Connect with us

SELEBRITI

The Voice Kids, Joni-Jeni Minta Dukungan Masyarakat NTT

Published

on

Joni dan Jeni Kase didampingi Anastasia Kase dan Aki Kalla di Rumah Musik Siloam, Sabtu (9/9).

Kupang, penatimor.com – Putra-putri NTT kembali bertarung di ajang pencarian bakat The Voice Kids Indonesia. Mereka adalah Joni dan Jeni Kase.

Joni dan Jeni Kase berhasil menyisihkan ratusan peserta mulai dari blind audition, battle rounds dan saat ini keduanya lolos ke babak live shows. Joni dan Jeni Kase yang merupakan anak kembar ini akan tampil pada Kamis (13/9) mendatang di panggung The Voice Kids Indonesia 2018 yang disiarkan secara langsung di GTV.

Pemilik Rumah Musik Siloam Kupang yang juga merupakan mentor Joni dan Jeni, Aki Kalla, mengaku bersyukur dua anak binaannya berhasil lolos ke tahapan selanjutnya dalam ajang pencarian bakat ini.

“Kami bangga karena ada dua putra putri terbaik NTT yaitu Joni dan Jeni Kase yang berhasil lolos ke babak live show di The Voice Kids Indonesia. Karena sudah memasuki babak live show, itu artinya Joni dan Jeni membutuhkan dukungan dalam bentuk vote untuk bisa terus bertahan di ajang ini. Dukungan seluruh masyarakat NTT baik doa dan moril sangat Joni dan Jeni harapkan. Jikalau Tuhan berkenan mereka berdua bisa lolos ke babak selanjutnya dan bisa menjadi pemenang,” ucap Aki Kalla yang ditemui di Rumah Musik Siloam Kupang, Sabtu (9/9).

Sebagai guru vokal Joni dan Jeni, Aki Kalla menyebut jika kedua anak didiknya ini memiliki talenta dan warna suara yang sangat indah jika dipadukan.

“Keduanya memiliki feel musik yang sangat kuat terutama Joni. Dia cukup unik karena punya feel nada yang sensitif jadi satu kali diajar bisa langsung paham. Kalau Jeni memiliki melodi yang kokoh dan suaranya cukup stabil. Dan di The Voice Kids ini, mereka berdua tampil duet sementara kontestan lain tampil solo.

“Ini tantangannya, mereka harus mampu menterjemahkan lagu dalam sebuah penjiwaan yang kuat,” tutur Aki Kalla.

Menurut Aki, putra-putri TT mempunyai segudang prestasi, terutama dalam dunia tarik suara, NTT sudah mulai diperhitungkan di dunia tarik suara baik itu di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara Anastasia Kase, ibu dari Joni dan Jeni pun mengharapkan hal yang sama. Dukungan dan doa dari masyarakat NTT bisa membawa anak kedua dari empat bersaudara itu bisa terus maju ke babak selanjutnya.

Sudah beberapa kali anak-anak NTT yang mengikuti ajang serupa dan berhasil mengharumkan nama NTT di panggung nasional. Dan saat ini kebetulan Joni dan Jeni mendapatkan kesempatan untuk mengharumkan nama NTT.

“Saya berharap jika masyarakat NTT bisa memberikan dukungan SMS sebanyak-banyaknya kepada Joni dan Jeni,” ucap Anastasi yang merupakan seorang guru ini.

Sebagai orangtua, Anastasia berharap perhatian pemerintah untuk memberikan dukungan atau imbauan kepada masyarakat NTT agar bisa mendukung anak-anak kebanggaan NTT menjadi juara di ajang ini.

Joni dan Jeni pun mengaku siap menghadapi babak live show di Jakarta, Kamis (13/9) mendatang.

Meskipun gugup, Joni dan Jeni mengaku cukup percaya diri untuk menghadapi babak live show karena mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat terutama dukungan doa.

Joni dan Jeni akan dimentori oleh Kaka Slank. The Voice Kids Indonesia 2018 menyisahkan 24 peserta. Masing-masing coach yakni Agnez Mo, Marcell dan Kaka Slank mendapat jatah 8 orang peserta.

