Connect with us

PENDIDIKAN

158 Siswa Polri Tutup Masa Dasbhara

Published

on

Ka SPN Polda NTT Kombes Pol Nanang Putu Wardianto dan jajaran melakukan olahraga bersama.

Kupang, penatimor.com – Sebanyak 158 siswa bintara Polri perbatasan segera menyelesaikan masa dasar Bhayangkara (Dasbhara) di lembaga SPN Polda NTT.

Masa pembentukan Dasbhara dijalani siswa bintara selama dua bulan penuh dari tujuh bulan masa pendidikan yang dilewati.

Masa basis diikuti siswa di SPN Polda NTT sejak 9 Agustus hingga 5 September 2018.

Selama dua bulan ini, siswa tidak berkomunikasi dengan siapapun dan menjalani pendidikan fisik dan materi dari pengasuh maupun instruktur.

Masa ini merupakan masa pendoktrinan tentang sikap dan mental kepolisian serta pendidikan dasar kebhayangkaraan.

Pekan ini, siswa bintara Polri segera mengakhiri masa Dasbhara tersebut. Penutupan kegiatan digelar dengan outbon dan jelajah wilayah Kabupaten dan Kota Kupang.

Ka SPN Polda NTT Kombes Pol Nanang Putu Wardianto, SST., MK., yang ditemui di kantornya belum lama ini, mengemukakan kalau outbound penutupan masa Dasbhara ini digelar 3-5 Oktober 2018.

Pada Rabu (3/10), pagi para siswa akan mengikuti pembukaan di SPN Polda NTT dilepas Ka SPN Polda NTT.

Siswa akan berjalan kaki ke etape 1 di wilayah Tilong Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Di lokasi tersebut siswa akan menginap menggunakan bivak atau tidur dengan rolling bed.

“Para siswa sudah kami latih sejak awal masuk dengan outbound mulai lima kilometer hingga 35 kilometer. Outboud ini digelar setiap hari Minggu sehingga saat siswa berjalan jauh, mereka tidak kaget lagi,” ujar Ka SPN Polda NTT.

Pembukaan kegiatan nanti disatukan dengan pengecekan kesiapan seluruh personil dan kendaraan yang terlibat.

Selanjutnya siswa melakukan lintas medan dengan berjalan kaki dari SPN Polda NTT ke lapangan bola Moina Kelurahan Sikumana Kecamatan Maulafa.

Di lokasi tersebut, siswa akan beristrahat dan menikmati snack sambil dilakukan pengecekan.

Dari Kelurahan Sikumana, siswa melakukan long march cek melalui bandara El Tari Penfui Kupang atau sejauh 11 kilometer.

“Setelah menempuh perjalanan 11 kilometer maka siswa makan siang di sekitar bandara El Tari,” tandas nya.

Siswa kembali melanjutkan long march ke Desa Oelnasi Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang atau sekitar Tilong dengan jarak tempuh 2,5 jam dan menginap di Tilong. “Istrahatnya di Bivak yang sudah disiapkan,” tegasnya.

Malam hari, para siswa mendapatkan materi sejarah outbond selama dua jam dan beristrahat.

Pada hari kedua, Kamis (4/10), usai olahraga dan makan pagi, siswa melanjutkan jalan kaki ke arah bendungan Tilong dan diperkirakan menempuh perjalanan selama satu jam.

Di Tilong, siswa mengikuti kegiatan turun tebing dan kegiatan lainnya. Diperkirakan kegiatan ini selesai pukul 15.00.

Dari lokasi tersebut, siswa menuju Bivak II menelusuri kali besar Baumata Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang.

“Diperkirakan siswa tiba di Bivak II sekitar pukul 18.00 dan istrahat di Baumata,” urai Ka SPN Polda NTT.

Kamis malam, siswa melakukan hiking mulai pukul 22.00 menempuh pos I sejauh 8,5 kilometer dan tiba di pos I sekitar pukul 00.30 wita.

Istrahat setengah jam atau pada pukul 01.00, siswa melalukan hiking etape II menuju pos II jalur 40 Kelurahan Sikumana Kecamatan Maulafa dengan jarak tempuh 11 kilometer diperkirakan tiba pukul 04.00.

Usai istrahat dan snack atau sekitar pukul 04.00 melanjutkan hiking etape II ke pos III lapangan bola Bakunase Kecamatan Kota Raja Kota Kupang dengan jarak tempuh 7-8 kilometer dan diperkirakan tiba pukul 06.00 untuk makan pagi.

Hiking etape IV dilakukan usai makan pagi ke pos IV menuju arah SPN Polda NTT dengan jarak tempuh sepanjang 4,5 kilometer.

Dipekrirakan rombongan tiba di SPN Polda NTT, Jumat (5/10) pukul 08.00 dan langsung mengikuti apel pengecekan dan upacara penutupan outbon pukul 09.00.

