Connect with us

UTAMA

28 Pejabat Eselon 2 Pemkot Kupang Jalani Seleksi Kompetensi

Published

on

Pemkot Kupang menggelar seleksi kompetensi jabatan pimpinan tinggi pratama di Hotel Naka, Senin (15/10).

Kupang, penatimor.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang akhirnya menggelar seleksi kompetensi jabatan pimpinan tinggi pratama di Hotel Naka, Senin (15/10).

Seleksi ini diikuti oleh 28 peserta yang merupakan pejabat eselon II di lingkup Pemkot Kupang.

Mereka adalah Thomas Ga, Yos Rera Beka, Jacob Laurens Tokoh, Jewarus Alex, Adrianus Lusi, Iskandar Kapitan, Jhon Pelt, Ade Manafe, Thomas Balukh, Truiche Bailina Oey, Beni Sain, Hendrik Ndapamerang, Mesakh Revael Bailaen, David Mangi, Hendrik Saba, Jefri Pelt, Yeri Padji Kana, Obed Kadji, Gosa Yohanes, Clementina Soengkono, Felisberto Amaral, Noce Nus Loa, Ejbens Doeka, Thomas Dagang, Danberty Ndapamerang, Ari Wijana, Elli Wairata, dan Drg. Retnowati.

Ketua panitia seleksi yaitu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT Johanna Lisapaly, dengan anggota Asisten I Setda Provinsi NTT Michael Fernandez, dan Ketua Tim Assesor Adelino Da Cruz Soares.

Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man, mengatakan, jabatan-jabatan yang ada di Pemkot ini harus sesuai dengan jabatan dan susunan organisasi, serta harus merupakan orang yang tepat.

“Persoalannya sekarang adalah orang-orang yang pantas menempatinya, sesuai dengan waktu yang tepat. Karena itu, kegiatan ini sebagai bentuk penataan, agar pejabat yang ditempatkan harus dengan kompetensi dan keahlian,” kata Hermanus.

Menurutnya, pejabat yang ditempatkan harus mampu menjawab tantangan yang ada. Misalnya tantangan digital dan kultur. Dengan teknologi yang sekarang, bagaimana semua bisa menggunakannya dengan baik agar mampu memudahkan pekerjaan.

“Tantangan ini, membutuhkan inovasi dan kreatifitas dari semua pimpinan OPD. Selain itu, juga tuntutan masyarakat akan pelayanan publik. Dimana masyarakat mau pelayanan yang cepat dan tepat, juga untuk menjalankan visi misi kepala daerah,” ujarnya.

Karena itu Wawali katakan, uji kompetensi ini sangat penting, agar dapat memilih dan menempatkan orang-orang yang tepat sesuai dengan kompetensi keahliannya.

Selain itu, harus ada kecocokan antara tugas pokok dan fungsi, program nasional, program daerah, harus mampu dikerjakan dan dirumuskan secara baik.

“Jadi sekarang kami akan atur ulang, bagaimana yang cocok, perjalanan karier, dan lainnya. Prinsipnya tidak ada yang dinonjobkan, karena memang semua tidak ada masalah,” ujarnya.

Wawali melanjutkan, kemampuan berkoordinasi dan komunikasi juga sangat penting membuat sebuah organisasi tetap solid, dan mampu mengerjakan semua tugas dan tanggung jawab, serta mampu menggerakan sebuah organisasi menjadi lebih maju dan inovasi.

“Struktur dan SDM baik, tetapi jika tata kelolanya buruk, maka semuanya akan sia-sia. Kepada tim assesor dan semua tim diharapkan dapat hasil yang baik, dan merekomendasikan orang-orang yang tepat sesuai dengan kompetensi dan keahliannya,” ujar Wawali.

Sementara itu, Ketua Pansel Johanna E. Lisapaly, mengatakan, pansel ini untuk pemetaan agar bisa mengarahkan dan memberikan masukan kepada Pemkot Kupang, di mana dan siapa yang pantas berada atau menempati jabatan tertentu.

“Semua pejabat yang sementara menduduki jabatan juga diuji, agar bisa memberikan masukan, tentang kompetensi dan posisi yang tepat,” kata Johanna.

Tim pansel, lanjut Johanna, akan bekerja selama empat hari penuh. Dua hari pertama untuk assesor yang berkaitan dengan menagerial, dan selanjutnya, pansel yang berkaitan dengan kompetensi bidang, sekaligus melihat dari dimensi motivasi minat, bakat dan perilaku.

“Dijadwalkan pada 20 Oktober mendatang hasil sudah bisa diserahkan ke kepala daerah sebagai bahan pertimbangan dan masukan,” ujarnya.

Dikatakan, pada 20 Oktober mendatang, akan ada pleno dari assesor dan pansel, kemudian bisa menetapkan rekomendasi-rekomendasi yang akan diserahkan ke Wali Kota Kupang.

