Connect with us

UTAMA

Asadoma Dapat Sambutan Hangat, Jumat Sertijab Wakapolda

Published

on

Wakapolda NTT Brigjen Pol Victor Gustaf Manoppo menyambut penggantinya Brigjen Pol. Johanis Asadoma di Bandara El Tari Kupang, Selasa (7/11).

Kupang, penatimor.com – Pejabat baru Wakapolda NTT Brigjen Pol Johanis Asadoma telah tiba di Kupang, Selasa (7/11) pagi.

Jenderal bintang satu yang juga mantan Wakapolda Sulawesi Utara itu tiba di Bandara El Tari Kupang sekira pukul 06.30, mengunakan pesawat Batik Air.

Sosok yang juga Ketua Umum Pertina dan akrab disapa Johni Asadoma itu didampingi istrinya, Ny. Vera Johanis Asadoma.

Kedatangan putera terbaik NTT asal Nusa Kenari, Kabupaten Alor itu, disambut secara resmi oleh Wakapolda NTT Brigjen Pol Viktor Gustaf Manoppo.

Johanis Asadoma dan istrinya disambut dengan pengalungan selendang dan bunga.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jules Abast yang dikonfirmasi, mengatakan, direncanakan serah terima jabatan Wakapolda NTT dari Brigjen Pol Viktor ke Brigjen Pol Johanis bakal dilakukan oleh Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman pada Jumat (9/10) di Mapolda NTT.

Sebelumnya, Wakapolda Viktor Gustaf Manoppo, berpesan agar anggota Polda NTT benar-benar memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, khususnya di NTT.

Hal ini disampaikannya, saat memimpin apel pagi di Mapolda NTT, Senin (5/11).

“Kita selaku anggota Polri, yang sudah mengklaim dirinya selaku pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat, agar betul-betul memberikan hal tersebut kepada seluruh elemen masyarakat yang ada di provinsi ini,” pesan Viktor.

“Apa yang kita lakukan ini menjadi harapan besar masyarakat, yang tidak lain mereka adalah saudara-saudara kita juga”, tambahnya.

Wakapolda juga memberikan evaluasi mengenai pelaksanaan tugas yang telah dilaksanakan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Polri di Polda NTT, dimana pun bertugas, karena telah melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucap Wakapolda.

Brigjen Viktor juga memohon pamit untuk bertugas di tempat yang baru, karena posisi beliau sebagai Wakapolda NTT telah digantikan oleh pejabat yang baru yaitu Brigjen Pol. Johanis Asadoma.

“Kurang lebih 15 bulan saya bertugas di Polda NTT ini. Apabila ada kata–kata atau perbuatan yang salah saat bertugas, saya secara pribadi meminta maaf,” ucap orang nomor dua di Mapolda NTT itu.

Untuk diketahui Brigjen Pol. Victor G. Manoppo dimutasikan menjadi Waket Bid PPTIK STIK Lemdiklat Polri. (R1)

POLKAM

Pemerintah Pusat Diminta Segera Revisi UU Tentang ASN

Published

on

Patris Lali Wolo (Foto: Penatimor)

Kupang, Penatimor.com – Komitmen keberpihakan terhadap tenaga honorer untuk semua bidang tugas hanya bisa terealisasi jika pemerintah pusat segera merevisi UU nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Anggota DPRD NTT dari Fraksi PDI Perjuangan, Patris Lali Wolo sampaikan ini kepada wartawan, Rabu (15/1).

Menurut Patris, PDI Perjuangan telah menginisiasi perjuangan revisi UU dimaksud melalui Komite Nasional ASN. Komite ini sudah terbentuk di semua wilayah Indonesia, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Karena itu, pemerintah pusat melalui kementerian tersekait seperti Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk segera menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan Komite ASN.

“Kita minta UU tentang ASN segera direvisi karena belum mengakomodasi persoalan honorer yang selama ini sudah mengabdi di bidang tugasnya masing- masing,” kata Patris.

Wakil rakyat asal daerah pemilihan Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka ini menyatakan, revisi UU tersebut dimaksudkan agar ada pasal atau klausul khusus yang mengatur tentang tenaga honorer di semua bidang tugas, seperti di bidang pendidikan, kesehatan, penyuluh pertanian, pegawai tata usaha, dan kantor pemerintah lainnya. Sehingga menjadi payung hukum untuk kebijakan anggaran pemerintah daerah. Ini terutama menyangkut nasib para honorer yang sudah berusia di atas 35 tahun. Karena mereka yang belum berusia 35 tahun, masih punya peluang untuk ikut seleksi calon Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sehingga jika tidak memungkinkan untuk diangkat menjadi PNS, bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“Revisi UU merupakan sesuatu yang sangat mendesak karena jumlah tenaga honorer di provinsi ini cukup banyak,” ungkap Patris.