Untuk menjaga stamina para siswa maka disiapkan pula vitamin dan berbagai jenis obat sehingga mengantisipasi siswa yang sakit.

Pasca mengikuti outbon penutupan masa Dasbhara maka siswa diliburkan sejak Sabtu (6/10) hingga Selasa (9/10) malam.

“Siswa sudah harus Kembali ke SPN Polda pada tanggal 9 Oktober malam untuk mengikuti proses pendidikan lanjutan,” tambah Ka SPN Polda NTT.

Outbon ini melibatkan 100 orang dari SPN Polda NTT dibantu tim medis Bid Dokkes Polda NTT. Pihaknya berharap, siswa bisa melewati semua rute yang ada dengan penuh semangat. (R1)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PENDIDIKAN

Undana Gelar Halal bi Halal dan MTQ Mahasiswa

Published

on

Rektor Undana Kupang, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D., memberikan sambutan dalam Halal bi Halal dan pembukaan MTQ-M di ruang teater lantai 3 gedung Rektorat Undana, Penfui, Jumat (14/6).

Kupang, penatimor.com – Keluarga besar Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menggelar Halal bi Halal dan pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Mahasiswa (MTQ-M).

Kegiatan ini dilaksanakan di ruang teater lantai 3 gedung Rektorat Undana, Penfui, Jumat (14/6).

Tema yang diusung, “Halal bi Halal Mempererat Tali Silaturahmi dan Nilai-nilai menuju Tercapainya Insan Akademik yang Bermartabat”.

Sedangkan lomba MTQ-M, mengangkat tema, “Jadilah Generasi Qur’an yang Pancasilahi”.

Rektor Undana Kupang, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D., dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada para staf, dosen, mahasiswa, dan para undangan yang menyempatkan waktu mengikuti Halal bi Halal tersebut.

“Atas nama keluarga besar Undana, sebagai Rektor saya ucapkan minal aidin walfaizin. Mohon maaf lahir dan bathin,” ungkap Rektor.

Lomba MTQ-M akan dilaksanakan selama satu minggu dan yang terpilih akan mewakili Undana untuk mengikuti MTQ Nasional ke Provinsi Aceh.

Ketua Panitia Arifin Sanusi, mengatakan, melalui Halal bi Halal mereka diberi ruang untuk bersilaturahmi dan menjalin persaudaraan.

“Sebelum nya kita umat muslim merayakan hari raya Idul Fitri, untuk itu atas nama panitia saya ucapkan mohon maaf lahir dan bathin,” ungkap dia.

Untuk lomba MTQ-M, menurut Arifin merupakan suatu tujuan pendidikan nasional, untuk menciptakan manusia Indonesia yang berpengetahuan, bertaqwa kepada Allah, berbudi pekerti, dan sehat jasmani.

“Pemenang lomba MTQ tingkat mahasiswa Undana akan mewakili Undana ke lomba MTQ tingkat nasional di Aceh,” sebut Arifin.

“Halal bi Halal dan lomba MTQ-M Undana bisa dilaksanakan berkat dukungan Rektor dan seluruh staf Undana,” tutup dia. (wil)

Continue Reading

PENDIDIKAN

Zumba Meriahkan Syukuran Dies Natalis II UPG ’45 NTT

Published

on

Zumba bersama meriahkan syukuran Dies Natalis II UPG 1945 Provinsi NTT, Jumat (7/6).

Kupang, penatimor.com – Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 Provinsi NTT merayakan Dies Natalis II dengan menggelar Zumba bersama para dosen dan pegawai.

Kegiatan syukuran tersebut berlangsung di halaman kampus UPG 1945, Jl. P.A. Manafe No. 7, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Jumat (7/6).

Rektor UPG 1945 NTT, David R.E Selan, SE.,MM., dalam sambutan nya mengatakan, Zumba bersama ini merupakan inspirasi, ide dan kreasi dari Ketua BPH Samuel Haning.

“Kegiatan ini juga didukung oleh dosen dan pegawai, sehingga malam ini kita meriahkan dan getarkan halaman kampus UPG 1945,” kata David.

Dia juga menceritakan perjalanan UPG ’45 NTT yang baru berjalan selama dua tahun.

“Seperti bayi yang masih dua tahun dan tidak bisa berpakaian. Yang masih perlu dituntun, sehingga masih perlu tuntunan orangtua, bapa, mama, keluarga, dan pengasuh untuk membesarkan anak ini untuk tumbuh menjadi besar,” ungkap David.

“Sehingga ini tidak terlepas dari semua perangkat, BPH, PGRI NTT, universitas, perangkat dari pimpinan universitas, fakultas, program studi, dosen, pegawai dan mahasiswa dan juga tidak terlepas dari stakeholder dalam hal ini masyarakat dan keluarga,” sambung dia.Rektor melanjutkan, dalam perjalanan kampus, ketika diuji oleh badai yang keras dan dahsyat, pihaknya hampir tidak berdaya menghadapi nya.

