Connect with us

NASIONAL

Gubah Lirik Lagu Potong Bebek Angsa, Fadli Zon Harus Minta Maaf

Published

on

Petrus Salestinus (NET)

Jakarta, penatimor.com – Pimpinan Pusat Pengurus Nasional HARIMAU JOKOWI, sebuah ormas yang berbasis pada gerakan advokasi, bertindak untuk dan atas nama kepentingan masyarakat,  pada tanggal 1 Oktober 2018, menyampaikan somasi I dan terakhir kepada Fadli Zon, baik selaku pribadi maupun selaku anggota dan Wakil Ketua DPR RI.

Pimpinan Pusat HARIMAU JOKOWI, Petrus Salestinus, kepada wartawan di Jakarta, Senin (1/10), mengatakan, sejak 19 September 2018, Fadli Zon telah memposting dalam twitternya video rekaman yang menampilkan tiga pria dan enam perempuan berhijab memakai seragam biru dan hitam serta topeng, dalam formasi sedang menari atau berjoget mengikuti irama dan lirik lagu “Potong Bebek Angsa” yang sudah digubah lirik dan pesannya atau yang disebut lirik lagu editan Fadli Zon dari pesan riang gembira dunia anak-anak menjadi pesan politik yang menakutkan.

Menurut Petrus, lagu Potong Bebek Angsa yang sudah digubah lirik dan gaya serta pesan politik yang hendak disampaikan oleh Fadli Zon telah beredar luas bahkan menjadi viral dalam bentuk rekaman video di YouTube, sehingga dengan serta merta lagu Potong Bebek Angsa yang populer dikenal sepanjang masa sebagai lagu gembira riang yang diciptakan sebagai lagu anak-anak, serta merta berubah menjadi lagu yang berisi pesan politik yang provokatif, berisi fitnah, kebohongan bahkan berpotensi menebar kebencian di antara warga masyarakat dan terhadap pemerintah, termasuk kepada kepemimpinan Presiden Jokowi.

Adapun lirik lagu Potong Bebek Angsa yang digubah yaitu (kami kutip); “potong bebek angsa masak di kuali gagal urus bangsa maksa dua kali, fitnah HTI fitnah FPI, ternyata mereka lah yang PKI”.

“Potong bebek angsa masak di kuali gagal urus bangsa maksa dua kali takut diganti Prabowo – Sandi tralalalala lalalala takut diganti Prabowo – Sandi tralala lala”.

Selain daripada itu terdapat lirik lain dari lagu Potong Bebek Angsa juga beredar luas di masyarakat sebagai akibat dari postingan di Twitter milik Fadli Zon.

Petrus Salestinus menilai postingan di twitter Fadli Zon itu, bukan saja mengubah secara total lirik, substansi dan selera masyarakat konsumen terhadap lagu Potong Bebek Angsa itu, akan tetapi juga lirik lagu Potong Bebek Angsa yang diposting melalui twitter Fadli Zon itu telah menjadi viral karena mengandung fitnah, menebar berita yang mengandung kebohongan, melahirkan kebencian antar satu golongan masyarakat terhadap golongan yang lain, disamping berimplikasi hukum terhadap pelanggaran terhadap hak cipta atau pemegang hak vipta lagu Potong Bebek Angsa itu sendiri.

Tindakan Fadli Zon memposting lagu Potong Bebek Angsa yang telah digubah melalui twitternya hingga beredar secara luas dalam berbagai bentuk rekaman secara elektronik (YouTube), termasuk munculnya perubahan lirik lagu Potong Bebek Angsa dalam bebagai versi yang secara total mengubah karakter lagu Potong Bebek Angsa dari lagu-lagu yang bersifat riang gembira dan mendidik untuk kalangan anak-anak, berubah menjadi lagu yang membawa pesan politik kebencian, menakutkan, fitnah bahkan bisa menimbulkan konflik antar warga masyarakat, sebagai akibat adanya lirik yang berisi: “fitnah HTI fitnah FPI ternyata mereka-lah yang PKI” dstnya, maka tindakan demikian sudah dapat dikualifikasi sebagai Perbuatan Melawan Hukum, baik secara Pidana, Perdata maupun secara Etika sebagaimana dimaksud dalam UU.

Petrus yang juga Koordinator TPDI dan advokat Peradi, melanjutkan, oleh karena kualifikasi dari rangkaian tindakan Fadli Zon, merupakan “Perbuatan Melawan Hukum”, maka Fadli Zon harus meminta maaf bukan saja kepada anak-anak dan para orangtua, lembaga pendidikan baik swasta, akan tetapi juga kepada pemerintah termasuk kepada Presiden Jokowi.

