Connect with us

POLKAM

Relawan Jokowi-Ma’ruf Target Menang 95 Persen di NTT

Published

on

Kupang, Penatimor.com – Sebanyak 17 kelompok relawan bersama sembilan partai politik menargetkan kemenangan 95 persen pasangan calon presiden dan wakil presiden, Jokowi- Ma’ruf di NTT pada pemilu presiden 2019 mendatang.

Pembina Relawan Jokowi- Ma’ruf Provinsi NTT, Frans Lebu Raya sampaikan ini pada acara deklarasi akbar di Kupang, Kamis (23/8/2018).

Lebu Raya mengatakan, pada pemilu presiden 2014 lalu, relawan pendukung Jokowi- JK di NTT hanya lima kelompok dan jumlah partai pengusung dan pendukung pun hanya lima partai. Saat itu pasangan Jokowi- JK menang dengan 72 persen.

Sedangkan untuk pemilu 2019, jumlah relawan sudah 17 kelompok dan diusung sembilan partai politik. Karena itu kemenangan yang diraih harus lebih besar dari sebelumnya.

“Mari kita dukung kerja nyata. Relawan harus terus berjuang dan harus menang. Mari kita sepakat menangkan Jokowi- Ma’ruf di atas 90 persen,” kata Lebu Raya.

Ketua DPD PDI Perjuangan NTT ini mengajak semua partai pendukung untuk merapatkan barisan memenangkan Jokowi- Ma’aruf. Apalagi Jokowi telah menunjukkan kerja- kerja nyata di NTT.

Seperti membangun tujuh bendungan besar, menyiapkan tiga kapal ternak, listriknisasi, KIS dan KIP. Bahkan beliau merupakan presiden yang paling banyak berkunjung ke NTT yakni sebanyak delapan kali. Ini pertanda beliau sangat memberi perhatian terhadap NTT, apalagi provinsi ini berada di daerah perbatasan dengan negara tetangga. Jokowi sedang menjalankan sila kelima Pancasila.

“Kita harus bergerak lebih awal untuk menangkan Jokowi dua periode,” tandas Lebu Raya.

Gubernur NTT dua periode ini meminta semua pihak untuk jangan percaya dengan isu yg membenturkan Ahokers di NTT. Saat ini orang sedang memanipulasi data pertumbuhan ekonomi. Padahal inflasi pun berhasil ditekan sangat rendah. Pembangunan ekonomi terus bergerak maju. Jokowi bangun semua aspek kebutuhan masyarakat.

“NTT tidak usah dengar yang aneh- aneh tapi realita. Sehingga Jokowi pantas pimpin dua periode. Kita harus tolak hoax dengan menampilkan politik kegembiraan,” ujar Lebu Raya.

Ketua Sekretariat Bersama (Sekber) Relawan Jokowi- Ma’ruf Provinsi NTT, Jhon Rikardo mengatakan, pada pemilu presiden 2014, jumlah kelompok pendukung Jokowi- JK di NTT hanya empat. Kemenangan yang diraih saat itu sebesar 72 persen. Kini jumlah relawan sudah mencapai 17 kelompok. Ini menunjukkan kerja- kerja nyata Jokowi menjawab kebutuhan masyarakat. Sehingga dukungan untuk Jokowi pun kian meluas.

“Kita targetkan kemenangan Jokowi- Ma’ruf pada pemilu 2019 di NTT mencapai 95 persen,” tegas Jhon. (R2)

POLKAM

Melchias Mekeng Ajak Menteri Sri Mulyani Berkunjung ke Flores

Published

on

Melchias Marcus Mekeng dan Laurensius Leba Tukan dalam acara Pembukaan Rakor Pemenangan Pemilu Golkar Flores Timur di Aula OMK Keuskupan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Senin (21/1/2019).

Larantuka, Penatimor.com – Ketua Komisi XI DPR RI, Melchias Marcus Mekeng yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI telah mengajak Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk berkunjung di Kabupaten Sikka pada Jumat (25/1/2019).

Mekeng memastikan kehadiran Menkeu Sri Mulyani itu ketika berbicara di hadapan ratusan kader Golkar yang datang dari seluruh desa/kelurahan dan kecamatan di Flores Timur dalam acara Konsolidasi dan Koordinasi Pemenangan Pemilu 2019 DPD Golkar Kabupaten Flores Timur di Multi Even Hall/Gedung OMK Keuskupan Larantuka, Senin (21/1/2019).