Tapi berkat satu harapan dan kekompakan di bawah komando Ketua BPH, mereka pun mampu melewati semua tantangan selama hampir empat tahun.

“Selama dua tahun ini perlu saya sampaikan kepada bapa-mama, kampus UPG 45 ini waktu itu ada 7.000 lebih mahasiswa yang aktif kuliah, mereka terjawab akan masalah bisa mengurus kelengkapan untuk dapat diwisudakan,” jelas dia.

Wisuda perdana pada bulan September 2018 dengan 500 wisudawan dan wisuda kedua tahun 2019 dengan jumlah 755 wisudawan.

Untuk sekarang, masih 2.000 lebih mahasiswa yang diproses untuk diwisudakan.

Dalam menghadapi kepastian hukum, David Selan mengaku pihaknya sudah mendapat izin legal bebas sesuai dengan UUD yang berlaku dan tidak diragukan siapa dan dimana.

“Selama dua tahun ini kami berproses dan sudah 11 program studi terakreditasi dengan 90 persen nilai B,” jelas dia.

Sementara, Ketua BPH PGRI Samuel Haning, SH., MH., di selah-selah acara tersebut, juga mengatakan akan mengggelar lagi kegiatan Zumba bersama.

“Nanti akan ada lagi Zumba bersama yang menghadirkan 20 ribu peserta,” ungkap Samuel Haning.

Acara tersebut juga dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun secara bersama oleh Rektor, Ketua BPH, dosen, dan pegawai UPG 1945, serta pembagian doorprize. (R3)

Continue Reading

PENDIDIKAN

Hari Ini Pengumuman Hasil UN SMP, Siswa Wajib Pakai Pakaian Adat

Published

on

Filmon Lulupoy

Kupang, penatimor.com – Hasil Ujian Nasional (UN) tingkat SMP diumumkan hari ini, Rabu (29/5).

Pengumuman hasil UN juga dipadukan dengan penerimaan nilai ujian semua siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Filmon Lulupoy, kepada wartawan, Rabu (29/5), mengatakan, kedua momen ini sangat penting bagi semua siswa, guru dan para orangtua.

Karena itu, semua sekolah sudah diimbau untuk mengirimkan undangan kepada para orangtua, agar bisa menghadiri secara langsung acara ini.

“Kami juga sudah mengeluarkan edaran agar semua siswa yang datang untuk mendengar hasil kelulusan, maka harus mengenakan pakaian adat daerah didampingi orangtua masing-masing,” terangnya.

Menurut Filmon, upaya ini dilakukan dengan tujuan agar mencegah dan meminimalisir terjadinya kegaduhan di jalanan yang dibuat oleh para siswa-siswi yang baru mendengar hasil ujian.

“Kami mencegah agar jangan sampai ada siswa yang turun ke jalan-jalan lalu ramai-ramai mencoret-coret pakaian seragam mereka. Hal ini tentu akan sangat merugikan, baik itu kemacetan lalu-lintas, maupun untuk psikologi anak sendiri, karena ini bukan suatu kebiasaan yang baik,” terangnya.

Filmon Lulupoy mengaku, aksi mencoret-coret pakaian seragam sekolah merupakan aksi yang sangat negatif, dan Kota Kupang bersyukur karena setiap tahun jumlah anak yang turun ke jalan untuk merayakan kelulusan dengan mencoret pakaian seragam sudah berkurang.

“Setiap tahun memang berkurang dari tahun-tahun sebelumnya. Diharapkan hal seperti ini jangan sampai menjadi tradisi bagi anak-anak penerus bangsa, masih panjang jalan mereka yang harus dipersiapkan dari sekarang, agar kelak menjadi sumber daya yang berkualitas dan mampu bersaing,” terangnya.

Untuk itu kata Filmon, untuk memulai suatu kebiasaan yang baik, harus dimulai dari rumah tangga masing-masing, dan para orangtua harus mampu mengontrol anak-anaknya agar tidak sampai turun ke jalan.

Dia melanjutkan, sekolah juga mempunyai peranan penting untuk mengarahkan siswa-siswinya untuk merayakan kelulusan dengan bersyukur dan merayakannya dengan cara-cara yang baik.

“Karena itu, kami selalu memberikan surat agar semua sekolah mengadakan pengumuman kelulusan di sekolah. Orangtua datang bersama anak-anaknya dan mengenakan pakaian adat daerah, juga bersama guru-guru berdoa dan beryukur atas kelulusan yang dicapai,” ungkapnya.

Sementara, untuk pengumuman hasil Ujian Nasional tingkat SD, masih akan disesuaikan dengan petunjuk teknis (Juknis), yang pasti setelah pengumuman SMP. (R2)

Continue Reading




Loading...

Trending

error: Content is protected !!