Connect with us

NASIONAL

Tiga Gereja di Kota Jambi Disegel

Published

on

Foto: IST

Kupang, Penatimor.com – Kementerian Agama (Kemenag) membenarkan adanya penyegelan terhadap tiga gereja di Kota Jambi, Kamis (27/9). Yakni Gereja Methodist Indonesia Kanaan Jambi, Gereja Sidang Jemaat Allah Simpang Rimbo, dan Huria Kristen Indonesia Simpang Rimbo.

“Iya benar,” ujar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kemenag Thomas Pentury saat dikonfirmasi JawaPos.com, Jumat (28/9).

Dia menceritakan, kronologi penyegelan yang dilakukan Pemerintah Kota Jambi itu dimulai pada pukul 10.00-12.00 WIB. Ketiga gereja berlokasi di Jalan Lingkar Barat III Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi.

Penyegelan berlangsung setelah mempertimbangkan hasil rapat Kesbangpol Kota Jambi, FKUB, Kepolisian, Lembaga Adat Melayu Jambi, MUI, TNI, dan warga sekitar gereja. Satpol PP dalam hal ini bertindak sebagai pem-back up aparat Kepolisian dan TNI.

Adapun latar belakang penyegelan, yaitu IMB yang belum dimiliki gereja dan tuntutan warga RT 07 Kenali Besar, Alam Barajo.

Berikut poin dalam segel yang ditempel pada pintu gereja yaitu melanggar:

1. Peraturan Daerah No 47 tahun 2002 tentang Ketertiban Umum.

2. Peraturan Daerah No 11 tahun 2014 tentang Izin Gangguan.

3. Peraturan Daerah No 03 tahun 2015 tentang IMB.

Sebelum dilaksanakannya penyegelan, informasi ataupun surat pemberitahuan tidak disampaikan oleh Pemerintah Kota Jambi kepada pihak gereja.

Sehingga pada saat dilaksanakan penyegelan, surat keputusan tidak diberikan atau tidak dapat ditunjukkan oleh Pemerintah Kota Jambi, sehingga menyebabkan kebingungan dan menuai penolakan dari pihak gereja.

Hal itu disampaikan oleh Majelis Gereja Sidang Jemaat Allah saat ditemui BPC GMKI Cabang Jambi. Jemaat gereja pun sontak beramai-ramai datang ke lokasi penyegelan sambil histeris melihat gerejanya disegel oleh pemerintah sendiri.

“Sampai sekarang, belum ada solusi terhadap persoalan ini. Jemaat gereja tidak tahu akan beribadah di mana sampai masalah ini selesai,” pungkas Thomas. (R2/JawaPos.com)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NASIONAL

Hasto: Kesalahan Fatal Menyatakan Presiden Chief of Law Enforcement

Published

on

Foto: IST

Kupang, Penatimor.com – Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menilai Calon Presiden (Capres) nomor urut dua, Prabowo Subianto bikin pernyataan blunder, yang mencerminkan karakter dasarnya bahwa menjadi Presiden itu sebagai chief of law enforcement.

“Pernyataan yang berbahaya. Presiden menentukan kebijakan politik hukum sebagai penjabaran fungsinya sebagai kepala pemerintahan. Presiden tidak boleh intervensi atas masalah hukum. Jadi apa yang disampaikan bahwa Presiden adalah Chief of Law Enforcement Officer adalah cermin bawah sadarnya untuk gunakan jabatan Presiden sebagai alat intervensi hukum,” kata Hasto dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Kamis (17/1/2019).

Atas pernyataan tersebut, Hasto menyatakan tidak heran mengapa Prabowo-Sandi terus melakukan kontrasting.

“Berbagai persoalan lapangan yang diangkat Sandi perlu dicek kebenaran sebagai real case atau bagian dari kemasan untuk menyerang Pak Jokowi,” ungkap Hasto.

Menurut Hasto, hal yang menarik dari debat tersebut adalah posisi Kyai Maruf Amin sebagai Cawapres yang memberikan dukungan sepenuhnya terhadap kebijakan Joko Widodo (Jokowi).

“Agresifnya Sandi sekedar menyampaikan pesan bahwa Sandi lebih proaktif. Namun dalam tata pemerintahan yang baik, apa yang ditampilkan Sandi dikhawatirkan akan menciptakan peluang konflik. Sebab konstitusi mengatakan Wapres itu membantu presiden. Dengan demikian posisi yang diambil Kyai Maruf sangatlah tepat, mendukung kebijakan Presiden,” paparnya.

Hasilnya, tambah Hasto, sekali bicara, pernyataan Kyai Maruf singkat namun menohok.

