Connect with us

EKONOMI

TPID Kota Kupang Memulai Program Kelurahan Sadar Inflasi

Published

on

Foto: IST

Kupang, Penatimor.com – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kupang melaksanakan Kick Off Kupang Green & Clean dan Kelurahan Sadar Inflasi, yang digelar pada Selasa (22/10/2018) di GMIT Betel Maulafa, Kota Kupang.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk program kerja TPID Kota Kupang pada tahun 2018 yang bertujuan mewujudkan Kota Kupang yang bersih dan hijau, serta secara simultan juga memiliki kesadaran terhadap pengendalian inflasi. Hal ini juga relevan dengan program Revolusi Hijau yang digagas oleh Gubernur NTT yang bertujuan menjamin ketahanan pangan.

Hadir dalam kegiatan ini antara lain Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Muhammad Syahrial, Plt Sekda Kota Kupang Thom Ga, Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT Yohanes Tai Ruba, Kepala OJK Provinsi NTT Winter Marbun, Direksi Bank NTT, Ketua Majelis GMIT Pdt Lorry Foeh, dan Jemaat serta kelompok tani GMIT Betel Maulafa.

Dipilihnya lokasi ini dengan pertimbangan bahwa pengembangan tanaman hortikultura yang juga menjadi komoditas penyumbang inflasi, telah berjalan dengan sangat baik, dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong di sekitar gereja serta lokasi lainnya.

Pdt Lorry Foeh menyampaikan, Saat ini kelompok tani yang yang merupakan jemaat gereja telah mampu menghasilkan beberapa hasil bumi, antara lain, sayur-sayuran, buah-buahan, tanaman herbal dan bunga. Bahkan hasilnya tidak hanya menjadi konsumsi keluarga namun telah mampu dipasarkan ke beberapa konsumen.

“Hal positif lainnya adalah pengembangan hortikultura oleh kelompok tani ini juga menggunakan metode organik sehingga hasil bumi yang diproduksi sangat aman dikonsumsi,” katanya.

Muhammad Syahrial mengharapkan program pengembangan hortikultura ini dapat menjadi cikal bakal masyarakat Kota Kupang yang sadar inflasi, sehingga prakteknya dapat semakin luas dilakukan di seluruh wilayah Kota Kupang.

“Jika hal tersebut dapat diwujudkan, tentunya dapat memberikan dampak positif bagi pengendalian inflasi Kota Kupang yang merupakan barometer utama inflasi Provinsi NTT,” ujarnya.

Plt Sekda Kota Kupang, Thom Ga menyampaikan, Kupang Green & Clean serta Kelurahan Sadar Inflasi ini juga menjadi program andalan TPID Kota Kupang tahun 2018, dan jika berhasil tentu dapat memberikan nilai tambah pada penilaian daerah untuk Penghargaan TPID.

Diharapkan tentunya dapat meningkatkan prestasi TPID Kota Kupang yang tahun ini, (penilaian program tahun 2017), sudah menjadi nominator (3 besar) Kota Inflasi terbaik di wilayah Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Seluruh pihak yang hadir juga terus berkomitmen untuk dapat menjaga momentum sinergi ini demi membangun NTT yang lebih baik ke depannya.

Kegiatan ditutup dengan penanaman sayur dan cabai di 3 (tiga) titik lahan di sekitar GMIT Betel Maulafa oleh undangan yang hadir. (R2)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI

Tes Sophia, Gubernur: Terbaik!

Published

on

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Wagub Josep Nai Soi dan Rektor Undana Prof. Fred Benu saat launching Sophia di kampus Undana, Rabu (19/6).

Kupang, penatimor.com – Pemerintah Provinsi NTT bekerja sama dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang meluncurkan minuman tradisional beralkohol “Sophia”.

Peluncuran Sophia dilaksanakan di UPT Laboraturium Rizet Terpadu Biosain, Undana, Rabu (19/6).

Acara ini dihadiri oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef Nae Soi.

Turut bersama perwakilan Kejati NTT, Danlantamal, Danlanud, Polda NTT, Bea Cukai, Bank NTT, para dosen Undana dan jajaran Forkopimda.

Wagub Josef Nae Soi dalam sambutannya, mengatakan, Sophia segera dipopulerkan.

“Hari ini kita launching minuman yang namanya Sophia atau Sopi Asli. Minuman ini kita jadikan playmet minuman bagi NTT, karena di Bali sudah punya, Sulawesi Utara juga sudah ada (cap tikus) dan kita punya ini sangat luar biasa rasa nya,” sebut dia.

Wagub melanjutkan, minuman-minuman tradisional yang berasal dari rakyat difrekleksikan untuk menjadi bertaraf nasional dan internasional.

