Connect with us

HUKRIM

Kasus Gorok Leher Istri, Polisi Periksa Anak Korban

Published

on

Marlice Tefu semasa hidup (IST)

Kupang, penatimor.com – Untuk mengungkap secara jelas motif kasus pembunuhan terhadap Marlice Tefu (37), yang dilakukan oleh tersangka Deni Christofel Baifatu yang juga adalah suami korban di Kelurahan Manutapen RT 023/RW 007, Sabtu (20/10) lalu, penyidik Polsek Alak menjadwalkan memeriksa tambahan saksi.

Saksi yang sudah diperiksa penyidik sebanyak dua orang, sementara penyidik ingin mengambil keterangan dari anak korban yang saat kejadian sedang berada di TKP.

Kapolsek Alak Kompol I Gede Sucitra, SH., saat dikonfirmasi, mengatakan, pihaknya telah memeriksa tersangka dan para saksi yang melihat.

Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka terungkap bahwa tersangka nekat menghabisi nyawa istrinya karena rasa sakit hati.

Kapolsek menambahkan, tersangka mengaku sakit hati karena selalu dikucilkan karena belum memiliki pekerjaan.

“Rencana pemeriksaan anak korban dan juga pemeriksaan tambahan terhadap tersangka segera dilakukan, karena keluarga masih berduka atas kejadian pembunuhan ini. Kita akan menjadwalkan untuk pemeriksaan terhadap anak yang baru berusia 6 tahun itu,” ujar Kapolsek.

Terhadap pemeriksaan yang sudah dilakukan oleh penyidik, tersangka dijerat dengan Pasal 44 ayat 3 Undang-Undang 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), subsidier Pasal 338 KHUP tentang Pembunuhan dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun penjara.

Kapolsek menambahkan, untuk sementara, indikasi lain dalam kasus pembunuhan ini belum ada, namun penyidik terus melakukan pengembangan.

Jenazah korban telah dimakamkan pada Senin (22/10) di Kelurahan Manutapen, dan keluarga korban menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian untuk ditangani hingga tuntas. (R1)

HUKRIM

Polisi Periksa Nurlinda, Mahasiswi yang Bunuh Bayinya Sendiri

Published

on

Bobby Jacob Mooynafi

Kupang, penatimor.com – Penyidik Unit Pidum Satreskrim Polres Kupang Kota terus mendalami kasus dugaan pembunuhan bayi baru lahir oleh ibunya sendiri di wilayah Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Mendalami kasus yang menggegerkan warga Kelurahan Kayu Putih pada 7 November 2018 sekira pukul 08.00 pagi itu, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi, yakni salah satu tetangga kos dan Halima yang merupakan bibi dari pelaku Nurlinda Ibi.

Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan dari dokter RSUD S.K. Lerik, terkait luka yang terdapat pada tubuh bayi malang tersebut, penyidik melakukan otopsi terhadap jazad bayi untuk memastikan kematian bayi tersebut di RS Bhayangkara Titus Uly Kupang, namun hasil belum diperoleh penyidik.

“Setelah kami memastikan kondisi Nurlinda Ibi, ibu dari bayi yang baru lahir sudah sembuh, setelah ditangani tim medis RS S.K. Lerik Kupang, akibat proses persalinannya. Penyidik langsung melakukan pemeriksaan terhadap Nurlinda Ibi di ruang pemeriksaan Reskrim Polres Kupang Kota,” ujar Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi, kepada wartawan di Mapolres Kupang, Senin (12/11).

Ditambahkan, pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap ibu dari bayi malang tersebut, namun turut dimintai keterangan ayah dari Nurlinda Ibi.

“Sesuai informasi yang kami peroleh, hasil otopsi sudah keluar namun tim kami belum mengambilnya. Untuk menanti kepastian hasil otopsi, kami melakukan pemeriksaan terhadap Nurlinda dan ayahnya,” sebut Kasat Bobby yang juga mantan Kasat Reskrim Polres Sikka. (R3)

Continue Reading

HUKRIM

Mahkamah Agung Tolak Peninjauan Kembali Sega Fransiskus

Published

on

Sega Fransiskus (NET)

Kupang, penatimor.com – Mahkamah Agung (MA) RI menolak Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan terpidana korupsi di Kanwil Kemenag Provinsi NTT, Sega Fransiskus.

Informasi penolakan atas upaya PK tersebut telah disampaikan pihak Pengadilan Tipikor Kupang kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Emerensiana Jehamat dalam bentuk akta pemberitahuan putusan MA Nomor: 4/Akta. Pid.Sus-TPK/2018/PN Kupang yang memberitahukan putusan MA Nomor: 166/PK/Pid. Sus/2016 tanggal 17 Oktober 2016 atas terdakwa Sega Fransiskus.

