya oleh lurah yang mengenal setiap warganya,” kata Wali Kota.

Jefri mengaku, Pemkot Kupang akan mengusulkan penambahan anggaran di tahun 2020 sehingga penanganan bencana tidak lagi terkendala karena anggaran yang terbatas.

“Jangan sampai lurah dan camat tidak data tetapi dia bilang sudah. Anggaran  perubahan semoga ada penambahan anggaran biar pemberian bantuan terus diberikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Jefri juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada di musim penghujan yang masih berlangsung ini.

Pohon-pohon agar dapat dipangkas secara berkala, sehingga jangan sampai menjadi ancaman bagi warga sendiri.

“Untuk masalah bencana tentu tidak ada yang menginginkannya, tetapi kita semua perlu waspada, karena sekarang masih musim hujan, kendaraan juga tidak boleh diparkir di dekat pohon,  jika di pekarangan rumah ada pohon besar yang rapuh, maka segera dipangkas,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Operasi Penanganan Bencana Angin Kencang di Kota Kupang, Mayor Inf. Harjito dalam laporannya sebelum penyerahan bantuan menjelaskan, sejak terjadinya bencana angin kencang yang melanda Kota Kupang dan ditetapkan status tanggap darurat, maka pihaknya langsung membentuk enam tim yang bergerak di enam kecamatan untuk melakukan pendataan dan verifikasi sesuai laporan masyarakat.

Menurut Harjito, sesuai hasil verifikasi, total penerima bantuan bencana angin kencang di Kota Kupang sebanyak 645 rumah.

Ada 21 rumah rusak berat, rusak sedang 61 rumah dan rusak ringan ada 563 rumah yang tersebar di enam kecamatan.

“Kami bukan hanya melakukan pendataan tetapi kami juga melakukan crosschek kembali ke lokasi sesuai data yang masuk sehingga bantuan ini kita berikan sesuai data yang ada,” tuturnya.

Lebih lanjut Harjito menjelaskan, yang menentukan status rusak ringan, sedang dan berat adalah tim BPBD kota Kupang.

Pemberian bantuan dikonversikan dalam bentuk uang tunai sesuai tingkat kerusakan mulai dari Rp 500.000 sampai Rp 7.500.000.

Kerusakan ringan Rp 500.000 – Rp 2.500. 000 dan kerusakan sedang Rp 2.500.000 – Rp 5.000.000 serta kerusakan berat Rp 5.000.000 – Rp 7.500.000.

Harjito menambahkan, terdapat 148 rumah di Kecamatan Kota Raja yang rusak akibat angin kencang, dengan rincian rusak berat 5 rumah, rusak sedang 3 rumah dan rusak ringan ada 140 rumah.
Pembagian bantuan mulai dilakukan hari ini sampai besok.

Camat dan lurah diminta untuk menginformasikan kepada masyarakat bahwa penanganan tetap akan diberikan kepada masyarakat sampai tanggal 18 Maret.

Ketua DPRD Kota Kupang Yezkiel Loudoe dalam sambutannya, mengatakan, sebagai wakil rakyat pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkot Kupang untuk terus memberikan bantuan kepada masyarakat korban bencana angin kencang.

Jika masih ada kekurangan maka pihaknya akan memasukan dalam daftar anggaran perubahan untuk  penambahan bantuan.

“Saya akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Kupang untuk memberikan bantuan. Kalau masih ada kekurangan nanti kita tambahkan dalam anggaran perubahan biar masyarakat benar-benar dilayani,” ungkap legislatif asal PDIP itu.

Selain itu, anggota DPR RI Feri Kase mengaku kebetulan dirinya sedang berada di Kota Kupang dan mendengar berita bencana angin puting beliung maupun angin kencang maka pihaknya yang juga masuk dalam tim pengawas bencana yang diusul oleh Fraksi Hanura DPR RI untuk memantau segala bencana yang ada di Indonesia.

“Ini sudah menjadi kewajiban kami untuk memantau langsung bencana di Kota Kupang,” kata Feri.

Sebagai anggota Komisi VII, lanjut Feri,  dia akan saling bahu membahu bersama Pemkot Kupang untuk memberikan bantuan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat secara serius.

Dia juga turut prihatin atas bencana yang melanda Kota Kupang.

“Saya turut prihatin atas bencana yang melanda Kota Kupang. Saya akan koordinasi bersama Pemkot Kupang untuk memberikan bantuan kepada masyarakat sesuai kebutuhan yang sifatnya serius dan mendesak,” pungkas Feri Kase. (R1)

Continue Reading

UTAMA

OTT Rommy, Bukti Konkret Jokowi Tidak Politisasi Tugas KPK

Published

on

Petrus Salestinus (NET)

Jakarta, penatimor.com – Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI terhadap Ketua Umum PPP Rommy ca yang terjadi pada tanggal 15 Maret 2019 saat pemerintah dan masyarakat sibuk menyiapkan diri menghadapi Pemilu 2019, membuktikan bahwa KPK tetap on the track menjalankan tugas dan kewajibannya.