Cara mendukung Joni dan Jeni Kase dengan mengirim SMS, ketik TVKI (spasi) JENIJONI dan kirim ke 95151.

Mereka mengajak seluruh masyarakat NTT dan di luar NTT, untuk ikut vote dan mendukung mereka. (R1)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SELEBRITI

20 Juni, Film Rumah Merah Putih Tayang Serentak di Bioskop

Published

on

Jumpa pers saat premiere film Rumah Merah Putih di Lippo Plaza Kupang, Sabtu (16/6).

Kupang, penatimor.com – Penayangan perdana atau premiere film Rumah Merah Putih, produksi Alenia Pictures dilakukan di Cinemax Lippo Plaza Kupang, Sabtu (15/6) malam.

Acara ini dihadiri Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama Wakil Gubernur Josef Nae Soi, Wakapolda NTT Brigjen Pol Johni Asadoma, serta para pejabat Forkopimda NTT dan Kota Kupang.

Gubernur VBL mengaku bersyukur film ini akhirnya dapat ditayangkan untuk pertama kali nya di NTT.

“Kita juga sangat bangga dengan kehadiran film ini, karena melibatkan banyak anak-anak di NTT sebagai pemeran utama,” kata VBL.

Setelah diputar di Kota Kupang, lanjut dia, film yang mengangkat tema nasionalisme itu akan ditonton bersama Presiden Joko Widodo di Jakarta pada 17 Juni, dan tanggal 20 Juni akan diputar serentak di selurah bioskop di Indonesia.

Setelah pemutaran perdana film Rumah Merah Putih, langsung digelar jumpa pers bersama Gubernur NTT serta sutradara dan pemeran film.

Rumah Merah Putih bercerita tentang perjalanan anak-anak NTT di wilayah perbatasan untuk menyambut peringatan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus dengan segala permasalahan yang mereka hadapi.

Syuting film dilakukan di Desa Silawan dan Kota Atambua, Kabupaten Belu, wilayah perbatasan dengan Timor Leste.

Kembali, Gubernur VBL mengatakan film ini sangat luar biasa.

“Selama ini kita selalu berpikir tidak mampu di dalam seni peran yang sulit. Sebenarnya seni peran ini anak-anak kita sangat mampu. Di sini saya sangat senang dan akan mendorong agar perfilman Indonesia berkembang terus. Kita semua harus mendorong NTT dalam seni peran yang lebih berkembang lagi,” tandas VBL.

Bank NTT juga memberikan hadiah kepada para pemain film tersebut.

Sebagai dukungan, Bank NT mengangkat Farel, salah satu pemeran film, sebagai Duta Bank NTT di tingkat nasional.

Sementara itu, Nia Zulkarnaen, mengucapkan terima kasih atas dukungan Gubernur dan Bank NTT.

Sutradara dan produser Ari Sihasale, mengaku terinspirasi untuk pembuatan film di NTT.

“Saya juga sudah berkeliling ke semua tempat, dan saya berpikir bawah anak-anak NTT bisa, dan bisa berprestasi, dan harus diberikan kesempatan. Contohnya dalam film ini, mereka mampu dan mempunyai potensi yang luar biasa,” ungkap Ari.

“Kami bukan orang-orang NTT, tapi kami cinta NTT. Kami berdoa agar film ini bisa diterima oleh masyarakat NTT dan seluruh bangsa Indonesia,” ungkap dia.

Terpantau, acara premiere film itu dihadiri sutradara dan produser Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen, serta para pemeran utama “Rumah Merah Putih” di antaranya Pevita Pearce, Yama Carlos, Shafira Umm, dan sejumlah anak-anak NTT. (R3)

Continue Reading

SELEBRITI

Syuting Film di Belu, Pevita Pearce jadi Perempuan Timor Leste

Published

on

Pevita Pearce

Jakarta, penatimor.com – Aktris Pevita Pearce terlibat dalam film berjudul Rumah Merah Putih yang diproduksi oleh Alenia Pictures.

“Aku jadi Maria Lopez, perempuan Timor Leste,” kata Pevita di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (20/5).

