Connect with us

INTERNASIONAL

Jurnalis Tewas Ditembak Saat Liput Unjuk Rasa

Published

on

Jurnalis tewas saat meliput unjuk rasa di Gaza. (Foto: Daily Sun)

GAZA, penatimor.com – Tentara Israel di kota selatan Khuzaa menembak jurnalis bernama Yasser Murtaga.

Jurnalis Palestina yang ditembak saat unjuk rasa di Gaza itu meninggal seketika.

Seperti dilansir The Times of Israel, Murtaga termasuk dua korban tewas yang ditembak pada demonstrasi, Jumat lalu.

Kematian mereka meningkatkan jumlah korban hari Jumat menjadi sembilan orang.

Murtaga berada lebih dari 100 meter dari perbatasan, memakai jaket bertuliskan ‘press’. Dia memegang kameranya ketika ditembak.

Dia bekerja untuk media Ain, sebuah perusahaan produksi TV lokal. Militer Israel mengatakan pihaknya menembak para penghasut yang terlibat dalam kekerasan.

Pusat Gaza untuk Kebebasan Media, yang membela jurnalis Palestina, menyerukan kepada komunitas internasional untuk campur tangan guna melindungi para wartawannya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan ribu warga Palestina berkumpul di sepanjang perbatasan Gaza pada hari Jumat, membakar ban, dan melemparkan bom dan batu ke tentara Israel.

Mereka menanggapi dengan gas air mata dan menyalakan api.

Kementerian Kesehatan Gaza yang dipimpin Hamas mengatakan, ratusan orang terluka pada hari Jumat.

Termasuk 293 yang menderita oleh tembakan langsung. Sebanyak 25 dari mereka yang terluka berada dalam kondisi serius.

Di antara mereka yang terluka adalah 12 wanita dan 48 anak di bawah umur.

Juru Bicara Militer Israel Letnan Kolonel Jonathan Conricus mengatakan, para organisator Hamas mencoba menggunakan para pengunjuk rasa sebagai pengalih perhatian untuk membuka pagar dan kemudian memasukkan teroris ke Israel. (Fajar/JPC/jpnn/R1)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Tak Direspon, Imigran Ingin Ketemu Gubernur

Published

on

Para imigran pose bersama di Hotel Lavender Kupang, Senin (29/10). FOTO: WILIAM

Kupang, penatimor.com – Para pengungsi luar negeri di Kota Kupang, kembali melakukan pertemuan dengan perwakilan IOM, UNHCR dan Keimigrasian, Senin (29/10).

Pertemuan berlangsung di Hotel Lavender yang juga merupakan salah satu tempat penampungan para pengungsi luar negeri tersebut.

Selanjutnya, para imigran bersama IOM, INHCR dan Rudenim Kupang membahas tentang aksi unjuk rasa yang dilakukan pada Jumat (26/10), dimana mereka meminta untuk dipindahkan ke kota lain yang memiliki Community House.

Hendrik Ch. Therik, perwakilan UNHCR, kepada wartawan, mengatakan, para imigran tersebut minta dipindahkan ke wilayah lain yang memiliki Community House.

Disampaikan juga bahwa semua penampungan sudah diatur, dan untuk sekarang masih di Kupang.

“Dari pandangan UNHCR belum ada alasan mendesak untuk dipindahkan, mungkin dari pihak pemerintahan mempunyai kebijakan sendiri,” kata dia.

Pihak UNHCR juga masih berkoordinsi dengan pihak Rudenim selaku pihak yang melakukan pengawasan, sedangkan untuk penampungan dari pihak daerah, dengan demikian UNHCR juga masih terus berkoordinasi dengan para pihak terkait.

“Untuk pertimbangan anak-anak sekolah, sampai saat ini masih dilakukan diskusi antara pihak IOM, UNCHR dan Pemda, tentang kemungkinan bisa disekolahkan karena sampai saat ini diskusi belum selesai, jadi belum ada pernyataan yang final apakah tidak bisa disekolahkan di sini,” jelas dia.

Hingga saat ini pihak IOM belum mau memberikan penjelasan tentang hasil diskusi bersama para imigran.

Martusa Naseri, 27, imigran dari Afganistan, mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak IOM, UNHCR, Keimigrasian dan Pemerintah, untuk berbicara tentang Community House di kota ini, tapi dari pihak pemerintahan tidak ada.