Begitu juga Presiden Jokowi tetap melaksanakan tugas pemerintahan dan tugas-tugas lainnya sebagai Capres 2019, tanpa halangan apapun.

Artinya, KPK murni menjalankan tugas Undang-Undang (UU), begitu pula Presiden juga tidak mempolitisasi pelaksanaan tugas KPK termasuk dalam OTT KPK terhadap Rommy.

Hal ini dikatakan Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Salestinus kepada wartawan belum lama ini di Jakarta.

“Presiden Jokowi tidak bergantung kepada KPK, dan sebaliknya KPK pun tidak bergantung kepada Presiden dalam pelaksanaan tugas-tugas konstitisional masing-masing,” tandas Petrus.

Sosok advokat senior Peradi di Jakarta itu, menilai OTT Ketua Umum PPP Rommy jelas membawa dampak positif tidak saja bagi KPK akan tetapi juga bagi Presiden Jokowi dan seluruh rakyat Indonesia.

Dengan demikian kekhawatiran sejumlah pihak bahwa OTT KPK terhadap Rommy, Ketua Umum PPP sebagai Partai Politik dalam koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin akan berpengaruh menurunkan elektalibilitas Capres-Cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin, tidaklah benar.

Hal itu menurut Petrus tidak benar, karena publik justru mengapresiasi pimpinan KPK dan Jokowi sebagai pemimpin yang tetap konsisten menjaga independensi”l KPK, sesuai dengan jaminan yang diberikan oleh UU.

“Meskipun efek elektoral dan elektabilitas Capres-Cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin akan terus bertambah tinggi, akan tetapi hal itu tidak ada hubungannya dengan OTT KPK, karena ini memang tugas KPK, apalagi PPP sendiri menyikapi OTT KPK ini sebagai sesuatu hal yang positif dan tetap mendukung dan menghormati KPK memproses hukum lebih lanjut,” ungkap Patrus.

KPK menutut dia, sudah berkali-kali memberikan garansi bahwa dalam bertindak KPK tidak akan terpengaruh dengan proses politik, baik selama Pilkada maupun Pemilu dan Pilpres 2019.

Bagi KPK penindakan yang dilakukan pada masa Pemilu merupakan pendidikan politik yang baik terutama dalam membangun sistem penegakan hukum dan demokrasi yang berkeadilan dalam rangka menciptakan aparatur negara yang bersih dan bebas dari KKN.

Bagi Petrus, prospek pemberantasan korupsi di masa yang akan datang akan tetap mendapat dukungan penuh dari publik, karena KPK ikut bertanggung jawab dalam melahirkan pemimpin lokal dan nasional yang bersih dan bebas dari KKN, yang hingga saat ini belum berhasil.

Hanya di era Jokowi, lanjut dia, pemberantasan korupsi terus berlanjut tanpa intervensi dan tanpa ada kebijakan penundaan melakukan proses hukum ata alasan Pemilu Legislatif maupun Pilpres.

Artinya di era Jokowi penegakan hukum ditempatkan di atas segala kepentingan lain, kawan atau lawan diperlakukan sama, terlebih-lebih independensi KPK tidak dikurangi sedikitpun.

“OTT terhadap Ketua Umum PPP Rommy dkk di Surabaya merupakan bukti yang kesekian kalinya bahwa di era Jokowi setiap institusi penegak hukum tetap dipercaya menjalankan peran dan fungsinya secara bertanggung jawab tanpa ada intervensi apapun juga,” tandas Petrus Salestinus.

Ditambahkan, jika di era SBY pola penindakan dimulai dari pinggir atau motode makan bubur panas (dari hilirnya), maka di era Jokowi pola pemberantasan korupsi dimulai dari hulunya yaitu yang disasar adalah pucuk pimpinan Partai Politik, anggota dan pimpinan DPR, DPD RI dan DPRD dan juga pimpinan Lembaga Tinggi negara lainnya.

Karena itu Petrus menegaskan, keliru besar jika ada penilaian sejumlah pihak bahwa OTT KPK terhadap Ketua Umum PPP. Rommy akan berpengaruh negatif terhadap elektoral dan/atau elektabilitas Jokowi dalam Pilpres dan Pileg.

“Justeru pengaruhnya sangat positif tidak saja terhadap Presiden Jokowi akan tetapi juga terhadap KPK sendiri. KPK tetap memperlihatkan performanya yaitu selalu on the track terutama tetap menjaga mahkotanya yaitu independensinya, tanpa bisa dipengaruhi oleh kekuasaan manapun,” tegas Petrus.

“Ini tentu sangat baik, bahkan jauh lebih baik dari Polri dan Kejaksaan yang mengambil kebijakan untuk tidak memproses hukum mereka yang ikut dalam konstetasi Pilkada, Pemilu maupun Pilpres,” pungkas dia. (R4)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2018 Pena Timor

error: Content is protected !!