Selain dari pada itu Fadli Zon harus menarik seluruh rekaman lagu “Potong Bebek Angsa” yang sudah diubah dan beredar secara luas di tengah masyarakat serta menghapus seluruh pemberitaan di media sosial dan online lirik lagu Potong Bebek Angsa yang telah diubah dan beredar dalam bentuk informasi elektronik karena tidak sesuai dengan lirik aslinya, sebagai berita yang tidak relevan yang mengandung kebohongan, fitnah, menebar kebencian hingga merugikan masyarakat konsumen, sebagaimana dimaksud oleh UU ITE.

“Apabila Fadli Zon tidak mengindahkan Somasi I dan terakhir ini, maka dengan sangat terpaksa, Harimau Jokowi akan melakukan tuntutan secara pidana dan perdata melalui pengadilan serta secara etika mengadukan Fadli Zon ke majelis kehormatan Dewan DPR RI sebagai pelanggaran etika dengan tuntutan agar diberhentikan dari keanggotaan DPR RI,” pungkas Petrus Salestinus. (R3)

NASIONAL

Lion Air JT610 Jatuh di Tanjung Karawang, Ini Nama Para Penumpang

Published

on

Ilustrasi pesawat Lion Air (NET)

Jakarta, penatimor.com – Pesawat Lion Air rute Jakarta – Pangkal Pinang dilaporkan telah hilang kontak pada 29 Oktober 2018 pada sekitar pukul 06.33 WIB.

“Pesawat tersebut membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 bayi dengan 2 Pilot dan 5 FA, sampai saat ini telah hilang kontak selama kurang lebih 3 jam,” terang Kabag Kerja Sama dan Humas Dirjen Perhubungan Udara, Kemenhub, Sindu Rahayu, Senin (29/10).

Dijelaskan, pesawat nahas itu type B737-8 Max dengan nonor penerbangan JT 610, terbang dari Bandar Udara Soekarno Hatta Banten menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang.

Pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP dilaporkan terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S – 107 07.16 E.

Pesawat ini berangkat pada pukul 06.10 WIB dan sesuai jadwal akan tiba di Pangkal Pinang pada Pukul 07.10 WIB. Pesawat sempat meminta return to base sebelum akhirnya hilang dari radar.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub saat ini tengah berkoordinasi dengan BASARNAS, Lion Air selaku operator dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Perum LPPNPI untuk melakukan kegiatan pencarian dan penyelamatan terhadap pesawat JT 610,” ujar Sindu.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) Pramintohadi Soekarno membenarkan telah terjadi hilang kontak Lion Air JT610 registrasi PK-LQP dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang.

“Pesawat hilang kontak sekitar pukul 06.33 WIB pada posisi 05 48.934 S 107 07.384 E dan radial 40.21 degree / 23.81 NM. Pesawat membawa 178 penumpang dewasa, satu anak dan dua bayi. Awak pesawat terdiri dari dua penerbang dan lima awak kabin. PIC Capt Bhavve Suneja dan SIC Harvino,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima media ini.

Menurut Pramintohadi, pesawat mempunyai certificate of registration issued 15/08/2018 expired 14/08/2021. Certificate of air worthiness issued 15/08/2018 expired 14/08/2019.

“Telah diterima informasi dari vts Tanjung Priok atas nama bapak Suyadi, tug boat AS JAYA II (rute: Kalimantan Selatan – Marunda) melihat pesawat Lion Air diduga jatuh di sekitar Tanjung Karawang,” ujar Pramintohadi.

Menurut dia, saat ini tengah dilakukan pencarian pesawat tetsebut oleh tim dari Basarnas. Rescuer Kansar Jakarta dan RIB 03 Kansar Jakarta bergerak ke lokasi koordinat kejadian untuk melakukan operasi SAR.

“Saat ini telah dibentuk crisis center di Terminal 1 B bandara Soekarno Hatta dan Bandara Depati Amir Pangkal Pinang untuk keluarga penumpang,” ujar Pramintohadi. (R4)

Continue Reading

NASIONAL

Jhoni Menjadi Ikon Pembuka Jakarta Marathon

Published

on

Foto: IST

Jakarta, Penatimor.com – Yohanes Gama Marchal Lau alias Jhoni (13 tahun) menjadi ikon pembuka Jakarta Marathon 2018 yang dilaksanakan di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Minggu (28/10).

Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Jhoni mengangkat dan mengibarkan sang Merah Putih dan turut menyanyikan bersama seluruh peserta lomba marathon.