“Mengajak semua pihak membangun budaya menghormati kaum disabilitas. Ini menunjukkan kepiawaian dan kemampuan melihat solusi atas persoalan dan tidak hanya berorasi atau tebar janji,” tandasnya. (R2)

Continue Reading

NASIONAL

PDI Perjuangan: Visi Misi Prabowo-Sandi Lupa HAM

Published

on

Dok. Ist

Terkesan Menyembunyikan Masa Lalu

Kupang, Penatimor.com – PDI Perjuangan menanggapi serius pemaparan awal visi misi Prabowo Sandi yang diluar konteks, bicara pangan dan air, sementara yang dibahas adalah Hak Asasi Manusia (HAM), Penegakan Hukum, Korupsi dan Terorisme.

“Apa yang disampailan sekedar kualifikasi hafalan, retorik, dan melupakan hal yang substansial terkait komitmen terhadap Hak Asasi Manusia. Nampak betul bagaimana visi misi tersebut lupa HAM. #PrabowoLupaHAM,” kata Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/1/2019).

Menurut Hasto, apa yang terjadi dalam pamaparan 3 menit visi misi tersebut menunjukkan komitmen dasar pemimpin.

“Nampak Pak Prabowo menyembunyikan persoalan HAM tersebut. Buat apa bicara kualitas kehidupan namun melupakan komitmen yang sangat penting, agar di negara yang berdaulat ini, tidak boleh ada penghilangan paksa nyawa warga negara Indonesia mengingat tugas negara adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia,” katanya.

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto berharap agar debat melihat rekam jejak, program konkrit dan gagasan masa depan untuk Indonesia Raya. “Kami bersyukur Pak Jokowi dan Kyai Maruf Amin tampil kalem,” tandasnya. (R2)

Continue Reading

NASIONAL

Tinggi Animo Peserta PLN Video Competition 2018

Published

on

Dok. Ist

Jakarta, Penatimor.com – Setelah sukses diselenggarakan pada tahun 2017, PLN Video Competition kembali digelar tahun 2018 dengan mengusung tema “Listrik untuk Mudahkan Hariku” dan dalam konsep Film Pendek. Animo masyarakat dalam berpartisipasi pada kompetisi ini cukup tinggi, khususnya peserta yang memiliki minat dalam bidang perfilman dan videografi.

Lebih dari 570 peserta mendaftarkan diri dan mengirimkan karyanya melalui website videocompetition.pln.co.id. Angka ini menunjukkan peningkatan peminat peserta PLN Video Competition dari tahun lalu, yakni sekitar 70%. Hari ini (31/12) pukul 23.59 WIB adalah hari terakhir pengiriman karya film pendek PLN Video Competition 2018.

“Kami sudah tidak sabar lagi melihat karya-karya terbaik dari masyarakat Indonesia, terutama para kreator film pendek dan anak-anak muda Indonesia. Kompetisi ini diciptakan untuk menggaet masyarakat dalam meningkatkan pemahaman manfaat listrik di kehidupan sehari-hari. Semakin banyak yang berpartisipasi dalam kompetisi ini semakin baik dan semakin dekat dengan PLN untuk membantu menggaungkan Energi Optimisme dalam Menerangi Negeri,” ujar Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka, dalam keterangan tertulisnya.

Kompetisi ini dibagi dalam dua kategori, yakni Kategori Umum (untuk masyarakat umum) dan Kategori Pelajar (untuk Pelajar SMA atau sederajat). Kompetisi ini bisa diikuti oleh seluruh Warga Negara Indonesia dengan syarat dan ketentuan yang ada di website videocompetition.pln.co.id.

Karya-karya dari peserta yang didaftarkan di website kemudian akan disaring sesuai dengan syarat teknis dan tema kompetisi. Karya yang memenuhi kurasi awal akan ditayangkan di menu Galeri Karya pada website. Bagi peserta yang videonya tidak lolos kurasi, diperbolehkan untuk memperbaiki atau mengirimkan karya baru (maksimal hari ini (31/12) pukul 23.59 WIB).

Setelah itu, karya-karya yang sudah dimoderasi oleh tim kurator akan dinilai oleh juri PLN Video Competition 2018, yaitu sutradara senior tanah air Riri Riza, Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali dan Lucky Pransiska dari Harian Kompas. Penilaian karya terdiri dari lima kriteria, yaitu faktualitas informasi, ide cerita, pesan yang disesuaikan dengan tema, visualisasi, dan grafis.

Ada total hadiah Rp 135 juta bagi 3 juara utama dan 2 juara favorit di masing-masing kategori. Pemenang akan diumumkan di laman website videocompetition.pln.co.id pada 19 Januari 2019.

Pertanyaan lain seputar PLN Video Competition 2018 dapat dikirimkan ke e-mail videocompetition@pln.co.id. Pantau juga website pln.co.id, Instagram @pln_id, Facebook Fanpage PLN.id, serta Twitter @PLN_info. (R2)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2018 Pena Timor