Connect with us

INTERNASIONAL

Indonesia jadi Anggota Dewan Keamanan PBB

Published

on

Ekspresi Menlu Retno Marsudi saat Indonesia terpilih sebagai anggota Dewan Keamanan PBB.

Jakarta, penatimor.com – Indonesia terpilih menjadi anggota Dewan Keamanan PBB.

Status ini didapat setelah pelaksanaan pemungutan suara melalui Majelis Umum PBB yang dilaksanakan di New York Jumat 8 Mei 2018.

Ini menambah satu lagi prestasi yang diraih oleh pemerintahan Jokowi, kali ini dalam bidang politik luar negeri.

Apresiasi perlu diberikan kepada diplomasi Indonesia yang dimotori oleh Kementerian Luar Negeri yang mampu melobi negara-negara anggota PBB sehingga Indonesia meraih 140 mengalahkan Maladewa 40 suara, untuk mewakili negara-negara Asia-Pasifik.

Keanggotaan Indonesia di DK PBB ini seharusnya menjadi pintu masuk bagi Indonesia untuk terlibat lebih aktif, sebagai implementasi dari politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, terutama untuk meng-golkan agenda-agenda internasional seperti anti terorisme, pemberantasan kejahatan lintas negara dan mendorong kerja sama ekonomi dan pembangunan di kawasan negara-negara sedang berkembang.

Satu agenda pemerintahan Jokowi yang sampai saat ini belum terlihat kemajuan yang berarti adalah menjadikan Indonesia sebagai poros naritim dunia. Dengan keanggotaan Indonesia di Dewan Keamanan PBB ini setidaknya menaikan posisi tawar Indonesia untuk memaksimalkan diplomasi kelautan.

Anggota Komisi I DPR RI Andreas Hugo Pareira asal Dapil NTT 1, mengatakan, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia Indonesia perlu memberikan perhatikan khusus pada aspek kelautan, khususnya keamanan laut, untuk mengawal potensi sumber daya maritim yang dapat digunakan untuk kemajuan Indonesia dan kawasan Asia Pasifik itu sendiri.

“Indonesia sendiri akan mulai aktif keanggotaannya sebagai Dewan Keamanan PBB per tanggal 1 Januari 2019 bersama empat negara lain yaitu Jerman, Belgia, Afrika Selatan dan Republik Dominika,” kata Andreas. (R3)

INTERNASIONAL

Saleh Husin Pimpin Tim Pesepeda Indonesia Promosikan Wisata Rote di Jepang

Published

on

Saleh Husin dan tim pesepeda Indonesia saat berada di Jepang.

Ehime, penatimor.com – Untuk ketiga kalinya, para penghobi sepeda atau lebih dikenal sebagai penyuka gowes dari Indonesia mengikuti ajang bersepeda di Jepang.

Tahun ini, sekira 40 pesepeda bergabung dengan 9.000 peserta dari berbagai dunia di perhelatan “Cycling Shimanami 2018”.

Di ajang ini, para peserta Indonesia itu akan melahap jarak 70 kilometer. Rute ini merupakan Rute “A” dan salah satu dari total 7 rute yang ditawarkan kepada para peserta. Rute lainnya memiliki jarak bervariasi yakni 30 km, 110 km dan 140 km.

Puluhan peserta dari Tanah Air ini dikomandoi oleh mantan menteri perindustrian Saleh Husin .

Cycling Shimanami 2018 ini terbilang memiliki rute istimewa karena peserta bersepeda menyeberangi 6 pulau melalui jalan raya (espressway) dan jembatan laut. Rutenya start dari Mukaishima Sport Park di kota Onomichi, Hiroshima menuju Imabari di prefektur Ehime.

“Partisipasi kita dalam rangkaian 60 tahun persahabatan Indonesia-Jepang. Dari Indonesia, rombongan kita ada sekira 40 pesepeda atau bikers dan jadi bagian 9.000 peserta dari berbagai negara,” ujar Saleh Husin.

Tahun ini, pesepeda dari Tanah Air mengenakan jersey berwarna dasar biru  yang bertema dua lokasi wisata. Pada bagian depan bergambar peselancar di Pantai Nembrala dan Pantai Boa, Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur dan seorang pemain alat musik sasando yang mengenakan topi khas Rote, ti’i langga.