Putusan tersebut menetapkan bahwa putusan yang dimohonkan Peninjauan Kembali tersebut tetap berlaku.

MA juga membebankan kepada terpidana sebagai pemohon biaya perkara sebesar Rp 2.500.

Sega Fransiskus yang juga mantan Kepala Kanwil Kemenag NTT menjadi terpidana perkara korupsi anggaran perjalanan dinas senilai Rp 1,2 miliar.

Berdasarkan putusan kasasi MA dengan nomor perkara: 835 K/Pid.Sus/2015 yang menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan memperkaya diri sendiri, orang lain
atau suatu korporasi dengan merugikan
keuangan negara.

Putusan MA menguatkan
putusan Pengadilan Tinggi (PT) Kupang, dimana sesuai putusan Kasasi, Sega divonis hukuman 7 tahun penjara dan didenda sebesar Rp 200 juta.

Dan apabila terpidana tidak membayar denda, maka dia akan menjalani kurungan tambahan selama 6 bulan.

Sega juga diwajibkan membayar uang penganti kerugian negara sebesar Rp 600 juta lebih.

Apabila terpidana tidak mengembalikan kerugian negara itu, maka terpidana akan menjalani hukuman kurungan tambahan selama satu tahun. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Pembunuhan Bayi, Polisi Tunggu Hasil Outopsi

Published

on

Kamar kos pelaku tampak dipolice line oleh penyidik Satreskrim Polres Kupang Kota. Diabadikan, Kamis (8/11) Foto: Wiliam

Kupang, penatimor.com – Penyidik Unit Pidum Satreskrim Polres Kupang Kota terus mendalami kasus dugaan pembunuhan bayi baru lahir oleh ibunya sendiri di wilayah Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooynafi yang diwawancara di ruang kerjanya, Kamis (8/11), mengatakan, jenazah bayi malang berjenis kelamin perempuan itu telah dioutopsi dokter forensik di Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Titus Uly.

“Sudah dioutopsi tadi malam. Kami masih menunggu hasilnya dari dokter,” kata Bobby.

Mantan Kasat Reskrim Polres Sikka itu, melanjutkan, ibu bayi bernama Nurlinda (18), adalah mahasiswi semester 1 Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK).

Pelaku diketahui indekost di wilayah RT 14/RW 04, Jl. Ahmad Dahlan, Kelurahan Kayu Putih, atau depan kampus UMK.

Di sebuah kamar kos berlantai 2 dengan tembok warna hijau tersebut, pelaku tinggal bersama dua temannya, Endang dan Sumiata.

Kedua teman pelaku ini juga belum dimintai keterangan oleh polisi.

Kasat melanjutkan, sebelumnya, pelaku masih ke kampus, namun karena perut nya sakit dia pulang ke kos.

“Karena ibu Neneng melihat pelaku N muka pucat maka dibantu untuk membukan pintu kamar kos. Setelah itu datanglah bibi dari N bernama Halima (48), guru di salah satu SD di Kupang,” jelas Kasat.

Selanjutnya, Halima membawa bayi yang sudah meninggal dunia dan sudah dimasukan dalam kantung plastik itu ke RSUD S.K. Lerik.

“Karena merasa janggal pihak dokter yang menangani pelaku menghubungi pihak kepolisian. Saat olah TKP di kamar kos N, hanya terdapat bercak darah sedikit,” imbuh Kasat.

Terpisah, Syafrudin (30) selaku paman dari pelaku N, saat ditemui di TKP, mengatakan pelaku sudah masuk kuliah sekira 4 bulan.

“Karena saya yang membantu mendaftarnya kuliah,” sebut Syafrudin.

Dia juga mengaku heran karena selama ini pelaku tidak terlihat seperti orang yang sedang mengandung.

Hal senada juga disampaikan Samsudin (27).

“Pelaku tidak seperti orang yang lagi mengandung. Biasa pulang kampus hanya di dalam kamar kos,” ungkap Samsudin.

Sementara, Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim I Wayan Pasek Sujana, mengatakan, sampai saat ini pelaku belum bisa diambil keterangan, karena kondisinya masih lemah dan belum memungkinkan menjalani pemeriksaan.

“Kami masih menunggu hasil otoupsi dari dokter forensik RSB, dan juga menunggu kondisi pelaku pulih,” sebut Wayan. (R3)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2018 Pena Timor