Adik Keenan Pearce itu mengaku tertarik membintangi film Rumah Merah Putih.

Sebab, film itu memberi tantangan baru baginya. Tokoh Maria menuntutnya harus banyak mengubah karakter.

Dia mengaku selalu mencari tantangan baru saat berakting. Selain itu, dia juga ingin mengeksplorasi hal baru.

“Aku nemuin itu di film Rumah Merah Putih. Perubahannya juga ada. Perubahan fisik, bahasa yang digunakan, dan perubahan busananya,” jelas Pevita.

Untuk mendalami karakter, perempuan yang sempat digosipkan dengan Ariel NOAH tersebut melakukan beberapa tahapan.

Salah satunya ialah dengan berbaur bersama para ibu dari warga lokal lokasi syuting di Kabupaten Belu dan daerah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste.

“Risetnya aku ngobrol langsung dan ada waktu sekitar dua minggu untuk bersosialisasi sama mama-mama sekitar dan ikut aktivitas mereka,” ucap Pevita.

Rumah Merah Putih merupakan film garapan Nia Zulkarnaen dan Ari Sihasale.

Film itu memgisahkan kehidupan anak-anak di Nusa Tenggara Timur yang memiliki kecintaan yang besar terhadap Indonesia.

Selain Pevita, film Rumah Merah Putih juga dibintangi sejumlah pemain lainnya.

Di antaranya, Yama Carlos, Shafira Umm, dan Abdurrahman Arif. Rumah Merah Putih bakal tayang di bioskop mulai 20 Juni 2019. (R4)

Continue Reading

SELEBRITI

Perjalanan Andmesh Kamaleng Meraih Popularitas, Berkah Cinta Luar Biasa

Published

on

Andmesh Kamaleng

Jakarta, penatimor.com – Nama Andmesh Kamaleng, 22, baru dikenal luas akhir tahun lalu, meski sudah memenangi Rising Star Indonesia musim kedua pada 2017.

Semua berkat Cinta Luar Biasa, single kedua yang dia rilis November 2018. Lagu itu membuat hidupnya menjadi luar biasa.

Sukses dengan Cinta Luar Biasa, penyanyi dengan nama asli Jeandmesh Antonio Kamaleng itu bergerak cepat merilis single ketiga yang berjudul Hanya Rindu bulan lalu.

Lagu yang berirama sendu itu dia ciptakan dari kenangan terakhir bersama mendiang ibunya, Bernadeta Laure. Sang ibu meninggal Desember lalu akibat penyakit paru-paru.

Musik dan nyanyian seolah sudah mengalir deras dalam diri pria asal Kupang itu. Sejak kecil, Andmesh belajar musik dari mendiang ayahnya, Jabes Kamaleng.

”Papa juga musisi keliling dan jago main keyboard,” kata penyanyi bersuara empuk tersebut saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk Kamis lalu (9/5).

Berkat didikan sang ayah, Andmesh punya suara merdu dan kemampuan bermain musik.

Ayah yang akrab disapa Yes Kamaleng sering mengajak anak-anaknya bernyanyi di berbagai acara dan gereja.

”Kelompok kami namanya Kambers, Kamaleng Bersaudara,” kata Andmesh dengan bangga. Keluarganya memang dekat dengan musik.

Yes dan Andmesh pun kompak bekerja sebagai musisi keliling. Dari satu event ke event lain di Kupang dan sekitarnya. Sejak dia masih kecil hingga beranjak remaja. Alumnus SMAN 3 Kupang itu juga aktif mengikuti lomba nyanyi di tingkat kota maupun provinsi.

Beberapa lomba pernah dia juarai. Antara lain, Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2011 dan Bintang Radio NTT 2013.

Sampai akhirnya sang ayah berpulang pada 2014 di usia 49 tahun. Pesan terakhir yang Andmesh ingat dari sosok ayahnya, dirinya diminta untuk tetap menjaga keluarga.

Karena itu, Andmesh meneruskan profesi sang ayah sebagai musisi. Kemudian, dia berpikir untuk keluar dari zona nyaman dan menapaki karir yang lebih tinggi.