“Saya sudah undang Ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk datang di Sikka dan mengundang seluruh kepala desa di Kabupaten Sikka, Flores Timur dan Ende,” ujar Mekeng.

Ketua Korbid Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia Timur DPP GOLKAR ini menyebutkan, dengan kehadiran Menteri Keuangan ini akan membawa dampak percepatan pembangunan berbagai sektor di Flores.

Dikatakan Mekeng, atas kepercayaan yang diberikan masyarakat di Dapil NTT I kepadanya sehingga beberapa jabatan strategis di tingkat pusat dipercayakan kepadanya sehingga dia bertanggungjawab dan berkewajiban untuk membangun daerah yang telah memilihnya.

“Saya bersumpah untuk membangun daerah pemilihan saya sehingga seluruh kekuatan dan kemampuan jaringan saya dikerjakan untuk datang membangun wilayah kita termasuk dengan menghadirkan Ibu Menteri Keuangan RI datang di Flores agar melihat dan mendengar langsung kondisi dan keluh kesah masyarakat kita,” ujar Mekeng.

Mantan Ketua Badan Anggaran DPR RI ini mengatakan, Partai Golkar telah menorehkan berbagai karya monumental di wilayah Flores Timur yang akan dikenang sepanjang jaman. Karya monumental itu diantaranya Gedung OMK Keuskupan Larantuka, jalur jalan di Adonara Barat dan Adonara Tengah serta ruas jalan di wilayah Tanjung Bunga.

“Kampanyekan semua karya Golkar ini di masyarakat dan sampaikan bahwa teruslah memilih kader Golkar agar karya-karya pembangunan di Flores Timur terus dilakukan oleh kader Golkar. Juga menangkan Jokowi-Ma’aruf Amin agar perhatian pembangunan untuk wilayah kita terus dilakukan dari pusat,” katanya.

Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Flores Timur, Ignasius Boli Uran mengatakan, dalam setiap hajatan pemilu legislatif, Partai Golkar Flores Timur selalu menjadi pemenang dan Pemilu kali ini dipastikan kembali menjadi pemenang.

“Kami berterimakasih kepada Pak Melky Mekeng yang telah menjadikan Flores Timur sebagai rumah kedua setelah Kabupaten Sikka dengan berbagai karya pembangunan yang sudah dirasakan oleh masyarakat Flores Timur. Kami siap menangkan Pak Mekeng di DPR RI, Jokowi Ma’aruf Amin dan juga putra putri Flores Timur di DPRD Provinsi NTT serta kader-kader Golkar di Flores Timur untuk menang di DPRD Kabupaten Flores Timur.

“Tanpa figur nasional seperti Pak Mekeng kami tidak punya kebanggan menjadi kader Golkar,” ujar Ignas, sembari menambahkan, momentum ini membangkitkan optimisme untuk kemenangan Partai Golkar.

Hadir saat itu Wasekjen DPP Golkar Herman Hayong, sesepuh Golkar Flotim Viktor Rinag Hepat, Markus Suban Bethan. Juga caleg Golkar DPRD NTT Laurensius Leba Tukan, Maria Gorety Tokan dan Valens Tukan. (R2)

Continue Reading

POLKAM

Herman Herry Janji Perjuangkan Nasib Honorer

Published

on

Anggota Komisi III DPR RI, Herman Herry saat menyampaikan sambutan pada acara Natal bersama dengan KN ASN di gereja GMIT Koinonia Kota Kupang, Kamis (17/1/2019)

Kupang, Penatimor.com – Anggota Komisi III DPR RI, Herman Herry berkomitmen untuk memperjuangkan para tenaga honorer, kontrak, pegawai tidak tetap (PTT), dan pegawai tetap non PNS untuk diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Hal ini disampaikan Herman Herry saat merayakan Natal bersama Komite Nusantara (KN) Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi NTT di gereja GMIT Koinonia Kota Kupang, Kamis (17/1/2019).

Pada kesempatan itu Herman Herry mengungkapkan, selama 15 tahun dirinya menjadi anggota DPR RI, banyak hal terkait politik yang harus dikerjakan, dan semuanya berjalan dengan baik.

