Connect with us

PENDIDIKAN

SPN Gelar Out Bound Bagi Siswa Diktuk Bintara Perbatasan

Published

on

Siswa Diktuk Bintara Polri Perbatasan tahun anggaran 2018 di SPN Polda NTT melakukan kegiatan out bound, Jumat (5/10).

Kupang, penatimor.com – Sekolah Pendidikan Kepolisian Negara (SPN) Polda NTT menggelar kegiatan out bound bagi siswa Diktuk Bintara Polri Perbatasan tahun anggaran 2018.

Kegiatan out bound bagi siswa Diktuk Bintara Polri tahun anggaran 2018 telah berlangsung dengan sukses, hingga penutupan, Jumat (5/10).

Kegiatan tersebut merupakan satu tahap dari proses pendidikan pembentukan Bintara Polri, yaitu dasar Bhayangkara. Tahap ini berhasil diselesaikan para siswa.

Out bound yang dilaksanakan para siswa juga berlangsung dengan baik, mulai dari proses persiapan sampai dengan pelaksanaan, meskipun masih terdapat kekurangan, terutama fasilitas pendukung.

Namun semuanya itu dapat diatasi pihak SPN, melalui koordinasi dengan satuan atas, yaitu Polda NTT, dan juga Satuan Brimobda Polda NTT.

Hal ini menjadi bahan evaluasi bagi pihak SPN untuk kegiatan-kegiatan yang akan datang.

Kepala SPN Polda NTT Kombes Pol Nanang Putu Wardianto pada kesempatan itu, mengaku bangga dengan kemampuan siswa selama kegiatan out bound, mengingat kondisi alam yang cukup panas dan harus melewati berbagai rintangan alam yang tentunya menguras tenaga dan energi.

“Semuanya itu dapat dilalui karena adanya tekad dan kemauan untuk berhasil. Tekad ini harus tumbuh dan berkembang dalam diri siswa,” kata Kombes Nanang.

Dia melanjutkan, tekad ini juga sangat didukung oleh nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam kegiatan out bound, seperti Consideration to Other, yaitu, melihat orang lain sama pentingnya sebagaimana kita sendiri, memberi semangat dan menolong sesama, serta memikirkan kebahagiaan orang lain.

Selain itu adalah Leadership, yaitu bertanggung jawab dalam kelompok, dan mampu mengorganisir orang lain, termasuk Comunication, yaitu berbicara dan mendengarkan orang lain, memberikan ide dan opini, memahami instruksi, bergabung dalam diskusi kelompok untuk pemecahan suatu masalah.

Serta, Reacting to Challence, yaitu, suka dengan tantangan baru, dan mendapatkan kepuasan dengan menyelesaikan tugas yang sulit dan lebih suka melakukan dari pada memikirkan.

Hal penting lainnya adalah Teamwork, yaitu berbagi ide, mengemukakan pendapat dan keterbukaan, juga Personal Quality, yaitu mudah menyesuaikan diri, mengerjakan yang terbaik, rapih dan tepat waktu.

Termasuk, Tolerance of Other, yaitu, tidak terus menerus memaksakan diri sendiri, mau menerima kritrik dan mendengarkan orang lain walaupun tidak sependapat.

Nilai pendidikan lainnya adalah Decision Making, yaitu mudah mengambil keputusan, teguh pada keputusan yang diambil, dan mencari saran terbaik sebelum mengambil keputusan.

Kombes Nanang melanjutkan, nilai pendidikan ini telah dirasakan oleh siswa selama kegiatan out bound, dengan harapan nilai pendidikan ini dapat memberi manfaat demi pengembangan diri siswa.

“Setelah berakhirnya masa Dasbhara dan sesuai kalender pendidikan bahwa mulai tanggal 6-9 Oktober 2018 siswa melaksanakan libur,” sebut Nanang.

Oleh karena itu, perwira menengah Polri dengan pangkat tiga melati di pundak itu, sampaikan beberapa penekanan, yaitu siswa selama liburan tidak boleh melakukan pelanggaran sekecil apapun, tidak boleh mengomsumsi minuman keras, tidak boleh berjudi, tidak boleh masuk ke tempat hiburan, dan kepada pengasuh agar memberikan tugas selama siswa melaksanakan liburan.