Adapun bagian punggung terpampang obyek wisata bahari Gorontalo yakni olahraga selancar alias surfing, menyelam bersama hiu paus di Teluk Tomini dan pesona wisata Pulo Cinta yang ‘instagramable’.

Selain itu, di depan dan belakang, lengkap dengan motif tenun khas kedua daerah masing-masing. Bersama mereka, turut pula beberapa selebritis seperti Leroy Osmani dan MC Farhan serta beberapa top eksekutif.

“Jadi saya mempromosikan wisata Rote, pulau paling selatan Indonesia yang terkenal akan Pantai Nemberala dan lokasi surfing Pantai Boa serta dihibur alunan musik sasando dan tenun khas Rote,” ujar Saleh.

Dengan garis pantai yang membujur utara-selatan dan membuat pelancong bisa menghadap tepat ke arah barat, salah satu pesona Nemberala adalah sunset yang cantik dengan pendar sinar matahari terbenam. Selain itu, banyak spot selancar favorit para surfer dunia seperti Pantai Boa, T-Land alias Besialu, Bombie, hingga Do’o dan Dana.

Adapun Rachmat Gobel walaupun ahirnya tidak ikut gowes karena harus berada di Tokyo tapi tetap mengusung promosi pariwisata Gorontalo. Wisata bahari provinsi yang terbilang di sisi utara Indonesia ini mempesona dengan pantai-pantai nan panjang, bentangan kebun-kebun nyiur kelapa di pesisir dan spot wisata bawah laut. Terletak di Teluk Tomini, butir pasir pantainya putih dan bersih dengan perairan laut biru yang teduh.

Pada Maret 2017 lalu, Saleh Husin dan Rachmat Gobel bersama puluhan pesepeda juga mengikuti acara sepeda bersama di ajang Wakayama Tour. Jersey yang dipakai bertema Candi Borobudur dan Kepulauan Raja Ampat.

Kemudian di bulan yang sama tahun 2018, mereka kembali mengayuh sepeda dan mengenakan jersey dengan imaji Pulau Komodo dan Danau Toba. Dan, tujuh bulan kemudian, Oktober ini, promosi wisata Indonesia kembali bergulir di prefektur atau provinsi yang berbeda di negeri sakura.

“Ikut sertanya kami ke Jepang, berkat dukungan Perhimpunan Persahabatan Indonesia Jepang yang diketuai oleh Rachmad Gobel dan juga Kementerian Pariwisata. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Rachmad Gobel dan juga kepada Pak Arief Yahya yang telah ikut men-support,” papar dia.

Diharapkan oleh keduanya, dengan makin dikenalnya obyek-obyek wisata maka ekonomi Indonesia kian berkembang dan juga memacu pertumbuhan di daerah. “Kita gaungkan terus ‘Wonderful Indonesia’. Ayo berwisata ke Pulau Rote dan Gorontalo!” ajak Saleh Husin dan Rachmat Gobel.

Pada malam hari nya, Saleh Husin dan tim sempat mengikuti acara jamuan bersama Gubernur Prefektur Ehime Tokihiro Nakamura dan Gubernur Prefektur Hiroshima Hidehiko Yuzaki dan dipakaikan jersey bermotif wisata di Pulau Rote dan Provinsi Gorontalo. (R4)

Continue Reading

INTERNASIONAL

Ilmuwan Usulkan Cara Ini Untuk Atasi Perubahan Iklim

Published

on

Ilustrasi/ foto: net

Penatimor.com – Para ilmuwan mengusulkan cara untuk mengatasi perubahan iklim dengan menyemprotkan bahan kimia peredup cahaya matahari ke atmosfer Bumi.

Sebuah teknik yang dikenal sebagai injeksi aerosol stratosfer (SAI) dapat mengurangi laju pemanasan global menjadi setengahnya, kata mereka, sebagaimana dikutip Daily Mail, 23 November 2018.

Penelitian ini dipimpin oleh para ilmuwan di Universitas Harvard dan Yale dan diterbitkan dalam jurnal Environmental Research Letters.