Dia berargumen, walau PDI Perjuangan yang menginisiasi revisi UU tersebut, tapi butuh dukungan semua pihak, karena menyangkut keadilan dan kesejahteraan para honorer. Jika UU itu sudah direvisi dan diberlakukan, akan berdampak pada kebijakan anggaran. Dengan demikian, kinerja mereka pun semakin lebih baik karena sudah mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah terutama soal besaran gaji yang diterima.

“Dengan demikian, keberpihakan kita terhadap tenaga honorer menjadi nampak, tidak sekedar slogan tanpa ada penerapan,” ujar Patris.

Tentang sejauhmana langkah perjuangan untuk merevisi UU tentang ASN dimaksud, Wakil Ketua Komisi II DPRD NTT ini mengatakan, sudah masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) DPR RI. Diharapkan dalam waktu dekat revisi UU tersebuat sudah dibahas dan disahkan menjadi UU hasil revisi. (R2)

Continue Reading

UTAMA

Plt. Kadis Nakertrans Minta Maaf

Published

on

Plt. Kadis Nakertrans Provinsi NTT Sisilia Sona tampak berpelukan dengan Selfina Etidena usia RDP di ruang Kelimutu Kantor DPRD NTT, Selasa (15/1).

Kupang, penatimor.com – Plt. Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTT Sisilia Sona akhirnya meminta maaf atas tindakan pencegahan keberangkatan terhadap Selfina Etidena oleh Satgas Anti Trafficking di Bandara El Tari Kupang belum lama ini.

Permintaan maaf disampaikan Sisilia Sona usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Provinsi NTT, Selasa (15/1).

RDP yang dipimpin Muhamad Ansor didampingi anggota DPRD NTT, Winston Rondo dan Pdt. Karel Koro berlangsung dramatis diwarnai interupsi bahkan saling membentak. Namun situasi itu berhasil dinetralisir oleh pimpinan rapat di ruang Kelimutu itu.

Dalam pertemuan tersebut, keluarga menuntut penjelasan dan perlindungan hukum serta SOP yang digunakan Satgas TPPO, karena korban akan diberangkatkan untuk melanjutkan proses perkuliahannya di Yogyakarta.

Sisilia Sona secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar Alor atas ketidaknyamanannya selama kurang lebih 10 hari ini.

Ditambahkan dengan adanya RDP dan adanya keterbukaan dari masing-masing pihak sudah dinyatakan selesai dan korban bisa di berangkatkan.

“Dengan pertemuan ini masalah sudah selesai dan korban bisa diberangkatkan. Saya juga akan terus berkoordinasi dengan pihak kampus untuk melengkapi apa yang dibutuhkan dari korban karena sudah tidak masuk kulia sejak masuk liburan,” katanya.

Sementara itu, korban Selfina Etidena mengaku sejak dicekal hingga saat ini mengalami trauma karena diperhadapkan dengan persoalan yang sebelumnya tidak pernah dialaminya.

Ditambahkan dirinya sebagai mahasiswa juga sudah rugi materi kuliah karena jadwa masuk kuliah sudah terhitung tanggal 3 januari 2019 lalu.

“Saya merasa tidak diperlakukan secara adil dan seolah-olah saya ini pencuri,” katanya usai RDP. (R1)

Continue Reading

UTAMA

Pulang Yogyakarta, Selfina Dikawal Puluhan Mahasiswa ke Bandara

Published

on

Selfina Marsia Etidena pose bersama keluarga dan mahasiswa di Bandara El Tari Kupang saat hendak berangkat ke Yogyakarta, Selasa (15/1) petang.

Kupang, penatimor.com – Selfina Marsia Etidena (24), mahasiswi semester VII STT Galilea Yogyakarta asal Kabupaten Alor akhirnya berangkat ke Yogyakarta, Selasa (15/1) petang.

Dia kembali ke kota tempatnya menuntut ilmu dengan menumpang pesawat Lion Air tujuan Surabaya-Yogyakarta, melalui Bandara El Tari Kupang, sekira pukul 15.00.

Selfina diantar oleh puluhan keluarga, mahasiswa dan juga kuasa hukumnya Dedy Jahapay, SH.

Barka Malaipani dari Ikatan Keluarga Kepulauan Alor (IKKA) Kupang, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat membantu dalam persoalan ini.

“Puji Tuhan, adik saudari kita Selfina Marsia Etidena telah berhasil berangkat dari Bandara El Tari Kupang tanpa dicekal lagi, tanpa surat keterangan dari Dinas Nakertans NTT,” kata Barka.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung bahkan berpartisipasi dalam semua aksi hingga keberangkatan adik kita hari ini,” sambung dia. (R1)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2018 Pena Timor