“Kepada para instruktur, pengasuh dan ASN, saya ucapkan terima kasih atas segala dedikasi, semangat dan pengorbanan baik pikiran maupun tenaga, mulai dari persiapan, pelaksanaan, sampai dengan berakhirnya kegiatan out bound siswa Diktuk Polri Perbatasan tahun anggaran 2018, telah dilaksanakan dengan baik,” pungkas Kombes Nanang. (R1)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PENDIDIKAN

Undana Gelar Halal bi Halal dan MTQ Mahasiswa

Published

on

Rektor Undana Kupang, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D., memberikan sambutan dalam Halal bi Halal dan pembukaan MTQ-M di ruang teater lantai 3 gedung Rektorat Undana, Penfui, Jumat (14/6).

Kupang, penatimor.com – Keluarga besar Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menggelar Halal bi Halal dan pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Mahasiswa (MTQ-M).

Kegiatan ini dilaksanakan di ruang teater lantai 3 gedung Rektorat Undana, Penfui, Jumat (14/6).

Tema yang diusung, “Halal bi Halal Mempererat Tali Silaturahmi dan Nilai-nilai menuju Tercapainya Insan Akademik yang Bermartabat”.

Sedangkan lomba MTQ-M, mengangkat tema, “Jadilah Generasi Qur’an yang Pancasilahi”.

Rektor Undana Kupang, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D., dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada para staf, dosen, mahasiswa, dan para undangan yang menyempatkan waktu mengikuti Halal bi Halal tersebut.

“Atas nama keluarga besar Undana, sebagai Rektor saya ucapkan minal aidin walfaizin. Mohon maaf lahir dan bathin,” ungkap Rektor.

Lomba MTQ-M akan dilaksanakan selama satu minggu dan yang terpilih akan mewakili Undana untuk mengikuti MTQ Nasional ke Provinsi Aceh.

Ketua Panitia Arifin Sanusi, mengatakan, melalui Halal bi Halal mereka diberi ruang untuk bersilaturahmi dan menjalin persaudaraan.

“Sebelum nya kita umat muslim merayakan hari raya Idul Fitri, untuk itu atas nama panitia saya ucapkan mohon maaf lahir dan bathin,” ungkap dia.

Untuk lomba MTQ-M, menurut Arifin merupakan suatu tujuan pendidikan nasional, untuk menciptakan manusia Indonesia yang berpengetahuan, bertaqwa kepada Allah, berbudi pekerti, dan sehat jasmani.

“Pemenang lomba MTQ tingkat mahasiswa Undana akan mewakili Undana ke lomba MTQ tingkat nasional di Aceh,” sebut Arifin.

“Halal bi Halal dan lomba MTQ-M Undana bisa dilaksanakan berkat dukungan Rektor dan seluruh staf Undana,” tutup dia. (wil)

Continue Reading

PENDIDIKAN

Zumba Meriahkan Syukuran Dies Natalis II UPG ’45 NTT

Published

on

Zumba bersama meriahkan syukuran Dies Natalis II UPG 1945 Provinsi NTT, Jumat (7/6).

Kupang, penatimor.com – Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 Provinsi NTT merayakan Dies Natalis II dengan menggelar Zumba bersama para dosen dan pegawai.

Kegiatan syukuran tersebut berlangsung di halaman kampus UPG 1945, Jl. P.A. Manafe No. 7, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Jumat (7/6).

Rektor UPG 1945 NTT, David R.E Selan, SE.,MM., dalam sambutan nya mengatakan, Zumba bersama ini merupakan inspirasi, ide dan kreasi dari Ketua BPH Samuel Haning.

“Kegiatan ini juga didukung oleh dosen dan pegawai, sehingga malam ini kita meriahkan dan getarkan halaman kampus UPG 1945,” kata David.

Dia juga menceritakan perjalanan UPG ’45 NTT yang baru berjalan selama dua tahun.

“Seperti bayi yang masih dua tahun dan tidak bisa berpakaian. Yang masih perlu dituntun, sehingga masih perlu tuntunan orangtua, bapa, mama, keluarga, dan pengasuh untuk membesarkan anak ini untuk tumbuh menjadi besar,” ungkap David.

“Sehingga ini tidak terlepas dari semua perangkat, BPH, PGRI NTT, universitas, perangkat dari pimpinan universitas, fakultas, program studi, dosen, pegawai dan mahasiswa dan juga tidak terlepas dari stakeholder dalam hal ini masyarakat dan keluarga,” sambung dia.Rektor melanjutkan, dalam perjalanan kampus, ketika diuji oleh badai yang keras dan dahsyat, pihaknya hampir tidak berdaya menghadapi nya.

Tapi berkat satu harapan dan kekompakan di bawah komando Ketua BPH, mereka pun mampu melewati semua tantangan selama hampir empat tahun.