Idenya adalah melakukan penyemprotan partikel sulfat dalam jumlah besar ke stratosfer bawah Bumi pada ketinggian 12 mil (20,9 km).

Para ilmuwan mengatakan mereka akan menaburkan sulfat dengan pesawat terbang yang dirancang khusus, balon atau senjata angkatan laut. Namun, laporan itu mengakui bahwa teknik ini murni masih bersifat hipotetis saat ini.

Tidak ada teknologi atau pesawat yang sesuai untuk adaptasi itu tetapi tim mengatakan sistem dapat dibuat dalam waktu 15 tahun.

Mereka mengatakan akan mengembangkan tanker baru, yang dibuat khusus dengan kapasitas muatan substansial dan tidak sulit secara teknologi dan tidak terlalu mahal.

Biaya peluncuran sistem SAI diperkirakan sebesar £ 2,7 miliar (Rp 50,3 triliun) dengan biaya operasional sebesar £ 1,7 miliar (Rp 31,7 triliun) per tahun.

Tim mengakui bahwa akan ada risiko ekstrim dengan sistem hipotetis tersebut. Koordinasi antara beberapa negara di kedua belahan dunia akan diperlukan.

Selain itu para ilmuwan mengatakan teknik SAI dapat membahayakan pertanian, menyebabkan kekeringan atau menyebabkan cuaca ekstrim.

David Archer, ilmuwan dari departemen ilmu geofisika di Universitas Chicago, mengatakan kepada CNN: “Masalah dengan iklim rekayasa menurut cara ini adalah bahwa itu hanya solusi sementara dan menciptakan masalah yang akan bertahan selamanya.”

Sumber: tempo.co/ penatimor.com

Continue Reading

INTERNASIONAL

Menteri Keamanan Siber Jepang Tidak Bisa Pakai Komputer

Published

on

Menteri Keamanan Siber Jepang, Yoshitaka Sakurada (angkat tangan kanan) Foto/internet

Kupang, Penatimor.com – Seorang Menteri Keamanan Siber Jepang, baru-baru ini mengatakan kepada parlemen bahwa dia tidak pernah menggunakan komputer selama hidupnya, meskipun dia bertanggung jawab untuk mengawasi persiapan keamanan siber untuk olimpiade Tokyo 2020.

Yoshitaka Sakurada, 68 tahun, mengambil alih dua jabatan pada Oktober setelah ditunjuk Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Namun Sakurada tidak pernah memegang posisi kabinet selama 22 tahun di parlemen, dan mengakui bahwa dia tidak pernah menggunakan komputer atau mengoperasikan sistem komputer, seperti dilansir dari Express.co.uk, 15 November 2018.

Posisi barunya mengharuskan dia untuk menjaga negara aman dari ancaman siber selama Olimpiade di Tokyo pada 2020. Menteri itu membuat pengakuan selama pertemuan komite parlemen pada 14 November 2018 ketika ditanya oleh anggota parlemen oposisi apakah jika dia paham komputer.

Sakurada menjawab sejak usianya 25 tahun, ia selalu mengarahkan staf dan sekretarisnya untuk melakukan hal semacam itu.

“Saya tidak pernah menggunakan komputer!” kata Sakurada.

Ketika ditanya oleh anggota oposisi bagaimana seseorang yang kurang memiliki keterampilan komputer dapat bertanggung jawab atas keamanan siber, Sakurada mengatakan kebijakan diputuskan secara luas oleh sejumlah orang di kantornya dan pemerintah nasional.

Terlepas dari pengakuan itu, Sakurada mengatakan dia yakin tidak akan ada masalah.

Menteri yang baru diangkat di parlemen ini, bukan hanya mengundang kontroversi. Pada kesempatan lain, saat konferensi pers ia pernah melontarkan pernyataan kontroversial.

Berpidato di depan komisi parlemen lain, menteri keamanan siber itu salah ucap dengan mengatakan Olimpiade Jepang akan menelan biaya 1.500 yen Jepang atau Rp 192 ribu bukan 150 miliar yen atau Rp 19,2 triliun.

Sumber: Tempo.co/ penatimor.com

Continue Reading

Trending

Copyright © 2018 Pena Timor