Untuk Lomba Jakarta Marathon 2018 kali ini, dibagi menjadi empat kategori. Mulai dari lomba lari sejauh 5 Km, 10 Km, 21 Km, dan marathon 42 Km. Adapun lari kategori anak kecil yaitu marathoons dan Joni turut ikut serta lari dengan jarak 1km dengan seluruh peserta lari anak berusia 5-9tahun.

Kisah Jhoni yang memanjat tiang bendera setinggi 15 meter untuk memperbaiki tali bendera saat upacara memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia itu viral. PLN lantas mengundang adik Joni kembali ke Jakarta.

Sebelumnya, Jumat (26/10/2018) sore, Joni sudah tiba di Jakarta dan datang ke tempat pendaftaran Jakarta Marathon untuk di briefing

Setelah apresiasi yang banyak didapat, PLN sudah menjanjikan beasiswa sampai dengan S1, dan mengisi perabotan rumah yang saat ini tengah dibangun

Pihak PLN juga pada Sabtu (27/10) sudah mengajak Jhoni jalan-jalan keliling Jakarta. “Pertama kali ke Jakarta jalan ke Monas sekarang mau lihat banyak permainan sebelum marathon,” ucap Jhoni saat menaiki gondola di Taman mini Indonesia Indah Sabtu kemarin. (R2)

Continue Reading

NASIONAL

Bawaslu Harus Bersikap Tegas Terhadap Kampanye Hitam Terkait Pilpres

Published

on

Pimpinan Pusat Pengurus Nasional Harimau Jokowi, Petrus Selestinus

Kupang, Penatimor.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tidak boleh bersikap acuh tak acuh terhadap kebijakan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman yang juga Tim Kampanye Nasional (TKN) Capres- Cawapres Prabowo- Sandiaga membolehkan kader partainya melakukan kampanye negatif dan kampanye hitam terkait pilpres 2019.

Pimpinan Pusat Pengurus Nasional Harimau Jokowi, Petrus Selestinus sampaikan ini dalam keterangan persnya yang diterima media ini, Rabu (24/10/2018).

Menurut Petrus, sebagai presiden partai poltik (Parpol) dan pimpinan TKN Capres-Cawapres Prabowo- Sandiaga, kebijakan membolehkan kadernya melakukan kampanye negatif, sama dengan memberikan karpet merah kepada kadernya memproduksi sebanyak-banyaknya berita hoax menuju kampanye hitam.

Seharusnya Sohibul Iman memberikan pendidikan politik yang sehat kepada kader-kadernya dalam rangka penguatan berdemokrasi. Sikap Sohibul Iman jelas bertentangan dengan salah satu misi parpol yaitu memberikan pendidikan politik bagi kader-kader partai.

“Ini akan  menjadi tidak sehat dan kontraproduktif karena kampanye negatif akan menjadi jembatan emas menuju kampanye hitam dengan memproduksi berita hoax secara masif untuk kepentingan pilpres 2019,” kata Petrus.

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) ini menyatakan, Bawslu harus menjadikan kebijakan Sohibul Iman, Presisen PKS dan TKN Capres- Cawapres Prabowo-Sandiaga sebagai temuan pelanggaran Pemilu sekaligus melakukan penindakan melalui Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu).

Karena kampanye negatif yang dimaksud oleh Sohibul Iman bisa saja dimaknai oleh kader-kader dan TKN Prabowo-Sandiaga sebagai kampanye hitam dengan memproduksi sebanyak-banyaknya berita hoax atau mendramatisisasi sebuah berita hoax menjadi menu kampanye hitam.

Dia mengatakan, munculnya kampanye negatif dan/atau kampanye hitam yang susul menyusul di media sosial tanpa ada kekuatan yang bisa membendung, dapat dipastikan kampanye hitam  yang bersumber dari berita hoax akan semakin menjamur dan sulit dibendung. Hal ini ditambah lagi dengan kebijakan Sohibul Iman yang mengizinkan kadernya melakukan kampanye yang berkonten negatif.

Lebih lanjut dia menyampaikan, kebijakan dimaksud membuat Bawaslu tidak berdaya bahkan membiarkan kampanye negatif dan hitam muncul tanpa dapat dikendalikan. Bawaslu tidak pernah menjadikan berita hoax yang beredar atau diedarkan oleh kader PKS dan TKN Prabowo-Sandiaga sebagai temuan Bawaslu dalam rangka mencegah pelanggaran pemilu. Bawaslu justru bersikap pasif dan hanya menunggu laporan.pelanggaran dari masyarakat.

“Bawaslu, PKS, dan TKN Capres- Cawapres Prabowo- Sandiaga akan menghadapi sanksi sosial dari masyarakat di samping tuntutan pidana pemilu, termasuk melalui proses di Bawaslu dan di DKPP,” tandas Petrus. (R2)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2018 Pena Timor