Untuk sementara Sophia masih di laboraturium. Setelah itu kita harus mendaftar di Badan POM ,dan kita daftarkan di merek dan Kemenkuham.

“Untuk harga Sophia nanti urusan pengusaha (PT. NAM ). Kita hanya memproduksi,” sebut Wagub.

Sementara menurut Gubenur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Sophia adalah produk riset terbaik yang dibuat oleh Undana.

Hal ini diungkapkan Gubernur setelah menenguk Sophia yang berwarna putih bening dengan kandungan alkohol 40 persen.

Sedangkan untuk Sophia yang berwarna merah, Gubernur setelah mencoba rasanya, berkomentar agar harus diriset lagi.

Terpantau, Gubernur dan Wagub, bersama Rektor Undana dan pimpinan PT NAM, langsung melaunching Sophia, dengan bersama-sama mencoba rasa Sophia yang dibuat dalam dua warna, yaitu putih dan merah. (R3)

Continue Reading

EKONOMI

NTT Alami Inflasi 0,30 Persen

Published

on

Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaellapia saat memberikan keterangan pers kepada awak media di kantornya, Senin (10/6/2019).

Kupang, Penatimor.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada bulan Mei 2019, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami inflasi 0,30 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 13498.

“Dari dua kota IHK di NTT, Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,29 persen sedangkan Kota Maumere mengalami inflasi sebesar 0,42 persen,” kata Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaellapia kepada wartawan di kantornya, Senin (10/5/2019).

Maritje menjelaskan, inflasi Mei 2019 di NTT terjadi karena adanya indeks harga pada 3 kelompok pengeluaran, dimana kelompok Bahan Makanan mengalami kenaikan terbesar yaitu sebesar 0,04 persen, kelompok sandang sebesar 0,42 persen dan transpor sebesar 1,68 persen.

“Sedangkan kelompok makanan jadi, perumahan, kesehatan dan pendidikan mengalami penurunan indeks harga masing-masing sebesar 0,02, 0,12, 0,03 dan 0,02 persen,” jelas Maritje.

Dia menyebutkan, pada Mei 2019, dari 82 kota sampel IHK Nasional, 81 kota mengalami inflasi dan 1 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 2,91 persen dan terendah terjadi di Kota Kediri dengan inflasi sebesar 0,05 persen.

“Sedangkan untuk deflasi terjadi di Kota Merauke sebesar 1,12 persen,” sebut Maritje. (R2)

Continue Reading

EKONOMI

Bea Cukai Dorong Ekspor Perdana dari NTT

Published

on

Bea Cukai Kupang turut ambil bagian dalam mendorong ekspor di Provinsi NTT.

Kupang, penatimor.com – Dalam menjalankan peran sebagai industrial assistance dan trade facilitator, Bea Cukai senantiasa berupa mendorong pelaku usaha dalam negeri untuk dapat mengekspor barangnya ke luar negeri.

Kali ini Bea Cukai Kupang turut ambil peran dalam mendorong ekspor di daerah tersebut. Pada 28 Mei 2019, dilakukan ekspor perdana oleh PT Rote Karanginan Nusantara.

Kepala Kantor Bea Cukai Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Untung Basuki mengungkapkan, dalam kesempatan tersebut PT Rote Karanginan Nusantara mengekspor olahan rumput laut berupa dried seaweed chip (cotton iii) seberat 25 ton.

“Olahan rumput laut tersebut rencananya akan diekspor ke Argentina,” ungkapnya.

Untung menambahkan, dirinya mengapresiasi para pihak yang terlibat dalam mendukung keberhasilan proses ekspor tersebut.

“Kami akan senantiasa mendorong pemerintah setempat untuk melakukan kegiatan serupa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan defisit neraca perdagangan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTT Viktor Laiskodat mengungkapkan apresiasinya kepada semua pihak yang berperan aktif menyukseskan kegiatan ekspor perdana tersebut.

Viktor juga menegaskan akan menyiapkan 88 ribu tenaga kerja, tali dan bibit rumput laut yang akan digunakan dalam proses produksi penjualan bahan baku produk tersebut, serta akan memantau harga panen rumput laut oleh petani agar tidak dimainkan.

Selain itu, Viktor juga mentargetkan untuk mengekspor komoditas lain seperti kelor dengan tujuan pemasaran ke Jepang.

Dengan adanya ekspor perdana itu, Untung berharap kegiatan ekspor perdana bukan hanya menjadi kegiatan pertama dan terakhir, melainkan juga menjadi awal dari adanya ekspor-ekspor produk lain yang akan muncul di NTT. (R4)

Continue Reading




Loading...

Trending

error: Content is protected !!