“Kami ingin jawaban yang jelas. Kalau dari pihak IOM tidak ada jawaban yang jelas, kami akan ke kantor gubernur untuk berbicara degan pak gubernur. Memang untuk waktu belum tau kapan,” singkat Martusa. (R3)

Continue Reading

INTERNASIONAL

Replika Kapal Titanic Akan Segera Berlayar Tuntaskan Rute Sebelumnya

Published

on

Ilustrasi/ foto: net

Kupang, Penatimor.com – Proyek ambisius untuk membuat replika kapal pesiar legendaris, Titanic, diperkirakan akan rampung pada tahun 2022. Kapal pesiar ini juga direncanakan kembali berlayar pada tahun yang sama. Tentu saja kabar ini disambut gembira oleh para penggemar kisah cinta Rose dan Jack.

Sebelumnya proses pembuatan replika kapal Titanic ini sempat terbengkalai selama nyaris 10 tahun, karena kendala finansial.

Namun kini persoalan dana sudah bisa teratasi, sebuah perusahaan kapal penumpang Blue Star Line mengumumkan proses pembuatan kapal replika Titanic atau yang bisa disebut Titanic II sedang berjalan. Bahkan kabin utama kapal ini juga akan dibuat sama persis dengan Titanic.

Untuk merampungkan proyek ini, dibutuhkan dana sebesar US$500 juta (sekitar Rp 7,5 triliun). Nantinya Titanic II akan menampung 2.400 penumpang dan 900 awak kapal.

Rute pertama pelayaran Titanic II akan dimulai dari Dubai dan berakhir di Southampton. Untuk menuntaskan rute tersebut, perjalanan itu diperkirakan memakan waktu sekitar dua pekan.

Setelah menamatkan rute tersebut, Titanic II akan melanjutkan rute perjalanan Titanic yang tidak pernah terselesaikan yakni dari Inggris menuju Amerika Serikat.

Layaknya Titanic, kapal replikanya juga akan menawarkan kemegahan yang elegan. Tentu saja kemegahan itu akan dilengkapi dengan teknologi canggih abad 21, seperti alat navigasi dan sistem keamanan untuk menghindari musibah yang menenggelamkan Titanic sebelumnya.

Seperti yang dikutip dari travel pulse, Bos Blue Star Line Clive Palmer, mengatakan Titanic II sengaja dibuat untuk menginspirasi penduduk dunia sekaligus berbagi pengalaman saat menyinggahi pelabuhan-pelabuhan penting di dunia. (R2/cnnindonesia.com)

Continue Reading

INTERNASIONAL

Diiringi Musik, Tubaigy Memutilasi Jamal Khashoggi

Published

on

Aktivis HAM dan rekan-rekan Jamal Khashoggi menggelar demonstrasi di depan Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Senin (8/10). Foto: Reuters

Ankara, penatimor.com – Media dalam dan luar Turki memberitakan bahwa Jamal Khashoggi tewas.

Tak hanya itu, media juga menyebut bahwa jurnalis kawakan tersebut dimutilasi di dalam kantor Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu.

New York Times melaporkan bahwa Salah Muhammad Al Tubaigy-lah yang bertindak sebagai mutilator. Pria yang berprofesi kepala bagian bukti forensik pada Departemen Keamanan Publik Saudi itu memutilasi Khashoggi dengan gergaji tulang.

Sebagai anggota Saudi Association for Forensic Pathology, memutilasi tubuh manusia adalah pekerjaan gampang bagi Tubaigy.

“Saya melakukannya sambil mendengarkan musik. Kalian seharusnya melakukan hal yang sama,” ujar Tubaigy sebagaimana terdengar dalam rekaman audio yang diperoleh intelijen Turki.

Dia merupakan satu di antara 15 orang Saudi yang datang ke Turki pada hari kematian Khashoggi. Selain dia, tiga pria yang lain adalah orang dekat MBS. Sebelas terduga pelaku yang lain adalah personel pasukan elite.

The Wall Street Journal melaporkan bahwa tunangan Hatice Cengiz itu langsung diserang begitu masuk gedung konsulat. Dia diseret ke ruang kerja Konsul Saudi di Turki, Mohammad Al Otaibi (pengganti Musa’d bin Abdulmuhsin Al Ganawi).

“Beberapa saksi mata mendengar jeritan dari ruangan itu,” kata pejabat Turki yang merahasiakan identitasnya. (sha/c6/hep/R3)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2018 Pena Timor