Connect with us

SELEBRITI

Melchias Mekeng Ingin Jadikan Maumere Kota Jaz Dunia

Published

on

Melchias Markus Mekeng

Maumere, penatimor.com – Ketua Fraksi Partai Golkar Melchias Markus Mekeng memiliki ambisi menjadikan Maumere, sebagai kota jaz dunia seperti Montreux dan Rotterdam.

“Kalau mereka berhasil, kenapa kita tidak? Maumere punya alam yang indah, lingkungan yang bersih, budaya yang masih orisinal. Montreux saja bisa dikenal seluruh dunia. Padahal, Montreaux kota kecil di pegunungan. Maumere juga bisa seperti itu. Alam Maumere tidak kalah dengan Montreux dan Rotterdam,” kata Mekeng, Rabu (31/10).

Mekeng sendiri sudah mulai mewujudkan ambisinya dengan menggelar Maumere Jazz Fiesta Flores (MJFF) selama tiga tahun berturut-turut.

Konser itu mampu menyedot ribuan penonton. Suasana yang ditawarkan dalam MJFF juga berbeda.

Konser itu berlatar belakang sunset, laut, dan hamparan pulau yang mengeliling Kota Maumere.

Event tahun ini mengangkat tema tentang pelestarian lingkungan diorganisasi Yayasan Bapa Bangsa dan Warta Jazz.

Beberapa perusahaan kelas kakap juga turut menjadi sponsor. Di antaranya, PT Gudang Garam, Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, BCA, Pertamina, dan PLN.

Menurut Mekeng, MJFF harus terus digelar secara rutin agar cita-cita menjadikan Maumere sebagai kota jaz bisa terwujud.

Mekeng memulai ikhtiarnya sejak tiga tahun lalu. Dia rutin mendatangkan musisi nasional untuk menjadi bintang tamu.

Mekeng bermimpi suatu saat nanti ada musisi internasional yang unjuk kemampuan di MJFF.

“Ini tidak bisa kerja sendiri. Semua pihak harus terlibat, mulai Pemerintah ‎Daerah (Pemda) Kabupaten Sikka, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat. Pihak swasta juga terlibat. Apa yang saya lakukan ini hanya pemicu,” ujar Mekeng.

Sementara itu, Glenn Fredly yang menjadi salah satu pengisi acara mendukung ikhtiar menjadikan Maumere sebagai kota jaz dunia.

“Nah, bagaimana event seperti ini bisa meningkatkan kehidupan masyarakat, itu yang harus dikerjakan supaya tidak sekadar seremonial,” ujar Glenn.

Ketua Penyelenggara MJFF Januarius G Goleng menjelaskan, event itu bertujuan menghibur masyarakat dan mengenalkan budaya Maumere ke dunia internasional.

“Ada sekitar 20 ribu penonton yang hadir. Ini konser buat masyarakat Maumere dan pencinta musik jaz,” kata Januarius. (R5)

SELEBRITI

Buka Debat Capres, Judika Kenakan Baju Berbahan Tenun NTT

Published

on

Judika Sihotang saat tampil membuka debat Capres di Gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (17/1). Dia mengenakan baju berbahan tenun ikat khas NTT.

Jakarta, penatimor.com – Debat calon presiden (capres) perdana di Pemilu Presiden 2019 diadakan malam tadi, Kamis (17/1).

Debat capres perdana tersebut berlangsung di Gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan.

Penampilan penyanyi Judika Sihotang membuka debat capres perdana tersebut.

Jebolan Indonesian Idol itu tampil membawakan lagu ‘Zamrud Khatulistiwa’.

Dengan mengenakan baju berwarna hitam berbahan tenun ikat asal Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi NTT, suami presenter Duma Riris ini tampil di hadapan para penonton yang ada di tempat berlangsungnya debat tersebut tepat pukul 20.00 WIB.

‘Zamrud Khatulistiwa’ merupakan lagu yang diciptakan oleh Guruh Soekarno Putra. Lagu tersebut juga pernah dinyanyikan oleh Chrisye.

Debat tersebut berlangsung antara pasangan calon nomor urut satu yakni Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dengan pasang calon nomor urut dua yakni Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Ira Koesno dan Imam Priyono menjadi moderator yang memandu jalannya debat pertama tersebut, dengan mengetengahkan Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme. (R4)

Continue Reading

SELEBRITI

Selamat Jalan Sang Maestro Sasando

Published

on

Yeremias Aougust Pah

Kupang, penatimor.com – Yeremias Aougust Pah, sang maestro dan pelestari Sasando, telah meninggal dunia dalam usia 80 tahun.