Menurut Johanna, uji kompetensi ini sangat bagus, untuk bisa memahani kemampuannya masing-masing, agar mampu ditempatkan di suatu jabatan yang tepat dan mampu bekerja secara profesional karena sesuai dengan kemampuannya.

“Kami hanya memberikan rekomendasi agar penempatannya bisa tepat, tetapi keputusannya tetap ada pada kepala daerah. Di samping itu, dari sisi pengalaman, bisa saja satu orang profesional di dua bidang, dan kemampuannya juga lebih, karena sering ditempatkan di beberapa bagian, atau karena sering dirolling,” terangnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, Pelatihan Daerah Kota Kupang Ade Manafe, mengatakan, uji kompetensi bertujuan agar mampu memetakan profil kompetensi jabatan pimpinan tinggi pratama lingkup Pemkot Kupang, dan untuk kepentingan mutasi yang sesuai dengan standar kompetensi jabatan.

“Sementara untuk kepanitiaan, panitia seleksi sebanyak 5 orang, dan dibantu oleh tim penilai kompetensi atau assesor yang berkompeten sebanyak 6 orang, juga dibantu oleh tim sekretariat sebanyak 20 orang,” sebut Ade Manafe. (R1)

UTAMA

Kajati NTT Kunker ke Kejari Se-Daratan Flores

Published

on

Kajati NTT Febrie Adriansyah dan rombongan disambut secara adat di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Senin (12/11).

Larantuka, penatimor.com – Kajati NTT Dr. Febrie Adriansyah melanjutkan kunjungan kerjanya ke seluruh Kejari di daratan Flores.

Ini merupakan kunker ketiganya, setelah berkunjung ke Kejari Sumba Timur, Kejari Sumba Barat dan Kejari Alor.

Senin (13/11), Kajati dalam kunkernya didampingi beberapa pejabat utama Kejati NTT, masing-masing Asisten Intelijen, Asisten Tindak Pidana Umum (Tipidum), Kepala Tata Usaha (KTU) Shirley Manutede dan Ketua Ikatan Adhyaksa Dharma Karini (IAD) Provinsi NTT Ny. Rugun Febrie Adriansyah.

Kajati memulai kunjungannya di daratan Flores dengan mengunjungi Kejari Flores Timur (Flotim).

Kedatangan orang nomor satu korps Adhyaksa di NTT ini disambut hangat di Bandara Gewayantana Larantuka oleh Kajari Flotim Asbach, SH.,MH., beserta unsur Forkopimda setempat.

Rombongan Kajati kemudian menuju kantor Kejari Flotim dan disambut dengan tarian Hedung.

Kajati juga disambut Raja Larantuka Don Fernandez yang menyampaikan sapaan adat untuk penyambutan tamu istimewa.

Usai memberikan sapaan adat, sebagai ritual penyambutan, Raja Larantuka juga menyuguhkan segelas arak dan sirih pinang.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Kajati Febrie memberikan pengarahan kepada seluruh pegawai Kejari Flotim.

“Saya minta pegawai semangat bekerja, jaga hubungan antar teman, bisa menahan diri, kemudian untuk pekerjaan, pahami betul tupoksi,” pinta Kajati.

Selanjutnya, Kajati beserta rombongan meninggalkan Kejari Flotim untuk mengunjungi Kejari Sikka di Maumere.

Sekira pukul 03.00, Kajati dan rombongan tiba di Kejari Sikka disambut oleh Kajari Sikka dan unsur Forkopimda diiringi tarian penyambutan Pakpak.

Di kantor Kejari Sikka, Kajati berdialog dengan para Kasi dan Jaksa Fungsional. Dia juga menanyakan satu persatu daerah asal pegawai serta keluarga masing-masing.

Sementara, pada ruangan yang berbeda, Ketua IAD Provinsi NTT Ny. Rugun juga melakukan supervisi kepada anggota IAD Wilayah Sikka.

Selanjutnya Kajati memberikan pengarahan kepada seluruh pegawai.

Setelah kunjungan di Kejari Sikka selesai, sekira pukul 17.00, Kajati Febrie dan rombongan melanjutkan kunjungan ke Kejari Ende, dan direncanakan ke Kejari Kabupaten Ngada pada Selasa (13/11). (R5)

Continue Reading

UTAMA

5 Rumah di Fatululi Rusak Diterjang Angin Kencang, Kerugian Puluhan Juta

Published

on

Salah satu rumah di Kelurahan Fatululi mengalami kerusakan pada bagian atap, Minggu (11/11).

Kupang, penatimor.com – Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi di wilayah Kota Kupang, Minggu (11/11) siang, mengakibatkan lima rumah warga di wilayah Jl. Thamrin, RT 40/RW 12, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, mengalami kerusakan.

Dominan kerusakan terjadi pada bagian atap rumah dan dinding akibat terjangan angin kencang. Kejadian tersebut terjadi sekira pukul 14.14.

Rumah yang mengalami kerusakan, masing-masing, milik Yohanis Mone (63), yang dinding rumahnya miring dan atap rumah terbongkar, sehingga menimbulkan kerugian material sekira Rp 30 juta.