Berbekal keinginan untuk membanggakan dan menghidupi keluarga, pria pengagum Judika Sihotang itu ikut audisi Rising Star Indonesia musim kedua pada 2017.

Andmesh mendapat direct message dari pihak Rising Star Indonesia setelah mereka melihatnya sering mengunggah cover lagu di Instagram. ”Maunya sih ikut Indonesian Idol aja. Tapi, pas itu lagi nggak ada,” urai dia.

Keikutsertaan Andmesh pada ajang itu lancar. Dia hampir selalu meraih skor di atas 80 persen dan mendapat pujian juri. Dia keluar sebagai juara dan merilis single pertama, Jangan Rubah Takdirku.

Namun, di awal karirnya, dia tidak serta-merta terkenal. Lagu pertamanya itu tidak se-booming Cinta Luar Biasa.

”Ya, itu baru langkah awal dan perkenalan. Tujuannya untuk kasih tahu dulu bahwa Andmesh ada di dunia musik,” ucap dia.

Selama kurang lebih setahun, dia menerima job off-air untuk menambah penghasilan. Pertengahan 2018, saat pulang ke Kupang, dia bertemu dengan Faisal Resi, sahabatnya. Mereka ngobrol setelah bermain futsal.

Faisal memainkan lagu Cinta Luar Biasa ciptaannya. Andmesh tertarik dan meminta lagu itu untuk ditawarkan kepada produser Aldi Nada Permana. Setelah diolah, lagu tersebut dirilis pada 2 November tahun lalu.

Pertemuan setelah futsal itu menjadi berkah. Cinta Luar Biasa ternyata berjodoh dengan suara Andmesh yang khas.

”Dulu pernah punya pengalaman seperti lirik lagunya sih,” tutur dia. Keputusan Andmesh untuk membawakan lagu ciptaan sang sahabat sangat tepat dan luar biasa. Lagunya booming. Baik di radio, acara TV, YouTube, maupun platform streaming.

Nama Andmesh mulai dikenal dan dilirik. Job yang dulu hanya sekali sebulan kini mendadak berlipat, menjadi 4–5 kali dalam sebulan. Jadwal manggung pun full hingga beberapa bulan ke depan. Cinta Luar Biasa lalu di-cover banyak penyanyi.

Baik yang sudah berada di naungan label maupun di YouTube. Andmesh mendapat royalti dari hal tersebut. Meskipun jumlahnya tak terlalu banyak, royalti itu sangat membantu kehidupan keluarganya.

Karena popularitas lagu itu, Cinta Luar Biasa dibuat dalam dua versi. Versi terbaru dengan diiringi piano telah dirilis bulan lalu. Setelah merilis tiga single yang seluruhnya pop sendu, Andmesh ingin menantang diri.

Dia tengah mempersiapkan lagu baru yang akan dirilis Agustus mendatang. Iramanya lebih cepat. Ceritanya masih seputar pengalaman pribadi. ”Kalau nggak sama kayak pengalaman pribadi, nggak mau bawain, haha,” ujar Andmesh. (len/c11/jan/R4)

Sisi Lain Andmesh

1. Family man. Kini, berkat honor dan royalti sebagai penyanyi, Andmesh menjadi tulang punggung keluarga. Dia membiayai kuliah serta sekolah kakak dan adiknya, Dimersina dan Efriyani.

2. Meskipun berbadan tinggi besar, Andmesh rupanya mudah menangis. ’’Biasanya, kalau lagi jengkel, saya gampang nangis,’’ katanya.

3. Sangat humoris. Meski sering membawa lagu mellow, Andmesh sangat suka bercanda dan banyak bicara.

4. Menyukai lagu-lagu dari Indonesia Timur. Akhir tahun lalu, dia membawakan Bolelebo dan Gemu Famire dalam konser Symphony of Friendship di Selandia Baru.

5. Suka nonton film India karena sarat nilai kekeluargaan. Bahkan, film India bisa bikin Andmesh menangis.

6. Bercita-cita jadi petinju, tapi dilarang ayahnya.

Continue Reading




Loading...

Trending

error: Content is protected !!