Berpulangnya sosok kelahiran Rote, 20 Oktober 1939 silam itu meninggalkan duka mandalam, tidak saja istri beserta 8 orang anak dan keluarga besar, tapi juga insan seni dan masyarakat NTT.

Yeremias mengembuskan napas terakhir pada pukul 04.00, Kamis (10/1) dini hari.

Pembuat Sasando sekaligus ayah dari Djitron Pah dan Berto Pah itu divonis dokter menderita prostat dan perdarahan di hati. Sakitnya itu diderita selama 1 tahun 5 bulan.

Istri almarhum Dorceh Pah-Ndun kepada wartawan di rumah duka, Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, mengatakan, kematian suaminya telah disampaikan kepada seluruh keluarga dan kerabat.

“Rencananya bapa akan dimakamkan pada Minggu 13 Januari 2019,” kata Dorceh.

Dia juga mengaku sangat kehilangan sosok suami yang rajin dan peduli dalam keluarga.

Yermias kata dia, dimasa senjanya terus melestarikan alat musik Sasando dan topi Ti’i Langga yang sudah menjadi warisan budaya orang Rote yang kini telah menjadi icon NTT bahkan Indonesia di mata dunia internasional.

Almarhum telah mengukir berbagai prestasi, misalnya mendapat penghargaan dari Jero Wacik Menteri Kebudayaan Pariwisata sebagai seniman senior Indonesia (Maestro) pada 28 Desember 2007.

Almarhum kerap diundang memainkan Sasando di Istana Negara dari pemerintahan Presiden Soeharto hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kecintaan almarhum untuk memperkenalkan alat musik Sasando tidak hanya di Indonesia, tetapi juga hingga mancanegara misalnya di Yokohama, Jepang.

Putra almarhum, Djitron Pah juga pernah memainkan Sasando saat kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) waktu itu Barrack Husein Obama dan Ibu Negara AS Michael Obama pada 2013 lalu.

Jeremias memang terkenal. Tidak heran, dia berulang kali mendapatkan penghargaan Gold Liontin dari Kementerian Kebudayaan di Jakarta pada tahun 2016 dan penghargaan sebagai seniman Maestro oleh Presiden SBY saat itu.

Aki Kalla, salah satu seniman di Kupang, juga menyatakan dukacita mendalam atas kematian Yeremias Aougust Pah.

“Insan seni dan masyarakat NTT sangat kehilanganmu bapak Mias, torehan karyamu bagi NTT sungguh bernilai. Terima kasih untuk dedikasinya bagi kesenian di NTT. Karyamu menjadi nafas bagi kami semua orang muda untuk terus berkarya menuju NTT Bisa. Bagi ananda Jitron dan Berto serta basodara semua, Tuhan kuatkan selalu,” ungkap Aki Kalla yang juga pemilik Rumah Musik Siloam. (R1)

Continue Reading

SELEBRITI

Vanessa Angel Cuma Terima Rp 35 Juta

Published

on

Vanessa Angel (NET)

Jakarta, penatimor.com – Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Harissandi mengatakan, dari transaksi Rp 80 juta, Vanessa Angel tidak menikmati seluruh uang tersebut.

Dia hanya dijanjikan Rp 35 juta. Sisanya masuk ke kantong Endang yang bertindak sebagai perantara.

Uang Rp 45 juta dibagi dengan Tantri dan biaya hotel serta lainnya.

”Ketika kami tangkap, pihak pembeli jasa ini kan baru transfer 30 persen, jadi belum dibayar semua. Uang itu kini juga kami sita,” jelasnya, Senin (7/1).

Harissandi juga belum bisa menentukan penghasilan para muncikari tersebut dalam sebulan. Sebab, pesanan yang masuk kadang tak tentu.

Dalam seminggu saja mereka pernah tidak mendapatkan pesanan sama sekali. Meskipun dalam beberapa kesempatan mereka juga kebanjiran order.

Harissandi juga memberikan penjelasan tentang pria hidung belang yang memesan jasa dari Endang dan Tantri. Dia merupakan seorang pria berumur 45 tahun bernama Rian, berdomisili di Jakarta.

Rian atau menurut nama di KTP bernama Rudi Hastanto merupakan seorang pengusaha. ”Salah satu usahanya berada di Lumajang,” ucapnya.

Itu merupakan kali pertama Rian memesan prostitusi via daring. Setidaknya itulah yang dia katakan kepada Korps Bhayangkara ketika dimintai keterangan. Sebagai pengusaha, dia ingin mencoba prostitusi yang melibatkan artis kenamaan.

Karena itulah, pada Sabtu (5/1) dia mencoba memesan jasa Vanessa melalui Endang.

”Dia pilih di Surabaya karena kan yang paling deket, daripada ke Jakarta kan?” kata Harissandi. (R4)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2018 Pena Timor