“Selama dua tahun ini perlu saya sampaikan kepada bapa-mama, kampus UPG 45 ini waktu itu ada 7.000 lebih mahasiswa yang aktif kuliah, mereka terjawab akan masalah bisa mengurus kelengkapan untuk dapat diwisudakan,” jelas dia.

Wisuda perdana pada bulan September 2018 dengan 500 wisudawan dan wisuda kedua tahun 2019 dengan jumlah 755 wisudawan.

Untuk sekarang, masih 2.000 lebih mahasiswa yang diproses untuk diwisudakan.

Dalam menghadapi kepastian hukum, David Selan mengaku pihaknya sudah mendapat izin legal bebas sesuai dengan UUD yang berlaku dan tidak diragukan siapa dan dimana.

“Selama dua tahun ini kami berproses dan sudah 11 program studi terakreditasi dengan 90 persen nilai B,” jelas dia.

Sementara, Ketua BPH PGRI Samuel Haning, SH., MH., di selah-selah acara tersebut, juga mengatakan akan mengggelar lagi kegiatan Zumba bersama.

“Nanti akan ada lagi Zumba bersama yang menghadirkan 20 ribu peserta,” ungkap Samuel Haning.

Acara tersebut juga dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun secara bersama oleh Rektor, Ketua BPH, dosen, dan pegawai UPG 1945, serta pembagian doorprize. (R3)

Continue Reading

PENDIDIKAN

Hari Ini Pengumuman Hasil UN SMP, Siswa Wajib Pakai Pakaian Adat

Published

on

Filmon Lulupoy

Kupang, penatimor.com – Hasil Ujian Nasional (UN) tingkat SMP diumumkan hari ini, Rabu (29/5).

Pengumuman hasil UN juga dipadukan dengan penerimaan nilai ujian semua siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Filmon Lulupoy, kepada wartawan, Rabu (29/5), mengatakan, kedua momen ini sangat penting bagi semua siswa, guru dan para orangtua.

Karena itu, semua sekolah sudah diimbau untuk mengirimkan undangan kepada para orangtua, agar bisa menghadiri secara langsung acara ini.

“Kami juga sudah mengeluarkan edaran agar semua siswa yang datang untuk mendengar hasil kelulusan, maka harus mengenakan pakaian adat daerah didampingi orangtua masing-masing,” terangnya.

Menurut Filmon, upaya ini dilakukan dengan tujuan agar mencegah dan meminimalisir terjadinya kegaduhan di jalanan yang dibuat oleh para siswa-siswi yang baru mendengar hasil ujian.

“Kami mencegah agar jangan sampai ada siswa yang turun ke jalan-jalan lalu ramai-ramai mencoret-coret pakaian seragam mereka. Hal ini tentu akan sangat merugikan, baik itu kemacetan lalu-lintas, maupun untuk psikologi anak sendiri, karena ini bukan suatu kebiasaan yang baik,” terangnya.

Filmon Lulupoy mengaku, aksi mencoret-coret pakaian seragam sekolah merupakan aksi yang sangat negatif, dan Kota Kupang bersyukur karena setiap tahun jumlah anak yang turun ke jalan untuk merayakan kelulusan dengan mencoret pakaian seragam sudah berkurang.

“Setiap tahun memang berkurang dari tahun-tahun sebelumnya. Diharapkan hal seperti ini jangan sampai menjadi tradisi bagi anak-anak penerus bangsa, masih panjang jalan mereka yang harus dipersiapkan dari sekarang, agar kelak menjadi sumber daya yang berkualitas dan mampu bersaing,” terangnya.

Untuk itu kata Filmon, untuk memulai suatu kebiasaan yang baik, harus dimulai dari rumah tangga masing-masing, dan para orangtua harus mampu mengontrol anak-anaknya agar tidak sampai turun ke jalan.

Dia melanjutkan, sekolah juga mempunyai peranan penting untuk mengarahkan siswa-siswinya untuk merayakan kelulusan dengan bersyukur dan merayakannya dengan cara-cara yang baik.

“Karena itu, kami selalu memberikan surat agar semua sekolah mengadakan pengumuman kelulusan di sekolah. Orangtua datang bersama anak-anaknya dan mengenakan pakaian adat daerah, juga bersama guru-guru berdoa dan beryukur atas kelulusan yang dicapai,” ungkapnya.

Sementara, untuk pengumuman hasil Ujian Nasional tingkat SD, masih akan disesuaikan dengan petunjuk teknis (Juknis), yang pasti setelah pengumuman SMP. (R2)

Continue Reading




Loading...

Trending

error: Content is protected !!