Adapula rumah milik Andre Lelo (41), dimana atap rumah terbongkar akibat diterjang angin kencang yang datang secara tiba-tiba, dan kerugian diperkirakan Rp 10 juta.

Termasuk rumah milik Matsel Bei (58) yang juga Ketua RT 40. Rumah semi permanen berukuran 4 x 6 meter persegi itu mengalami kerusakan pada atap rumah yang terbongkar dengan taksasi kerugian material sebesar Rp 4 juta.

Ada pula rumah permanen berukuran 6 x 8 meter persegi yang mengalami kerusakan pada atap rumah dengan kerugian kurang lebih Rp 8 juta.

Termasuk rumah milik Garardus Pati Rukka (50), yang mengalami kerusakan atap rumah dan menimbulkan kerugian material yang diperkirakan kurang lebih Rp 5 juta.

Matsel Bei mengatakan, sebelum terjadi hujan lebat disertai angin kencang, mereka sedang berada di dalam rumah, dan tiba-tiba mendengar bunyi atap seng yang terlepas dari kuda-kuda atap rumah.

“Melihat atap terlepas, kami langsung keluar dari dalam rumah untuk menyelamatkan diri,” kata Matsel.

Terpisah, Kapolsek Oebobo Yulius Lau yang dikonfirmasi, mengatakan, walaupun tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun taksasi kerugian material mencapai puluhan juta rupiah.

“Para pemilik rumah yang terkena bencana, dibantu oleh warga kelurahan Fatululi bergotong royong mengangkat barang-barang untuk dipindahkan ke rumah tetangga, menunggu perbaikan atap rumah,” sebut Kapolsek.

Kapolsek mengaku telah memerintahkan Babinkamtibmas di setiap kelurahan yang ada di wilayah hukum Polsek Oebobo agar mensosialisaikan kepada masyarakat agar berhati-hati, dimana pada bulan November dan Desember untuk Kota Kupang terjadi musim hujan yang disertai angin kencang.

“Sehingga dengan dilakukannya sosialisasi terhadap warga, dapat menghindari korban jiwa akibat cuaca buruk yang sewaktu-waktu bisa terjadi di Kota Kupang,” sebut Kapolsek Oebobo. (R1)

Continue Reading

POLKAM

Perekaman e-KTP Enam Kabupaten di NTT Belum Mencapai 80 Persen

Published

on

Jemris Fointuna (Dok. Ist)

Penatimor.com – Pada pemilu 2019 serentak berlangsung pemilihan umum legislatif DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DRD Kabupaten/Kota serta Pipres.

Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 dan Undang-Undang Pemilu Nomor 07 Tahun 2017 mengatur tentang penggunaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) sebagai syarat sah memilih bagi setiap warga negara.

Namun hingga saat ini, terdapat sebanyak enam kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang perekaman e-KTP masih belum mencapai 80 persen.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu NTT, Jemris Fointuna sampaikan ini di Kupang, Minggu (11/11/2018).

Jemris menyebut enam kabupaten tersebut, yakni Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Kabupaten Kupang, Sumba Barat, Malaka, Timor Tengah Selatan (TTS), dan Kota Kupang.

“Hingga Oktober 2018 ini, perekaman e-KTP di enam kabupaten ini masih dibawah 80 persen,” ujar Jemris.

Dia merincikan, Kabupaten Sumba Barat Daya memiliki jumlah penduduk sebanyak 310.216, dan yang wajib KTP sebanyak 196. 533, yang sudah melakukan perekaman sebanyak 113.857. Sedangkan yang belum melakukan perekaman sebanyak 82.676. Dengan demikian prosentase perekaman baru mencapai 57.93 persen.

Kabupaten Kupang dengan jumlah penduduk 400.131, wajib KTP 304.243, yang sudah melakukan perekaman 194.440, sedangkan yang belum perekaman sebanyak 109.797, sehingga prosentase perekaman mencapai 63.91 persen.

Untuk Kabupaten Sumba Barat, lanjut Jemris, jumlah penduduknya sebanyak 147.702, wajib KTP sebanyak 98.089, yang sudah melakukan perekaman 65.023, belum perekaman sebanyak 33.066. Prosentase perekaman 66.29 persen.

Kabupaten Malaka dengan jumlah penduduk 192.418, wajib KTP 139.259, perekaman 93.827, belum perekaman 45.432, prosentase perekaman 67.38 persen.

Sementara Kabupaten Timor Tengah Selatan, jumlah penduduk sebanyak 466.066, wajib KTP 339.143, perekaman 255.545, belum perekaman 83.598, dengan demikian prosentase perekaman 75.35 persen.

Sedangkan Kota Kupang dengan jumlah  penduduk 438.548, wajib KTP 325.826, yang sudah perekaman 256.427, dan yang belum perekaman 69.354, sehingga prosentase perekaman 78.71 persen. (R2)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2018 Pena Timor