“Tetapi tiba-tiba muncul persoalan revisi UU ASN, saya bingung kenapa tiba-tiba muncul persoalan ini. Sebagai manusia yang penuh dengan keterbatasan, saya bertanya-tanya kepada Tuhan, apa yang harus saya kerjakan,” ungkapnya.

“Hikmat yang saya dapat adalah persolan ASN ini bisa jadi jebakan baru buat pemerintah. Kenapa, karena pemerintah harus memilih, kalau didorong untuk segera melakukan pembahasan revisi ke DPR maka pemerintah akan berhadapan dengan dilema politik, karena pasti akan dibikin jadi bola liar di DPR sebab ada dua kelompok pro dan kontra,” imbuhnya.

Menurut Herman Herry, hal ini menjadi dilematis, sebab, apabila pemerintah abaikan aspirasi ASN berarti pemerintah tidak memikirkan atau mengabaikan nasib rakyat, sebab keluhan ASN merupakan keluhan rakyat Indonesia secara riil.

“Saya berpikir, ini apa yang harus dibikin, kalau revisi tidak mungkin, bahaya sekali. Menerima juga tidak mungkin. Kenapa, karena harus menambah biaya belanja untuk bayar gaji Rp 27 triliun tiap tahun. Untuk membiayai pembangunan, pemerintah juga masih mengatur keseimbangan antara pendapatan nasional dan penerimaan pajak,” paparnya.

Herman Herry berjanji, bersama-sama dengan rekan-rekannya di DPR akan memperjuangkan nasib para honorer, dengan mencarikan solusi terbaik secara tahap demi tahap.

“Sebagai legislator, pembuat Undang-undang, saya mengerti bagaimana proses pembuatan perubahan Undang-undang, termasuk hambatan apa yang akan dihadapi, karena saya sudah pengalaman belasan tahun,” katanya.

“Tetapi jangan berharap semuanya akan ideal, kita akan cari cara win win solution. Saya akan bicara dengan pemerintah, saya akan menggerakkan gerbong politik saya di Jakarta, jadi jangan berkecil hati,” tandasnya.

Natal perdana KN ASN bersama Herman Herry itu mengusung tema “Kristus Hikmat Bagi Kita” dan sub tema “Momentum Natal Membangun Kebersamaan Untuk Kesejahteraan”. Ibadah perayaan Natal tersebut dipimpin oleh Pendeta Elianor V. Manu- Nalle, S.Th.

Turut hadir pada kesempatan itu, Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudu, mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, Nelson Matara, mantan calon Wakil Gubernur NTT, Emy Nomleni, Ketua Alpa NTT, Anis Mase dan sejumlah pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Kupang, maupun DPD PDI Perjuangan NTT. (R2)

Continue Reading

POLKAM

DPRD NTT Teruskan Usulan Pemberhentian Jimmi Sianto ke Mendagri

Published

on

Jimmi Sianto (Foto.Ist)

Kupang, Penatimor.com – Lembaga DPRD NTT telah meneruskan usulan pemberhentian anggota DPRD NTT, Jimi Sianto oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura ke Mendagri melalui gubernur.

Sekretaris DPRD NTT, Tobias Ngongo Bulu sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Jumat (18/1/2019).

Menurut Tobias, saat ini Jimmi Sianto masih melakukan upaya hukum terhadap usulan pemberhentian dirinya tersebut, sehingga belum bisa diganti. Jimmi Sianto tidak hanya menggugat Ketua Partai Hanura, tapi juga pimpinan dewan.

“Karena Jimmi Sianto masih tempuh jalur hukum dan belum ada keputusan hukum berkekuatan tetap, sehingga belum bisa diganti. Untuk ini pun, kami sudah konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri,” ungkap Tobias.

Menyinggung tentang batas terakhir seorang anggota dewan yang mundur atau diberhentikan bisa diganti, Tobias mengatakan, sesuai ketentuan paling lambat enam bulan sebelum berakhirnya periodesasi.

“Karena anggota dewan hasil pemilu legislatif 2014 berakhir pada September 2019, maka paling lambat proses pelantikan sudah dilaksanakan pada Maret 2019,” katanya.

Tobias menambhakan, jika prosesnya melewati Maret, partai politik tidak bisa mengusulkan calon pengganti. Dengan demikian, kursi yang ditinggalkan, tetap lowong hingga berakhirnya periodesasi anggota dewan. (R2)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2018 Pena Timor